WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Kota Bontang Ikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat 2026
BAZNAS Kota Bontang Ikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat 2026
BONTANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang mengikuti Kick-Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026 yang melibatkan BAZNAS serta lembaga amil zakat di berbagai daerah di Indonesia. Agenda ini sekaligus menjadi tahap awal sosialisasi dan pengisian data sebelum memasuki proses monitoring, bimbingan teknis, serta tindak lanjut pengumpulan data pada periode Agustus hingga November 2026. Keikutsertaan BAZNAS Kota Bontang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat yang terukur, transparan, berbasis data, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI melalui Direktorat Riset, Kajian dan Pengembangan memaparkan peran Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen untuk mengukur kinerja pengelolaan zakat di daerah. IZN digunakan untuk menilai kondisi perzakatan melalui berbagai indikator kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengukuran tersebut dapat menjadi instrumen evaluasi untuk melihat kekuatan, kelemahan, sekaligus peluang pengembangan tata kelola zakat di masing-masing daerah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menegaskan bahwa IZN tidak semata-mata digunakan untuk melihat capaian dalam bentuk angka maupun peringkat. “IZN bukan hanya sekadar angka dan ranking, tapi merupakan alat diagnosis untuk melihat kekuatan dan kelemahan pengolahan zakat.” IZN Mendukung Perencanaan dan Penguatan Tata Kelola Zakat Pengukuran IZN juga menjadi bagian penting dalam penyusunan Renstra BAZNAS 2026–2031. Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga berbasis data dan dampak nyata bagi masyarakat. Bagi BAZNAS Kota Bontang, penguatan pengukuran berbasis data menjadi penting untuk memastikan setiap proses pengelolaan zakat dapat terus dievaluasi dan dikembangkan secara sistematis. Hal tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Bontang dalam membangun pengelolaan ZIS yang semakin terdokumentasi, terukur, dan terintegrasi. Pengelolaan data melalui SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) juga menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola zakat secara nasional. Mengukur Dampak Zakat terhadap Mustahik Selain IZN, kegiatan Kick-Off juga membahas Kajian Dampak Zakat (KDZ) yang bertujuan mengukur efektivitas program zakat terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan mustahik. Pengukuran dilakukan dengan melihat perubahan kondisi mustahik sebelum dan setelah menerima intervensi zakat. Aspek yang dikaji mencakup pendapatan, kondisi kemiskinan, kesejahteraan spiritual, sosial, budaya, hingga lingkungan. Pada pelaksanaan KDZ 2026, responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, antara lain mustahik yang telah menyelesaikan program bantuan produktif, masih mengikuti program pendayagunaan minimal enam bulan, maupun penerima program pendayagunaan lainnya seperti pendidikan, dakwah, dan bantuan rumah layak huni. Pendekatan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dana yang dihimpun maupun jumlah penerima bantuan. Lebih jauh, perlu dilihat seberapa besar perubahan dan dampak yang dihasilkan terhadap kehidupan mustahik. Dari Penyaluran Menuju Dampak Berkelanjutan Hasil KDZ 2025 yang dipaparkan dalam kegiatan menunjukkan bahwa secara nasional terdapat 19.303 data keluarga mustahik yang menjadi bagian dari kajian. Data tersebut digunakan untuk melihat berbagai capaian program, termasuk kontribusi zakat dalam membantu pengentasan kemiskinan. Hasil pengolahan juga menunjukkan bahwa pada 2025, pengelola zakat secara nasional telah membantu 302.994 mustahik keluar dari garis kemiskinan, termasuk 131.952 mustahik yang sebelumnya berada dalam kategori miskin ekstrem. Capaian tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan zakat perlu terus diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga pada program yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pengelolaan Berbasis Data Pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS. Menurutnya, BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memperluas dampak program kepada masyarakat. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bontang dalam memperkuat pengelolaan zakat berbasis data dan dampak. Dengan adanya pengukuran IZN dan KDZ, BAZNAS Kota Bontang dapat memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai tata kelola sekaligus manfaat program zakat yang telah dijalankan. Keikutsertaan dalam Kick-Off IZN dan KDZ 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengumpulan data, evaluasi program, serta perencanaan pengelolaan zakat ke depan. Dengan tata kelola yang semakin terukur dan berbasis data, zakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai bantuan, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong kemandirian, peningkatan kesejahteraan, dan perubahan kehidupan mustahik. BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, memperkuat kolaborasi, serta memastikan amanah ZIS masyarakat memberikan manfaat dan dampak yang semakin luas bagi masyarakat Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang — Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.
29/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Wali Kota Bontang Buka Pelatihan Gada Pratama Angkatan III, BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki
Wali Kota Bontang Buka Pelatihan Gada Pratama Angkatan III, BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki
Wali Kota Bontang Buka Pelatihan Gada Pratama Angkatan III, BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki BONTANG — Pelatihan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Diksar Satpam) Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung PKK Bontang, Kelurahan Satimpo, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang diikuti 75 peserta se-Kota Bontang tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui BAZNAS Kota Bontang, dengan menggandeng PT Nooren Surya Perdana Cabang Bontang. Pembukaan kegiatan berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah dan mitra terkait. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat Kota Bontang. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bontang yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui zakat. Menurutnya, program Bontang Makmur tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Pelatihan Gada Pratama menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang dan meningkatkan kapasitas penerima manfaat. “Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi serap ilmu dan keterampilan yang diberikan. Jaga disiplin, etika, integritas, dan tanggung jawab,” pesan Wali Kota kepada para peserta. Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik. Lebih dari sekadar pelatihan kerja, program ini membawa harapan agar penerima manfaat dapat mengalami perubahan secara berkelanjutan. Peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap menerima manfaat, tetapi kelak mampu mandiri dan memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya. «“Harapan kita, 75 peserta Pelatihan Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026 ini tidak berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat. Setelah memiliki kompetensi, mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan, mudah-mudahan nantinya tumbuh menjadi calon-calon muzaki baru di Kota Bontang yang menunaikan zakat serta berinfak dan bersedekah melalui BAZNAS Kota Bontang.”» Pesan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan zakat yang dikembangkan BAZNAS Kota Bontang, yakni mendorong penerima manfaat agar memiliki keterampilan, memperoleh pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan pada waktunya mampu menjadi muzaki. Wali Kota juga mengingatkan peserta bahwa zakat bukan hanya kewajiban bagi mereka yang telah memiliki kemampuan secara ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika nantinya telah bekerja dan memiliki penghasilan yang memenuhi kewajiban zakat, para peserta diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menunaikan zakat serta memperkuat kepedulian melalui infak dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bontang. «“Dari penerima manfaat menjadi orang yang memberi manfaat. Dari yang hari ini mendapatkan kesempatan, pada waktunya mampu memberikan kesempatan dan membantu masyarakat lainnya.”» Sinergi untuk Pemberdayaan Pelaksanaan Gada Pratama Angkatan III juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Kesra Kota Bontang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Camat Bontang Utara, Camat Bontang Selatan, Camat Bontang Barat, Lurah Satimpo, serta mitra bank BAZNAS Kota Bontang. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadirkan lebih banyak program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi mampu menciptakan keterampilan, kesempatan kerja, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi BAZNAS Kota Bontang, pemberdayaan melalui program seperti Gada Pratama merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, 75 peserta diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab sehingga memiliki daya saing dalam dunia kerja. Pada akhirnya, keberhasilan program diharapkan tidak hanya terlihat dari jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan, tetapi dari perubahan kehidupan yang terjadi setelahnya: memiliki kompetensi, mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan, mandiri, kemudian tumbuh menjadi muzaki dan kembali memberi manfaat kepada masyarakat. Dari zakat untuk pemberdayaan. Dari penerima manfaat menuju kemandirian. Dari mustahik menjadi muzaki.
24/08/2026 | Baznas
Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat
BONTANG — Kawasan Nyerakat Kiri, RT 09 dan RT 10, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat Kota Bontang Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Program Kampung Zakat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, H. Muhammad Hamzah, S.H.I., M.H. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Titik Pelaksanaan Kampung Zakat kepada perwakilan Kecamatan Bontang Selatan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang hadir melalui Wakil Ketua III, Idris Hakam, S.Ag. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi bersama Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Nyerakat Kiri Memiliki Potensi dan Tantangan Kawasan Nyerakat Kiri RT 09 dan RT 10 merupakan wilayah perdesaan/pelosok dengan karakteristik wilayah yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit rakyat, serta pekerjaan sebagai buruh sawit. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 85 KK di RT 09 dan 105 KK di RT 10. Hasil validasi data kemiskinan menunjukkan terdapat 88 jiwa prasejahtera di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat kelompok masyarakat rentan yang terdiri dari 18 lansia, 3 anak yatim, dan 6 penyandang disabilitas. Di sisi lain, Nyerakat Kiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor pertanian palawija, hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit rakyat. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam merancang program pemberdayaan melalui Kampung Zakat. Namun demikian, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses jalan tani, ketergantungan terhadap musim, serta risiko kebakaran lahan yang membutuhkan pengawasan dan patroli secara terpadu. Zakat Didorong untuk Pemberdayaan Melalui penetapan Kampung Zakat, pengelolaan zakat diharapkan tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat. Beberapa kebutuhan yang telah teridentifikasi antara lain pengadaan sarana pertanian dan perkebunan ringan seperti mesin pemotong rumput, sprayer dan pupuk, serta penguatan modal usaha warung kelontong maupun pengolahan hasil pertanian lokal. Estimasi kebutuhan modal awal untuk kelompok atau pelaku usaha berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp15 juta. BAZNAS Kota Bontang akan mendorong agar potensi zakat dapat diarahkan secara tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kampung Zakat. Program ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS Kota Bontang, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat, sehingga pemberdayaan yang dilakukan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Penetapan Nyerakat Kiri sebagai Kampung Zakat 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan wajah zakat yang lebih produktif: dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju membangun kemandirian masyarakat untuk masa depan. Nyerakat Kiri — Kampung Zakat 2026, Bersama Zakat Membangun Kemandirian Umat.
21/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar

Agenda Pimpinan

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BAZNAS se-Kalimantan Timur
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BAZNAS se-Kalimantan Timur
Samarinda 8 April 2026 – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BAZNAS se-Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda pada tanggal 7–8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan layanan informasi publik, serta mempersiapkan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 dan PERKI Nomor 1 Tahun 2021. BAZNAS Kota Bontang diwakili oleh: Arsyad, SH selaku Wakil Ketua IV 1 orang staf bidang keuangan 1 orang staf bidang administrasi, SDM dan umum Materi dan Agenda Kegiatan Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti beberapa sesi penting, antara lain: Hari Pertama – Selasa, 7 April 2026 Pembukaan oleh Ketua BAZNAS Kalimantan Timur Sesi I: Penguatan PPID BAZNAS Se-Kaltim Implementasi PERKI Nomor 1 Tahun 2021 Struktur organisasi PPID (Utama & Pelaksana) Tugas dan fungsi PPID Penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) Sesi II: Sosialisasi Pengisian SAQ Monev 2026 Bedah indikator Self-Assessment Questionnaire (SAQ) Teknik pengumpulan bukti dukung Strategi peningkatan nilai kepatuhan Hari Kedua – Rabu, 8 April 2026 Review dan evaluasi kesiapan data awal masing-masing kabupaten/kota Sesi III: Workshop e-Monev & Best Practice Praktik input portal e-Monev KI Diskusi hambatan teknis di lapangan Sharing praktik terbaik pengelolaan informasi digital Penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) dan penutupan Secara umum, BAZNAS Kota Bontang telah menunjukkan komitmen dalam keterbukaan informasi melalui penguatan digitalisasi, di antaranya melalui website resmi (kantor digital), publikasi laporan keuangan yang telah diaudit, serta pemanfaatan berbagai kanal digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan layanan WhatsApp dengan jangkauan luas. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek administratif, khususnya dalam pembentukan kelembagaan PPID, penyusunan dokumen pendukung seperti DIP dan DIK, serta penyediaan SOP layanan informasi publik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil bimtek dengan menyusun dan menetapkan SK PPID, mengembangkan sistem layanan informasi publik yang terintegrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mendorong BAZNAS Kota Bontang menuju kategori Informatif dalam penilaian keterbukaan informasi publik, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). BAZNAS Kota Bontang "Zakat Kuatkan Ummat"

08-04-2026 | Humas Baznasbtg.ar

Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Hadiri Penutupan Pelatihan Gada Pratama Angkatan II Tahun 2025
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Hadiri Penutupan Pelatihan Gada Pratama Angkatan II Tahun 2025
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Hadiri Penutupan Pelatihan Gada Pratama Angkatan II Tahun 2025 Bontang, 24 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Angkatan II Tahun 2025. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara BAZNAS Kota Bontang, PT. Noreen Surya Perdana, dan Ditbinmas Polda Kalimantan Timur, yang bertujuan mencetak tenaga satuan pengamanan (Satpam) yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi. Upacara penutupan dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kota Bontang, yaitu: H. Kuba Siga, Ketua BAZNAS Kota Bontang Suryadi Hendra Gunawan, Wakil Ketua II Arsyad, Pimpinan BAZNAS Bidang SDM dan Umum Dalam sambutannya, H. Kuba Siga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan baik. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang. Pelatihan ini bukan hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas. Kami berharap para peserta dapat menjadi pelindung dan panutan di lingkungan kerja masing-masing,” ungkap H. Kuba Siga. Sementara itu, Suryadi Hendra Gunawan, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bontang, menambahkan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial dan penyaluran zakat, tetapi juga turut mendorong kemandirian masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup. Dengan adanya pelatihan Gada Pratama ini, kami ingin mendorong lahirnya tenaga keamanan yang profesional dan beretika, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bontang,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Arsyad, selaku Pimpinan BAZNAS Bidang SDM dan Umum, menyampaikan harapannya agar para peserta terus menjaga semangat belajar dan mengembangkan diri. Satpam adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan kerja. Dengan bekal pelatihan ini, kami ingin mereka menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika dalam menjalankan tugas,” Acara penutupan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pimpinan, instruktur, dan seluruh peserta pelatihan. Melalui kegiatan Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Angkatan II Tahun 2025, BAZNAS Kota Bontang berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan produktif.

24-10-2025 | Humas Baznas Kota Bontang

BAZNAS Kota Bontang Terima Kunjungan Kementerian Agama: Monev Program dan Rencana Kerjasama
BAZNAS Kota Bontang Terima Kunjungan Kementerian Agama: Monev Program dan Rencana Kerjasama
BAZNAS Kota Bontang menerima kunjungan dari tim Kementerian Agama Kota Bontang pada Selasa, 7 Oktober 2025, untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait program yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kota Bontang. Kunjungan ini diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS Kota Bontang, Ketua BAZNAS H. Kuba Siga, bersama dengan Pimpinan Bidang Administrasi SDM dan Umum, Arsyad SH, dan Pimpinan Bidang Keuangan, Idris (tautan tidak tersedia) Kunjungan ini juga membahas tentang rencana kerjasama antara BAZNAS Kota Bontang dan Kementerian Agama untuk pembentukan Kampung Zakat di Pulau Malahing. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut untuk persiapan yang lebih matang. Pembentukan Kampung Zakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Malahing. Dengan kerjasama ini, BAZNAS Kota Bontang dan Kementerian Agama dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Semoga rencana ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kota Bontang.

07-10-2025 | Humas Baznas Kota Bontang

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
Bontang – Dalam rangka menyukseskan program Bontang Peduli: Penyerahan 355 Paket Sembako dan Sarana Ibadah Masjid menjelang Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kota Bontang menerapkan strategi pembagian rute pendistribusian ke empat pulau, yakni Malahing, Gusung, Salangan, dan Tihi-tihi. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi geografis wilayah pesisir serta faktor pasang surut air laut yang sangat mempengaruhi akses transportasi laut. Untuk itu, pendistribusian dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terjadwal agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dan sebelum memasuki Ramadhan Pimpinan SDM dan Umum ARSYAD SH “Karena kondisi air laut yang pasang surut, tim harus bergerak cepat. Maka kami membagi rute agar distribusi berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kondisi alam,” ujar nya Setiap pimpinan BAZNAS memimpin langsung tim pendistribusian di titik lokasi berbeda, didampingi amil pelaksana dan relawan. Pola ini dinilai mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus menjaga ketepatan data penerima manfaat. Sebanyak 355 paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain itu, bantuan sarana ibadah masjid juga diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aktivitas keagamaan selama Ramadhan. Dengan semangat nasional “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Kota Bontang terus berupaya menghadirkan layanan distribusi zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kondisi lapangan, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pulau terluar Kota Bontang.humasbaznasbtg
11/02/2026 | Humasbaznas_btg
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
Bontang – Dalam rangka menyukseskan program Bontang Peduli: Penyerahan 355 Paket Sembako dan Sarana Ibadah Masjid menjelang Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kota Bontang menerapkan strategi pembagian rute pendistribusian ke empat pulau, yakni Malahing, Gusung, Salangan, dan Tihi-tihi. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi geografis wilayah pesisir serta faktor pasang surut air laut yang sangat mempengaruhi akses transportasi laut. Untuk itu, pendistribusian dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terjadwal agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dan sebelum memasuki Ramadhan Pimpinan SDM dan Umum ARSYAD SH “Karena kondisi air laut yang pasang surut, tim harus bergerak cepat. Maka kami membagi rute agar distribusi berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kondisi alam,” ujar nya Setiap pimpinan BAZNAS memimpin langsung tim pendistribusian di titik lokasi berbeda, didampingi amil pelaksana dan relawan. Pola ini dinilai mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus menjaga ketepatan data penerima manfaat. Sebanyak 355 paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain itu, bantuan sarana ibadah masjid juga diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aktivitas keagamaan selama Ramadhan. Dengan semangat nasional “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Kota Bontang terus berupaya menghadirkan layanan distribusi zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kondisi lapangan, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pulau terluar Kota Bontang.humasbaznasbtg
11/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Baznas Bantu Warga  Terdampak Banjir
Baznas Bantu Warga Terdampak Banjir
Hujan lebat yang mengguyur Bontang, Sabtu (8/7/23 ) pagi dini hari, membuat beberapa rumah di wilayah Rawa Indah terendam banjir. Kegiatan warga pun terbatas dan tidak bisa keluar dari rumah. Oleh karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang merespon kondisi tersebut dengan memberikan bantuan pada warga terdampak. Baznas memiliki program tanggap bencana. Dimana program ini merupakan kegiatan dadakan, yang dilaksanakan untuk membantu warga yang terkena dampak dari bencana tersebut. Bersama Kelurahan Tanjung Laut Indah, Baznas menyerahkan makan siang berupa nasi bungkus untuk 472 jiwa yang terdampak banjir. “Kelurahan memberikan kami data terkait wilayah yang terkena banjir untuk diberikan bantuan, dan memang ratusan jiwa yang terdampak,” jelas Suryadi, Wakil Ketua (Waka) II Baznas Bontang di dampingi Wakil Ketua III Idris, S ,Ag Total terdapat 6 RT yang terendam banjir, yaitu RT 5, 13, 20, 21, 22 dan 23. Disebutkan bahwa wilayah tersebut sudah sering terkena banjir rob, dan ditambah dengan hujan lebat. “Sekira jam 10 tadi airnya sudah tidak terlalu tinggi, dan warga sudah mulai membersihkan air yang masuk ke dalam rumah mereka,” jelasnya. Lebih lanjut ia berharap, dengan Baznas turun ke lapangan seperti ini, warga sekitar atau lembaga-lembaga lain dapat tergerak agar dapat membantu warga yang terkena musibah agar lebih sigap. “Warga juga bisa memberikan zakat ataupun infaq kepada Baznas, karena itu nanti akan kami kelola untuk kegiatan seperti ini. Jadi kalau ada musibah bisa langsung kita tolong. Baznas juga memiliki banyak program-program lain yang tentunya untuk menolong sesama,” tutupnya. Daftar Rekening ZIS BAZNAS KOTA BONTANG 6705580000 Bank BCA 7202110007 Bank BSI #Infaq 7202100001 Bank BSI #Zakat 33301001863305 Bank BRI 5280000020 Bank Kaltimtara Syariah 6030005565 Bank Muamaalat
08/07/2023 | Humas Baznas

Artikel Terbaru

Sedekah Terbaik di Bulan Syawal: Waktu Tepat Raih Keberkahan Tanpa Batas
Sedekah Terbaik di Bulan Syawal: Waktu Tepat Raih Keberkahan Tanpa Batas
Bulan Syawal merupakan momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan, tetapi juga kesempatan emas untuk melanjutkan berbagai amalan kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah terbaik di bulan syawal, yang diyakini mampu membuka pintu keberkahan yang lebih luas. Dalam Islam, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membersihkan hati, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan sedekah terbaik di bulan syawal menjadi langkah penting agar pahala yang telah dikumpulkan selama Ramadhan tidak terputus begitu saja. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang makna, keutamaan, serta bentuk sedekah terbaik di bulan syawal yang dapat diamalkan oleh setiap muslim. Dengan begitu, kita dapat memaksimalkan momentum Syawal sebagai bulan peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Keutamaan Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Bulan Syawal bukan sekadar bulan biasa setelah Ramadhan. Ia adalah bulan yang penuh peluang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan amal ibadah, termasuk sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal menjadi bukti bahwa seorang muslim istiqamah dalam berbuat kebaikan. Amal yang dilakukan secara konsisten setelah Ramadhan menunjukkan bahwa ibadah tersebut bukan hanya bersifat musiman. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal dapat menjadi penyempurna ibadah Ramadhan. Seperti halnya puasa sunnah Syawal yang melengkapi puasa wajib, sedekah di bulan ini juga melengkapi amalan sosial yang telah dilakukan sebelumnya. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal memiliki nilai pahala yang besar karena dilakukan di waktu yang penuh keberkahan. Setelah hati dibersihkan di bulan Ramadhan, sedekah menjadi lebih ikhlas dan bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal membantu mempererat tali persaudaraan antar sesama. Banyak orang masih membutuhkan bantuan setelah Ramadhan, sehingga sedekah menjadi jembatan kepedulian sosial. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal juga menjadi sarana membuka pintu rezeki. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta, melainkan justru menambah keberkahan di dalamnya. Bentuk Sedekah Terbaik di Bulan Syawal yang Dianjurkan Ada berbagai bentuk sedekah terbaik di bulan syawal yang bisa dilakukan oleh umat Islam sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal dapat berupa pemberian makanan kepada fakir miskin. Memberi makan orang yang membutuhkan merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal juga bisa dalam bentuk uang atau bantuan finansial. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setelah Ramadhan. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal dapat dilakukan dengan berbagi pakaian layak pakai. Banyak orang yang membutuhkan pakaian baru atau layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal juga bisa berupa tenaga dan waktu. Membantu sesama, menjadi relawan, atau sekadar menolong orang lain juga termasuk bentuk sedekah. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal bahkan bisa berupa senyuman dan perkataan baik. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap kebaikan adalah sedekah, sekecil apa pun itu. Waktu yang Tepat untuk Melakukan Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Menentukan waktu yang tepat juga penting dalam mengoptimalkan sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal dapat dilakukan di awal bulan sebagai bentuk syukur setelah Ramadhan. Ini menjadi tanda bahwa seorang muslim tidak berhenti beribadah setelah Idulfitri. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal juga baik dilakukan saat menjalankan puasa sunnah Syawal. Sedekah dan puasa merupakan kombinasi amalan yang sangat dianjurkan. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal bisa diberikan saat melihat orang yang membutuhkan secara langsung. Kepekaan sosial sangat penting dalam menentukan waktu bersedekah. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal juga dianjurkan dilakukan secara rutin, tidak harus menunggu waktu tertentu. Konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih pahala. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal akan lebih utama jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini menjaga keikhlasan dan menjauhkan diri dari riya. Hikmah dan Manfaat Sedekah Terbaik di Bulan Syawal Banyak hikmah yang dapat dipetik dari menjalankan sedekah terbaik di bulan syawal. Pertama, sedekah terbaik di bulan syawal mampu membersihkan harta dan jiwa. Dengan bersedekah, seorang muslim belajar untuk tidak terlalu mencintai dunia. Kedua, sedekah terbaik di bulan syawal memberikan ketenangan hati. Memberi kepada orang lain menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan materi. Ketiga, sedekah terbaik di bulan syawal memperkuat hubungan sosial. Kepedulian terhadap sesama menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling membantu. Keempat, sedekah terbaik di bulan syawal menjadi investasi akhirat. Setiap sedekah yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kelima, sedekah terbaik di bulan syawal juga dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah SWT. Dalam banyak kisah, sedekah menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada di bulan Syawal. Melalui sedekah terbaik di bulan syawal, kita dapat melanjutkan semangat Ramadhan dan menjadikannya sebagai gaya hidup sehari-hari. Dengan memahami keutamaan, bentuk, waktu, serta hikmah dari sedekah terbaik di bulan syawal, diharapkan kita mampu mengamalkannya dengan penuh keikhlasan. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, karena sedekah adalah tentang hati, bukan sekadar materi. Akhirnya, mari jadikan sedekah terbaik di bulan syawal sebagai jalan untuk meraih keberkahan tanpa batas, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita dan melipatgandakan pahalanya.
10/04/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Manfaat dan Keutamaan Sedekah, Cara Membiasakan Sedekah
Manfaat dan Keutamaan Sedekah, Cara Membiasakan Sedekah
Sedekah merupakan kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Sedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, kata berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”. Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271, “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271). 1. Sedekah Tidak Mengurangi Harta Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, tetapi kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). 2. Sedekah Menghapus Dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya adalah dengan sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang istimewa, ia dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi). 3. Sedekah Menjauhkan Diri dari Api Neraka “Dan kelak akan dijauhkan (dari neraka) orang yang paling bertakwa, yaitu orang yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan diri, dan tidak ada seseorang pun yang memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalas, tetapi (dia berinfak) semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan kelak dia benar-benar akan ridha.” (QS. Al-Lail: 17-21). Dengan menyalurkan sedekah, tidak hanya memperoleh pahala yang berlipat ganda dan menghapus dosa, tetapi juga mendekatkan diri kepada rahmat dan ampunan Allah SWT, sehingga terhindar dari azab neraka jahanam. 4. Sedekah Melipatgandakan Pahala Sedekah memberikan banyak keistimewaan kepada pelakunya, salah satu diantaranya adalah Allah SWT akan memberikan pahala yang banyak untuk orang yang bersedekah. Allah SWT berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18) 5. Sedekah Menjadi Obat untuk Orang Sakit Firman Allah dan sabda Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa sedekah memiliki keutamaan luar biasa, termasuk sebagai sarana penyembuhan bagi yang sakit, sebagaimana terkandung dalam hadits, “Obatilah orang sakit kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Daud). Namun, penting untuk memahami secara menyeluruh bahwa sakit merupakan bagian dari takdir Ilahi yang harus diterima dengan kesabaran dan ketabahan sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT. Cara Membiasakan Sedekah Sedekah adalah amalan mulia yang dapat dilakukan kapan saja, baik dalam bentuk materi maupun non-materi, seperti senyuman atau bantuan kecil. Langkah pertama untuk bersedekah setiap hari adalah menanamkan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat yang ikhlas menjadi kunci memulai kebiasaan bersedekah setiap hari. Awali setiap sedekah dengan doa sederhana, seperti, "Ya Allah, terimalah sedekah ini dan jadikan penuh keberkahan." Niat yang kuat akan menjadikan sedekah sebagai kebiasaan yang ringan dan bermakna. Setelah niat, Anda dapat memulai sedekah subuh dengan nominal yang ringan setiap harinya, sebab sedekah ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. "Tidak ada satu hari pun ketika seorang hamba melewati pagi harinya melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari mereka berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti (balasan) bagi orang yang bersedekah.” (HR. Bukhari No. 1442 dan Muslim No. 1010). Selain sedekah subuh, sedekah Jumat juga menjadi salah satu amalan yang diutamakan pada setiap pekannya, karena Hari Jumat juga dikenal sebagai sayyidul ayyam atau pemimpin hari-hari yang memiliki keutamaan berlipat ganda. Anda dapat sisihkan sebagian pendapatan Anda untuk dengan bersedekah Jumat di setiap pekannya agar membiasakan diri untuk bersedekah secara rutin. Memulai sedekah tidak memerlukan usaha besar, tetapi akan berdampak luar biasa, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Kontribusi Anda akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta turut mendukung misi kemanusiaan BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia
17/02/2026 | Humas Baznas.ar
Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025
Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025
BAZNAS Kota Bontang– Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025 yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF) menunjukkan perubahan signifikan pada posisi filantropi Indonesia. Setelah bertahun-tahun menempati peringkat teratas sebagai negara paling dermawan di dunia, Indonesia kini berada di posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvei. Namun, penurunan peringkat ini tidak lantas berarti masyarakat Indonesia menjadi kurang dermawan. Sebaliknya, data menunjukkan bahwa semangat berbagi dan berzakat di Indonesia tetap kuat, bahkan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Mengenal Laporan WGR 2025: Metodologi yang Berubah, Wawasan yang Lebih Dalam WGR 2025 mengadopsi metodologi baru yang lebih komprehensif dibandingkan World Giving Index (WGI) sebelumnya. Laporan ini secara spesifik mengukur tiga jalur utama donasi: 1. Donasi langsung kepada individu atau keluarga yang membutuhkan. 2. Donasi kepada lembaga amal atau filantropi. 3. Donasi untuk keperluan agama. Perbedaan ini penting karena mencerminkan preferensi masyarakat dalam menyalurkan bantuan. Data menunjukkan bahwa salah satu ciri khas kedermawanan Indonesia adalah kecenderungan untuk memberikan bantuan secara langsung. Posisi Indonesia: Kuantitas di Bawah, Kualitas Tetap Unggul Meskipun secara peringkat global Indonesia turun, data WGR 2025 menunjukkan bahwa rata-rata donasi yang diberikan masyarakat Indonesia setara dengan 1,55% dari pendapatan per kapita. Angka ini masih jauh di atas rata-rata global yang hanya 1,04% dan mengungguli negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa semangat kedermawanan masyarakat Indonesia tetap berada di level tertinggi. Lebih dari itu, laporan ini memberikan wawasan mendalam tentang karakter filantropi di Indonesia, di mana *motivasi keagamaan* memainkan peran sentral. BAZNAS Kota Bontang: Mengoptimalkan Potensi Zakat untuk Kesejahteraan Umat Sebagai lembaga amil zakat yang mengemban amanah umat, BAZNAS Kota Bontang melihat data ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi. Temuan dalam WGR 2025 menegaskan pentingnya peran lembaga filantropi formal, seperti BAZNAS, dalam mengelola dan menyalurkan donasi dengan efektif. Untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana. Mengembangkan program-program inovatif yang tidak hanya menyentuh aspek konsumtif, tetapi juga produktif untuk memberdayakan mustahik. Menggunakan teknologi untuk mempermudah masyarakat Kota Bontang menunaikan kewajibannya, baik melalui platform digital maupun layanan jemput zakat. Dengan sinergi antara semangat kedermawanan masyarakat dan manajemen profesional dari BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan menjadi berkah yang maksimal. Mari terus bersama-sama memajukan filantropi Islam untuk mewujudkan Kota Bontang yang lebih sejahtera dan berkah.
28/09/2025 | Humas Baznas Kota Bontang

BAZNAS TV