WhatsApp Icon

Berita Terkini

Wakil Wali Kota Bontang Serahkan 1.300 Paket Sembako untuk Guru Ngaji melalui Program Bontang Peduli BAZNAS Kota Bontang
Wakil Wali Kota Bontang Serahkan 1.300 Paket Sembako untuk Guru Ngaji melalui Program Bontang Peduli BAZNAS Kota Bontang
Wakil Wali Kota Bontang Serahkan 1.300 Paket Sembako untuk Guru Ngaji melalui Program Bontang Peduli BAZNAS Kota Bontang Bontang, 5 Maret 2026 – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan pentingnya peran guru ngaji dalam membangun karakter dan akhlak generasi muda di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan melalui Program Bontang Peduli yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bontang di halaman Gedung BKPRMI, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang menyalurkan 1.300 paket sembako senilai Rp300.000 per paket kepada para ustaz dan ustazah yang berada di bawah naungan BKPRMI Kota Bontang. Pada tahap pertama penyaluran, sekitar 400 guru ngaji hadir secara langsung untuk menerima bantuan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bontang didampingi Ketua BAZNAS Kota Bontang Kuba Siga, Lurah Satimpo Maryono, serta Ketua BKPRMI Kota Bontang Atim Prasojo bersama jajaran pengurus. Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi kepada para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membina generasi muda melalui pendidikan agama. “Ustaz dan ustazah memiliki kontribusi besar dalam membentuk akhlak anak-anak kita. Pemerintah Kota Bontang sangat mengapresiasi dan mendukung program BAZNAS ini karena selaras dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan. “Semakin besar zakat yang terhimpun, semakin besar pula peluang kita membantu warga yang membutuhkan dan mengangkat perekonomian mereka,” tambahnya. Sementara itu, BAZNAS Kota Bontang melaporkan bahwa jumlah penerima manfaat program BAZNAS tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 5.000 penerima manfaat, maka pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 7.500 penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bontang dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat serta memberikan perhatian kepada para pendidik agama di Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran. Zakat Menguatkan Indonesia Pembayaran zakat dapat dilakukan melalui:https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat Informasi rekening resmi tersedia di:https://kotabontang.baznas.go.id/rekening Zakat Menguatkan IndonesiaBAZNAS Kota Bontang – #NikmatBerzakat
06/03/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Wali Kota Bontang Serahkan 447 Paket Sembako BAZNAS untuk Tenaga Kebersihan, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
Wali Kota Bontang Serahkan 447 Paket Sembako BAZNAS untuk Tenaga Kebersihan, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama BAZNAS Kota Bontang kembali menunjukkan komitmen kepedulian sosial melalui Program Bontang Peduli. Sebanyak 447 paket sembako Ramadhan disalurkan kepada tenaga kebersihan Kota Bontang dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (4/3/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG kepada perwakilan penerima manfaat. Adapun penerima bantuan terdiri dari 352 tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang dan 95 tenaga kebersihan pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi atas kontribusi para tenaga kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. “Mereka adalah pahlawan kebersihan Kota Bontang. Di bulan suci Ramadhan ini, kita ingin memastikan bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah serta masyarakat juga hadir untuk mereka,” ujar Wali Kota. Beliau juga mengapresiasi peran BAZNAS Kota Bontang yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam menghadirkan program-program sosial berbasis zakat yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara itu, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa Program Bontang Peduli merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki di Kota Bontang dan disalurkan secara amanah, transparan, dan profesional. Momentum Ramadhan 1447 H menjadi penguat komitmen bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan kesejahteraan umat. BAZNAS Kota Bontang mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Pembayaran zakat dapat dilakukan melalui:https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat Informasi rekening resmi tersedia di:https://kotabontang.baznas.go.id/rekening Zakat Menguatkan Indonesia#NikmatBerzakat
04/03/2026 | Humasbaznas_btg
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
*SIARAN PERS* _Nomor: 102/HUM-BAZ/II/2026_ Senin, 23 Februari 2026 BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
28/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
Bontang – Dalam rangka menyukseskan program Bontang Peduli: Penyerahan 355 Paket Sembako dan Sarana Ibadah Masjid menjelang Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kota Bontang menerapkan strategi pembagian rute pendistribusian ke empat pulau, yakni Malahing, Gusung, Salangan, dan Tihi-tihi. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi geografis wilayah pesisir serta faktor pasang surut air laut yang sangat mempengaruhi akses transportasi laut. Untuk itu, pendistribusian dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terjadwal agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dan sebelum memasuki Ramadhan Pimpinan SDM dan Umum ARSYAD SH “Karena kondisi air laut yang pasang surut, tim harus bergerak cepat. Maka kami membagi rute agar distribusi berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kondisi alam,” ujar nya Setiap pimpinan BAZNAS memimpin langsung tim pendistribusian di titik lokasi berbeda, didampingi amil pelaksana dan relawan. Pola ini dinilai mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus menjaga ketepatan data penerima manfaat. Sebanyak 355 paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain itu, bantuan sarana ibadah masjid juga diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aktivitas keagamaan selama Ramadhan. Dengan semangat nasional “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Kota Bontang terus berupaya menghadirkan layanan distribusi zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kondisi lapangan, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pulau terluar Kota Bontang.humasbaznasbtg
11/02/2026 | Humasbaznas_btg
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
BAZNAS Kota Bontang Bagi Rute Distribusi Sembako Ramadhan di Empat Pulau
Bontang – Dalam rangka menyukseskan program Bontang Peduli: Penyerahan 355 Paket Sembako dan Sarana Ibadah Masjid menjelang Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kota Bontang menerapkan strategi pembagian rute pendistribusian ke empat pulau, yakni Malahing, Gusung, Salangan, dan Tihi-tihi. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi geografis wilayah pesisir serta faktor pasang surut air laut yang sangat mempengaruhi akses transportasi laut. Untuk itu, pendistribusian dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terjadwal agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran dan sebelum memasuki Ramadhan Pimpinan SDM dan Umum ARSYAD SH “Karena kondisi air laut yang pasang surut, tim harus bergerak cepat. Maka kami membagi rute agar distribusi berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kondisi alam,” ujar nya Setiap pimpinan BAZNAS memimpin langsung tim pendistribusian di titik lokasi berbeda, didampingi amil pelaksana dan relawan. Pola ini dinilai mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus menjaga ketepatan data penerima manfaat. Sebanyak 355 paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat pesisir dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Selain itu, bantuan sarana ibadah masjid juga diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aktivitas keagamaan selama Ramadhan. Dengan semangat nasional “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Kota Bontang terus berupaya menghadirkan layanan distribusi zakat yang profesional, amanah, dan responsif terhadap kondisi lapangan, sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pulau terluar Kota Bontang.humasbaznasbtg
11/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Baznas Bantu Warga  Terdampak Banjir
Baznas Bantu Warga Terdampak Banjir
Hujan lebat yang mengguyur Bontang, Sabtu (8/7/23 ) pagi dini hari, membuat beberapa rumah di wilayah Rawa Indah terendam banjir. Kegiatan warga pun terbatas dan tidak bisa keluar dari rumah. Oleh karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang merespon kondisi tersebut dengan memberikan bantuan pada warga terdampak. Baznas memiliki program tanggap bencana. Dimana program ini merupakan kegiatan dadakan, yang dilaksanakan untuk membantu warga yang terkena dampak dari bencana tersebut. Bersama Kelurahan Tanjung Laut Indah, Baznas menyerahkan makan siang berupa nasi bungkus untuk 472 jiwa yang terdampak banjir. “Kelurahan memberikan kami data terkait wilayah yang terkena banjir untuk diberikan bantuan, dan memang ratusan jiwa yang terdampak,” jelas Suryadi, Wakil Ketua (Waka) II Baznas Bontang di dampingi Wakil Ketua III Idris, S ,Ag Total terdapat 6 RT yang terendam banjir, yaitu RT 5, 13, 20, 21, 22 dan 23. Disebutkan bahwa wilayah tersebut sudah sering terkena banjir rob, dan ditambah dengan hujan lebat. “Sekira jam 10 tadi airnya sudah tidak terlalu tinggi, dan warga sudah mulai membersihkan air yang masuk ke dalam rumah mereka,” jelasnya. Lebih lanjut ia berharap, dengan Baznas turun ke lapangan seperti ini, warga sekitar atau lembaga-lembaga lain dapat tergerak agar dapat membantu warga yang terkena musibah agar lebih sigap. “Warga juga bisa memberikan zakat ataupun infaq kepada Baznas, karena itu nanti akan kami kelola untuk kegiatan seperti ini. Jadi kalau ada musibah bisa langsung kita tolong. Baznas juga memiliki banyak program-program lain yang tentunya untuk menolong sesama,” tutupnya. Daftar Rekening ZIS BAZNAS KOTA BONTANG 6705580000 Bank BCA 7202110007 Bank BSI #Infaq 7202100001 Bank BSI #Zakat 33301001863305 Bank BRI 5280000020 Bank Kaltimtara Syariah 6030005565 Bank Muamaalat
08/07/2023 | Humas Baznas

Artikel Terbaru

Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025
Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025
BAZNAS Kota Bontang– Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025 yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF) menunjukkan perubahan signifikan pada posisi filantropi Indonesia. Setelah bertahun-tahun menempati peringkat teratas sebagai negara paling dermawan di dunia, Indonesia kini berada di posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvei. Namun, penurunan peringkat ini tidak lantas berarti masyarakat Indonesia menjadi kurang dermawan. Sebaliknya, data menunjukkan bahwa semangat berbagi dan berzakat di Indonesia tetap kuat, bahkan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Mengenal Laporan WGR 2025: Metodologi yang Berubah, Wawasan yang Lebih Dalam WGR 2025 mengadopsi metodologi baru yang lebih komprehensif dibandingkan World Giving Index (WGI) sebelumnya. Laporan ini secara spesifik mengukur tiga jalur utama donasi: 1. Donasi langsung kepada individu atau keluarga yang membutuhkan. 2. Donasi kepada lembaga amal atau filantropi. 3. Donasi untuk keperluan agama. Perbedaan ini penting karena mencerminkan preferensi masyarakat dalam menyalurkan bantuan. Data menunjukkan bahwa salah satu ciri khas kedermawanan Indonesia adalah kecenderungan untuk memberikan bantuan secara langsung. Posisi Indonesia: Kuantitas di Bawah, Kualitas Tetap Unggul Meskipun secara peringkat global Indonesia turun, data WGR 2025 menunjukkan bahwa rata-rata donasi yang diberikan masyarakat Indonesia setara dengan 1,55% dari pendapatan per kapita. Angka ini masih jauh di atas rata-rata global yang hanya 1,04% dan mengungguli negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini membuktikan bahwa semangat kedermawanan masyarakat Indonesia tetap berada di level tertinggi. Lebih dari itu, laporan ini memberikan wawasan mendalam tentang karakter filantropi di Indonesia, di mana *motivasi keagamaan* memainkan peran sentral. BAZNAS Kota Bontang: Mengoptimalkan Potensi Zakat untuk Kesejahteraan Umat Sebagai lembaga amil zakat yang mengemban amanah umat, BAZNAS Kota Bontang melihat data ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi. Temuan dalam WGR 2025 menegaskan pentingnya peran lembaga filantropi formal, seperti BAZNAS, dalam mengelola dan menyalurkan donasi dengan efektif. Untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana. Mengembangkan program-program inovatif yang tidak hanya menyentuh aspek konsumtif, tetapi juga produktif untuk memberdayakan mustahik. Menggunakan teknologi untuk mempermudah masyarakat Kota Bontang menunaikan kewajibannya, baik melalui platform digital maupun layanan jemput zakat. Dengan sinergi antara semangat kedermawanan masyarakat dan manajemen profesional dari BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan menjadi berkah yang maksimal. Mari terus bersama-sama memajukan filantropi Islam untuk mewujudkan Kota Bontang yang lebih sejahtera dan berkah.
28/09/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Sejarah dan Makna Zakat Dalam Islam
Sejarah dan Makna Zakat Dalam Islam
Pengertian Zakat Secara etimologi, kata zakat berasal dari bahasa Arab zaka yang berarti kesucian, kebaikan, keberkahan, serta pertumbuhan. Dalam terminologi syariat, zakat merujuk pada bagian tertentu dari harta seorang muslim yang wajib dikeluarkan dan disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai ketentuan syariat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam, sehingga keberadaannya menjadi kewajiban fundamental dalam kehidupan seorang muslim. Zakat di Masa Rasulullah SAW Ketika masih berada di Mekah, perintah zakat belum diatur secara rinci, namun merupakan anjuran umum untuk bersedekah dan membantu kaum fakir miskin. Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, ketentuan zakat menjadi lebih terperinci dengan ditetapkannya nisab, haul, dan jenis-jenis harta yang wajib dizakati. Di Madinah, praktik zakat dilaksanakan secara teratur. Rasulullah SAW menunjuk amil zakat untuk mengumpulkan harta dari umat, termasuk hasil pertanian, hewan ternak, emas, perak, dan perdagangan. Harta tersebut kemudian disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai dengan petunjuk dalam Al-Qur'an (QS. At-Taubah: 60). Zakat pada Masa Khulafaur Rasyidin Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menghadapi tantangan ketika sebagian kaum muslim enggan membayar zakat. Beliau bertindak tegas dengan memerangi mereka, menegaskan bahwa zakat adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Hal ini menyatakan bahwa zakat memiliki peran fundamental dalam struktur sosial dan ekonomi Islam. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA, pengelolaan zakat semakin terorganisir. Beliau mendirikan baitul mal sebagai lembaga keuangan negara yang bertanggung jawab atas penerimaan dan distribusi harta umat. Dengan pengelolaan yang baik, zakat pada periode tersebut menjadi faktor utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat muslim. Zakat dalam Sejarah Peradaban Islam Selama perkembangan kekhalifahan Islam, zakat senantiasa menjadi instrumen sosial dan ekonomi yang strategis. Di berbagai wilayah, zakat dikelola langsung oleh pemerintah. Namun, terkadang pengawasan dan manajemen yang lemah menyebabkan zakat tidak berjalan optimal. Zakat di Era Modern Hingga saat ini, zakat tetap relevan sebagai sarana pemerataan ekonomi umat. Negara-negara muslim, termasuk Indonesia, membentuk lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga zakat swasta. Dengan sistem manajemen modern, zakat tidak hanya berperan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan dalam program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
23/09/2025 | Artikel Baznas Kota Bontang
Sedekah Jumat Amalan Kecil, Pahala Besar
Sedekah Jumat Amalan Kecil, Pahala Besar
Hari Jum’at dikenal sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Pada hari ini, Rasulullah ? mengajarkan banyak amalan yang membawa keberkahan, salah satunya adalah sedekah Jum’at. Bersedekah di hari Jum’at bukan hanya bernilai ibadah, tapi juga menjadi pintu datangnya rezeki, keberkahan, dan doa yang diijabah oleh Allah ?. Allah ? berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) Sedangkan Rasulullah ? bersabda: “Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak cara kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi) Dan khusus pada hari Jum’at, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Sedekah pada hari Jum’at dibandingkan dengan sedekah di hari-hari lain seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.” Manfaat Sedekah Jum’at 1. Mendatangkan keberkahan rezeki – Allah akan mengganti apa yang dikeluarkan dengan yang lebih baik. 2. Meningkatkan pahala berlipat ganda – karena Jum’at adalah hari terbaik. 3. Menenangkan hati dan melapangkan urusan – orang yang gemar bersedekah hatinya lebih tenang. 4. Doa lebih cepat diijabah – terutama di waktu mustajab Jum’at. 5. Menghapus dosa dan kesalahan – sedekah menjadi penebus atas dosa-dosa kecil. Dikisahkan seorang pedagang kecil di sebuah pasar selalu menyisihkan sebagian penghasilannya setiap hari Jum’at untuk sedekah, meski hanya uang receh. Suatu ketika, dagangannya sepi berhari-hari hingga ia hampir putus asa. Namun, ia tetap melanjutkan sedekah Jum’atnya dengan penuh keyakinan. Beberapa minggu kemudian, seorang pembeli datang dan membeli dagangannya dalam jumlah besar. Dari situlah rezekinya mengalir lancar. Saat ditanya apa rahasianya, ia hanya tersenyum dan berkata, “Saya hanya berpegang pada janji Allah, bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta.” Kisah ini menjadi bukti nyata, bahwa keberkahan sedekah Jum’at bukan hanya janji di akhirat, tapi juga bisa dirasakan langsung di dunia. Sedekah Jum’at bukan soal seberapa besar yang kita berikan, melainkan seberapa ikhlas hati kita saat memberi. Bahkan uang seribu rupiah, sebutir kurma, atau sebotol air pun bisa menjadi sedekah yang mendatangkan keberkahan jika dilakukan dengan ikhlas. Mari kita biasakan sedekah setiap Jum’at, agar hidup kita penuh rahmat, rezeki semakin berkah, dan langkah kita semakin ringan menuju surga-Nya.
19/09/2025 | Humas Baznas Kota Bontang

BAZNAS TV