WhatsApp Icon
Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat

BONTANG — Kawasan Nyerakat Kiri, RT 09 dan RT 10, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat Kota Bontang Tahun 2026.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Program Kampung Zakat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, H. Muhammad Hamzah, S.H.I., M.H.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Titik Pelaksanaan Kampung Zakat kepada perwakilan Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang hadir melalui Wakil Ketua III, Idris Hakam, S.Ag. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi bersama Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Nyerakat Kiri Memiliki Potensi dan Tantangan

Kawasan Nyerakat Kiri RT 09 dan RT 10 merupakan wilayah perdesaan/pelosok dengan karakteristik wilayah yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit rakyat, serta pekerjaan sebagai buruh sawit.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 85 KK di RT 09 dan 105 KK di RT 10. Hasil validasi data kemiskinan menunjukkan terdapat 88 jiwa prasejahtera di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat kelompok masyarakat rentan yang terdiri dari 18 lansia, 3 anak yatim, dan 6 penyandang disabilitas.

Di sisi lain, Nyerakat Kiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor pertanian palawija, hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit rakyat. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam merancang program pemberdayaan melalui Kampung Zakat.

Namun demikian, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses jalan tani, ketergantungan terhadap musim, serta risiko kebakaran lahan yang membutuhkan pengawasan dan patroli secara terpadu.

Zakat Didorong untuk Pemberdayaan

Melalui penetapan Kampung Zakat, pengelolaan zakat diharapkan tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat.

Beberapa kebutuhan yang telah teridentifikasi antara lain pengadaan sarana pertanian dan perkebunan ringan seperti mesin pemotong rumput, sprayer dan pupuk, serta penguatan modal usaha warung kelontong maupun pengolahan hasil pertanian lokal. Estimasi kebutuhan modal awal untuk kelompok atau pelaku usaha berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp15 juta.

BAZNAS Kota Bontang akan mendorong agar potensi zakat dapat diarahkan secara tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kampung Zakat.

Program ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS Kota Bontang, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat, sehingga pemberdayaan yang dilakukan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

Penetapan Nyerakat Kiri sebagai Kampung Zakat 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan wajah zakat yang lebih produktif: dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju membangun kemandirian masyarakat untuk masa depan.

Nyerakat Kiri — Kampung Zakat 2026, Bersama Zakat Membangun Kemandirian Umat.

21/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Hadir di Rakor Forkopimda, BAZNAS Kota Bontang Perkuat Sinergi ZIS untuk Program Tepat Sasaran dan Berdampak

MAKASSAR — BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda dan Pemangku Kepentingan Kota Bontang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makassar, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, turut hadir bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran BAZNAS dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah melalui pengelolaan dana ZIS untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan dan kelompok mustahik.

Sinergi Agar Program Tidak Tumpang Tindih

Salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut adalah perlunya setiap pihak membangun sinergi agar program pembangunan dan bantuan yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun mengalami tumpang tindih.

Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG mendorong agar setiap program yang dijalankan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan benar-benar memberikan manfaat.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pengelolaan BAZNAS Kota Bontang. Setiap program harus terlebih dahulu melihat kebutuhan di lapangan, memetakan sasaran penerima manfaat dan memperhatikan program yang telah dilaksanakan pemerintah maupun pihak lainnya.

Dengan demikian, dana zakat dan infak yang dititipkan masyarakat dapat menjadi pelengkap sekaligus penguat terhadap program pembangunan yang telah berjalan.

“BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Apa yang sudah dilakukan pemerintah dan para pihak harus kita petakan. Kami mengambil peran untuk melengkapi, memperkuat dan memberikan intervensi kepada kebutuhan yang belum tertangani.”
H. Kuba Siga, Ketua BAZNAS Kota Bontang

Menurutnya, semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

Perhimpunan ZIS Terus Diperkuat

Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS juga tercermin dari data digital SIMBA BAZNAS.

Berdasarkan rekapitulasi pada dashboard SIMBA, perhimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang tahun 2025 tercatat sebesar Rp8.670.871.488 dengan 2.544 muzaki.

Sementara itu, pada Semester I Tahun 2026, kanal digital SIMBA mencatat perhimpunan sebesar Rp4.225.994.524 dengan 214 muzaki pada data dashboard saat diakses.

Dengan demikian, perhimpunan Semester I 2026 tersebut telah mencapai sekitar 48,74 persen dari total perhimpunan tahun 2025.

Data tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin besar dana ZIS yang berhasil dihimpun, semakin besar pula tanggung jawab BAZNAS untuk memastikan dana tersebut dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang nyata.

Dari Data Menuju Kolaborasi Program

Ke depan, BAZNAS Kota Bontang juga mendorong penguatan sistem digital kolaboratif. Sistem tersebut diarahkan agar pihak-pihak yang terlibat dapat melihat informasi program sesuai dengan kewenangan dan hak akses masing-masing.

Data yang akan dikembangkan antara lain meliputi lokasi program, penerima manfaat, jenis bantuan, sumber dana, mitra yang terlibat, status pelaksanaan, dokumentasi, hingga monitoring dan evaluasi program.

Langkah ini penting agar seluruh pihak memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai intervensi yang telah dilakukan dan kebutuhan yang masih belum tertangani.

Konsep tersebut diharapkan dapat membangun satu data, satu perencanaan dan satu arah dampak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dapat berjalan lebih efektif.

Program ZIS Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Penguatan kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada berbagai program BAZNAS Kota Bontang, mulai dari Bontang Peduli, Bontang Sehat, Bontang Cerdas, Bontang Sejahtera hingga Bontang Taqwa.

Termasuk di dalamnya program sunatan massal, bedah rumah, bantuan pendidikan, Belanja Berkah Anak Yatim, serta pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken, ZAuto, ZMart dan ZCoffee.

Program pemberdayaan menjadi perhatian penting agar zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi instrumen untuk mendorong mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Dalam konteks kolaborasi dengan dunia usaha melalui TJSL/CSR, BAZNAS juga siap mengambil peran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Pemetaan program menjadi penting agar bantuan perusahaan, pemerintah dan dana ZIS dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan atau bertumpuk pada sasaran yang sama.

Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI

Dalam menjalankan seluruh programnya, BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmen untuk tetap berpegang pada prinsip:

Aman Syar’i — Aman Regulasi — Aman NKRI.

Prinsip tersebut menjadi landasan agar seluruh pengelolaan ZIS berjalan sesuai ketentuan syariah, peraturan perundang-undangan serta kepentingan bangsa dan negara.

BAZNAS Kota Bontang juga terus memperkuat tata kelola agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, akuntabel, produktif dan berdampak.

Pada akhirnya, kolaborasi bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memastikan setiap program benar-benar dibutuhkan, tepat sasaran, tidak tumpang tindih dan memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Semakin kuat sinergi, semakin luas manfaat. Semakin baik tata kelola, semakin besar kepercayaan. Dan semakin tepat program, semakin nyata dampaknya bagi mustahik.

“Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.”
Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.

21/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Ikuti Pra-Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Zakat Berdampak dan Kepedulian Bencana NTT

BONTANG — Pimpinan BAZNAS Kota Bontang mengikuti Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) BAZNAS 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring melalui Zoom, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, dengan agenda evaluasi pencapaian RKAT 2026 BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota serta penguatan arah pengelolaan zakat nasional.

Pra-Rakornas juga menjadi momentum bagi BAZNAS se-Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam forum tersebut, BAZNAS diajak untuk turut berkontribusi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat BAZNAS untuk hadir tidak hanya melalui program zakat, tetapi juga dalam merespons kondisi kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat ketika terjadi bencana.

BAZNAS Kota Bontang menyambut ajakan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Penggalangan bantuan diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat, muzaki, UPZ, komunitas, dunia usaha dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di NTT.

Selain kepedulian bencana, Pra-Rakornas membahas pentingnya penguatan pengumpulan zakat melalui berbagai segmen, mulai dari ASN dan lembaga pemerintah, perusahaan swasta, organisasi profesi, muzaki khusus hingga kanal digital.

Penguatan pengumpulan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan. Zakat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menghasilkan outcome dan impact bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.

Dorong Transformasi dari Charity Menuju Empowerment

Salah satu pesan penting dalam Pra-Rakornas adalah perlunya perubahan paradigma pengelolaan zakat dari pendekatan campaign based menuju ecosystem based zakat management, serta secara bertahap menggeser program dari sekadar charity menuju empowerment.

Program karitatif tetap diperlukan bagi masyarakat dalam kondisi rentan. Namun, program zakat juga perlu diarahkan untuk membangun kemandirian mustahik sehingga memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan dan pada akhirnya dapat naik kelas menjadi muzaki.

SIMBA Diperkuat sebagai Basis Data Mustahik

Transformasi digital juga menjadi perhatian penting. Data mustahik yang dikelola melalui SIMBA secara by name by address perlu terus dioptimalkan agar tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi berkembang menjadi basis data yang dinamis dan mendukung pengambilan keputusan.

Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai identitas dan lokasi mustahik, riwayat bantuan, jenis program yang diterima, waktu dan lokasi penyaluran, hingga perkembangan kondisi mustahik setelah menerima bantuan.

Penguatan data tersebut juga dapat membantu mencegah tumpang tindih bantuan, meningkatkan ketepatan sasaran serta menjadi dasar dalam menentukan program pemberdayaan.

RKAT Menjadi Instrumen Strategis

Pra-Rakornas turut menegaskan bahwa RKAT bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan keselarasan antara visi pimpinan, program, pelaksanaan kegiatan, tata kelola dan disiplin organisasi.

Perencanaan BAZNAS diarahkan agar selaras dengan prioritas pembangunan, khususnya pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi syariah.

BAZNAS Kota Bontang Siap Menindaklanjuti

Keikutsertaan Pimpinan BAZNAS Kota Bontang dalam Pra-Rakornas BAZNAS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal dan menindaklanjuti arah kebijakan BAZNAS RI di tingkat daerah.

Penguatan pengumpulan, peningkatan kualitas pendistribusian dan pemberdayaan, transformasi digital, pemanfaatan data, pengukuran dampak serta kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana menjadi bagian penting dalam pengembangan BAZNAS Kota Bontang ke depan.

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola zakat agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, produktif dan berdampak.

Dengan semangat:

“Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.”

BAZNAS Kota Bontang terus bergerak agar zakat dan infak tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi menjadi kekuatan untuk mengangkat kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, membangun kemandirian umat serta hadir bagi sesama dalam situasi bencana.

20/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Hadiri Pembukaan BRUS 2026, Perkuat Sinergi Membangun Generasi Sehat, Mandiri dan Berprestasi

BONTANG — BAZNAS Kota Bontang turut menghadiri pembukaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi muda Kota Bontang.

Kegiatan tersebut diikuti 180 siswa dari 22 sekolah di Kota Bontang dan menjadi ruang pembinaan bagi remaja usia sekolah untuk memperoleh pengetahuan, pembekalan dan pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan masa remaja.

Hadir mewakili BAZNAS Kota Bontang, Arsyad, S.H., Pimpinan BAZNAS Kota Bontang/Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum.

Turut hadir H. Rudi Kartono, S.HI., M.Sos., Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta H. Lukman, S.S., M.Si., Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Bontang, yang mewakili Wali Kota Bontang.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Kementerian Agama Kota Bontang, Kepala KUA se-Kota Bontang, unsur perangkat daerah, sekolah dan madrasah serta para peserta BRUS.

Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang disampaikan H. Lukman, ditegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia sejak usia dini.

Generasi muda Bontang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani dan mental, kuat iman, baik akhlaknya, memiliki keterampilan, mencintai keluarga, menghargai sesama serta mampu menghadapi tantangan zaman.

Pemerintah Kota Bontang juga mengajak seluruh unsur untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi generasi muda, termasuk sekolah, madrasah, orang tua, BKKBN, puskesmas, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

BRUS menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan pembekalan kepada remaja terkait berbagai persoalan yang dihadapi pada masa pertumbuhan, termasuk pergaulan negatif, kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, pernikahan dini, stunting, HIV, bullying, kesehatan mental serta berbagai perilaku berisiko lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, remaja juga diajak untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam kehidupan. Masa remaja merupakan masa untuk belajar, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita dan mempersiapkan masa depan.

BAZNAS Kota Bontang memandang pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pengelolaan zakat, infak dan sedekah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, kehadiran BAZNAS Kota Bontang dalam BRUS 2026 menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam kegiatan BRUS:

SEHAT, MANDIRI, BERPRESTASI

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari kolaborasi dalam membangun generasi dan keluarga yang kuat.

Membangun generasi bukan tugas satu lembaga. Dibutuhkan sinergi pemerintah, Kementerian Agama, sekolah, keluarga, masyarakat dan seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan anak-anak Bontang.

Dengan memohon ridha Allah SWT, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026 secara resmi dibuka, dengan harapan kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan menjadi salah satu langkah bersama dalam mencegah pernikahan dini serta mempersiapkan generasi muda Kota Bontang yang berkualitas.

BAZNAS Kota Bontang
Zakat Membangun Generasi, Zakat Menguatkan Masa Depan.

19/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pembinaan Muallaf, Dukung Taehyeong Kim Menapaki Jalan Islam

BONTANG BARAT — BAZNAS Kota Bontang terus mengambil bagian dalam pembinaan dan penguatan kehidupan muallaf di Kota Bontang. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengislaman Taehyeong Kim (38), warga asal Korea Selatan, yang mengucapkan dua kalimat syahadat di Musholla Al Marrotain, Bontang Barat, Selasa (18/8/2026).

Prosesi pengucapan syahadat dilaksanakan melalui Lembaga Pembinaan dan Kesejahteraan Muallaf (LENTERA MUALLAF) Bontang Barat, dengan disaksikan para ustadz, anggota TPQ Al Marrotain serta sejumlah pihak yang turut memberikan pendampingan.

Syahadat dipandu oleh Ahmad Rayyani, Penyuluh Agama Islam KUA Bontang Barat sekaligus Ketua LENTERA MUALLAF Bontang Barat. Dalam proses tersebut, Agni turut membantu sebagai penerjemah untuk memastikan Taehyeong Kim memahami setiap kalimat dan makna yang disampaikan.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, suasana haru dan sukacita menyelimuti para hadirin. Kim menyampaikan rasa bahagia karena mendapatkan sambutan yang ramah dan penuh kekeluargaan.

“Saya merasa bahagia dan sangat haru ketika disambut dengan ramah. Setelah mempelajari dan membandingkan berbagai ajaran agama, saya merasa Islam adalah agama yang lebih baik. Saya juga ingin mengakhiri masa tidak beragama yang selama ini saya jalani sebagai seorang atheis,” ungkap Kim.

Syahadat Menjadi Awal Perjalanan

Bagi LENTERA MUALLAF Bontang Barat, pengucapan syahadat bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan seorang muallaf untuk mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

Ahmad Rayyani menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar muallaf mendapatkan pembinaan keagamaan sekaligus lingkungan yang dapat memberikan dukungan dalam menjaga dan memperkuat keimanan.

Pendekatan yang humanis, ramah dan penuh kasih menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Setiap muallaf memiliki perjalanan hidup dan proses pencarian spiritual yang berbeda.

Sementara itu, Ustadz Arbain Nawawi, staf KUA Bontang Barat, memberikan motivasi kepada Kim mengenai keutamaan seseorang yang memeluk Islam. Ia menyampaikan bahwa dosa-dosa terdahulu diampuni, seorang yang masuk Islam diibaratkan seperti bayi yang baru lahir, kebaikan yang telah dilakukan sebelumnya tetap dicatat, serta pahala kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi Kim untuk menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim dengan penuh optimisme dan semangat untuk terus belajar.

BAZNAS Kota Bontang Hadir Mendukung Muallaf

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang turut memberikan kontribusi berupa perlengkapan alat ibadah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan awal Kim sebagai seorang muallaf.

Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian BAZNAS Kota Bontang terhadap pembinaan muallaf sekaligus bentuk sinergi dengan LENTERA MUALLAF dan KUA Bontang Barat dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang baru memeluk Islam.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, pembinaan muallaf tidak berhenti pada saat seseorang mengucapkan syahadat. Dukungan dan pendampingan setelahnya juga menjadi bagian penting agar muallaf memiliki kesempatan untuk belajar agama, menjalankan ibadah dan tumbuh dalam lingkungan yang memberikan penguatan keimanan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mesir Lahale, Ketua TPQ Al Marrotain, dilanjutkan dengan ucapan selamat, foto bersama dan ramah tamah.

Momen tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi Taehyeong Kim dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim di Kota Bontang.

Melalui sinergi bersama lembaga keagamaan dan masyarakat, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan muallaf, menghadirkan kepedulian, dukungan dan pendampingan agar setiap muallaf dapat menjalani perjalanan keislamannya dengan lebih kuat dan istiqamah.

BAZNAS Kota Bontang
Menebar Zakat, Menguatkan Umat, Menumbuhkan Kebaikan.

18/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar

Berita Terbaru

Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat
BONTANG — Kawasan Nyerakat Kiri, RT 09 dan RT 10, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat Kota Bontang Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Program Kampung Zakat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, H. Muhammad Hamzah, S.H.I., M.H. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Titik Pelaksanaan Kampung Zakat kepada perwakilan Kecamatan Bontang Selatan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang hadir melalui Wakil Ketua III, Idris Hakam, S.Ag. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi bersama Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Nyerakat Kiri Memiliki Potensi dan Tantangan Kawasan Nyerakat Kiri RT 09 dan RT 10 merupakan wilayah perdesaan/pelosok dengan karakteristik wilayah yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit rakyat, serta pekerjaan sebagai buruh sawit. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 85 KK di RT 09 dan 105 KK di RT 10. Hasil validasi data kemiskinan menunjukkan terdapat 88 jiwa prasejahtera di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat kelompok masyarakat rentan yang terdiri dari 18 lansia, 3 anak yatim, dan 6 penyandang disabilitas. Di sisi lain, Nyerakat Kiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor pertanian palawija, hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit rakyat. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam merancang program pemberdayaan melalui Kampung Zakat. Namun demikian, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses jalan tani, ketergantungan terhadap musim, serta risiko kebakaran lahan yang membutuhkan pengawasan dan patroli secara terpadu. Zakat Didorong untuk Pemberdayaan Melalui penetapan Kampung Zakat, pengelolaan zakat diharapkan tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat. Beberapa kebutuhan yang telah teridentifikasi antara lain pengadaan sarana pertanian dan perkebunan ringan seperti mesin pemotong rumput, sprayer dan pupuk, serta penguatan modal usaha warung kelontong maupun pengolahan hasil pertanian lokal. Estimasi kebutuhan modal awal untuk kelompok atau pelaku usaha berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp15 juta. BAZNAS Kota Bontang akan mendorong agar potensi zakat dapat diarahkan secara tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kampung Zakat. Program ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS Kota Bontang, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat, sehingga pemberdayaan yang dilakukan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Penetapan Nyerakat Kiri sebagai Kampung Zakat 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan wajah zakat yang lebih produktif: dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju membangun kemandirian masyarakat untuk masa depan. Nyerakat Kiri — Kampung Zakat 2026, Bersama Zakat Membangun Kemandirian Umat.
BERITA21/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Hadir di Rakor Forkopimda, BAZNAS Kota Bontang Perkuat Sinergi ZIS untuk Program Tepat Sasaran dan Berdampak
Hadir di Rakor Forkopimda, BAZNAS Kota Bontang Perkuat Sinergi ZIS untuk Program Tepat Sasaran dan Berdampak
MAKASSAR — BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda dan Pemangku Kepentingan Kota Bontang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makassar, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, turut hadir bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran BAZNAS dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah melalui pengelolaan dana ZIS untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan dan kelompok mustahik. Sinergi Agar Program Tidak Tumpang Tindih Salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut adalah perlunya setiap pihak membangun sinergi agar program pembangunan dan bantuan yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun mengalami tumpang tindih. Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG mendorong agar setiap program yang dijalankan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan benar-benar memberikan manfaat. Semangat tersebut sejalan dengan arah pengelolaan BAZNAS Kota Bontang. Setiap program harus terlebih dahulu melihat kebutuhan di lapangan, memetakan sasaran penerima manfaat dan memperhatikan program yang telah dilaksanakan pemerintah maupun pihak lainnya. Dengan demikian, dana zakat dan infak yang dititipkan masyarakat dapat menjadi pelengkap sekaligus penguat terhadap program pembangunan yang telah berjalan. “BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Apa yang sudah dilakukan pemerintah dan para pihak harus kita petakan. Kami mengambil peran untuk melengkapi, memperkuat dan memberikan intervensi kepada kebutuhan yang belum tertangani.”— H. Kuba Siga, Ketua BAZNAS Kota Bontang Menurutnya, semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perhimpunan ZIS Terus Diperkuat Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS juga tercermin dari data digital SIMBA BAZNAS. Berdasarkan rekapitulasi pada dashboard SIMBA, perhimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang tahun 2025 tercatat sebesar Rp8.670.871.488 dengan 2.544 muzaki. Sementara itu, pada Semester I Tahun 2026, kanal digital SIMBA mencatat perhimpunan sebesar Rp4.225.994.524 dengan 214 muzaki pada data dashboard saat diakses. Dengan demikian, perhimpunan Semester I 2026 tersebut telah mencapai sekitar 48,74 persen dari total perhimpunan tahun 2025. Data tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin besar dana ZIS yang berhasil dihimpun, semakin besar pula tanggung jawab BAZNAS untuk memastikan dana tersebut dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang nyata. Dari Data Menuju Kolaborasi Program Ke depan, BAZNAS Kota Bontang juga mendorong penguatan sistem digital kolaboratif. Sistem tersebut diarahkan agar pihak-pihak yang terlibat dapat melihat informasi program sesuai dengan kewenangan dan hak akses masing-masing. Data yang akan dikembangkan antara lain meliputi lokasi program, penerima manfaat, jenis bantuan, sumber dana, mitra yang terlibat, status pelaksanaan, dokumentasi, hingga monitoring dan evaluasi program. Langkah ini penting agar seluruh pihak memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai intervensi yang telah dilakukan dan kebutuhan yang masih belum tertangani. Konsep tersebut diharapkan dapat membangun satu data, satu perencanaan dan satu arah dampak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dapat berjalan lebih efektif. Program ZIS Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat Penguatan kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada berbagai program BAZNAS Kota Bontang, mulai dari Bontang Peduli, Bontang Sehat, Bontang Cerdas, Bontang Sejahtera hingga Bontang Taqwa. Termasuk di dalamnya program sunatan massal, bedah rumah, bantuan pendidikan, Belanja Berkah Anak Yatim, serta pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken, ZAuto, ZMart dan ZCoffee. Program pemberdayaan menjadi perhatian penting agar zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi instrumen untuk mendorong mustahik menuju kemandirian ekonomi. Dalam konteks kolaborasi dengan dunia usaha melalui TJSL/CSR, BAZNAS juga siap mengambil peran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Pemetaan program menjadi penting agar bantuan perusahaan, pemerintah dan dana ZIS dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan atau bertumpuk pada sasaran yang sama. Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI Dalam menjalankan seluruh programnya, BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmen untuk tetap berpegang pada prinsip: Aman Syar’i — Aman Regulasi — Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi landasan agar seluruh pengelolaan ZIS berjalan sesuai ketentuan syariah, peraturan perundang-undangan serta kepentingan bangsa dan negara. BAZNAS Kota Bontang juga terus memperkuat tata kelola agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, akuntabel, produktif dan berdampak. Pada akhirnya, kolaborasi bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memastikan setiap program benar-benar dibutuhkan, tepat sasaran, tidak tumpang tindih dan memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Semakin kuat sinergi, semakin luas manfaat. Semakin baik tata kelola, semakin besar kepercayaan. Dan semakin tepat program, semakin nyata dampaknya bagi mustahik. “Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.”Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.
BERITA21/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Ikuti Pra-Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Zakat Berdampak dan Kepedulian Bencana NTT
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Ikuti Pra-Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Zakat Berdampak dan Kepedulian Bencana NTT
BONTANG — Pimpinan BAZNAS Kota Bontang mengikuti Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) BAZNAS 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring melalui Zoom, Kamis (20/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, dengan agenda evaluasi pencapaian RKAT 2026 BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota serta penguatan arah pengelolaan zakat nasional. Pra-Rakornas juga menjadi momentum bagi BAZNAS se-Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam forum tersebut, BAZNAS diajak untuk turut berkontribusi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak. Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat BAZNAS untuk hadir tidak hanya melalui program zakat, tetapi juga dalam merespons kondisi kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat ketika terjadi bencana. BAZNAS Kota Bontang menyambut ajakan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Penggalangan bantuan diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat, muzaki, UPZ, komunitas, dunia usaha dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di NTT. Selain kepedulian bencana, Pra-Rakornas membahas pentingnya penguatan pengumpulan zakat melalui berbagai segmen, mulai dari ASN dan lembaga pemerintah, perusahaan swasta, organisasi profesi, muzaki khusus hingga kanal digital. Penguatan pengumpulan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan. Zakat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menghasilkan outcome dan impact bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Dorong Transformasi dari Charity Menuju Empowerment Salah satu pesan penting dalam Pra-Rakornas adalah perlunya perubahan paradigma pengelolaan zakat dari pendekatan campaign based menuju ecosystem based zakat management, serta secara bertahap menggeser program dari sekadar charity menuju empowerment. Program karitatif tetap diperlukan bagi masyarakat dalam kondisi rentan. Namun, program zakat juga perlu diarahkan untuk membangun kemandirian mustahik sehingga memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan dan pada akhirnya dapat naik kelas menjadi muzaki. SIMBA Diperkuat sebagai Basis Data Mustahik Transformasi digital juga menjadi perhatian penting. Data mustahik yang dikelola melalui SIMBA secara by name by address perlu terus dioptimalkan agar tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi berkembang menjadi basis data yang dinamis dan mendukung pengambilan keputusan. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai identitas dan lokasi mustahik, riwayat bantuan, jenis program yang diterima, waktu dan lokasi penyaluran, hingga perkembangan kondisi mustahik setelah menerima bantuan. Penguatan data tersebut juga dapat membantu mencegah tumpang tindih bantuan, meningkatkan ketepatan sasaran serta menjadi dasar dalam menentukan program pemberdayaan. RKAT Menjadi Instrumen Strategis Pra-Rakornas turut menegaskan bahwa RKAT bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan keselarasan antara visi pimpinan, program, pelaksanaan kegiatan, tata kelola dan disiplin organisasi. Perencanaan BAZNAS diarahkan agar selaras dengan prioritas pembangunan, khususnya pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi syariah. BAZNAS Kota Bontang Siap Menindaklanjuti Keikutsertaan Pimpinan BAZNAS Kota Bontang dalam Pra-Rakornas BAZNAS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal dan menindaklanjuti arah kebijakan BAZNAS RI di tingkat daerah. Penguatan pengumpulan, peningkatan kualitas pendistribusian dan pemberdayaan, transformasi digital, pemanfaatan data, pengukuran dampak serta kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana menjadi bagian penting dalam pengembangan BAZNAS Kota Bontang ke depan. BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola zakat agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, produktif dan berdampak. Dengan semangat: “Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.” BAZNAS Kota Bontang terus bergerak agar zakat dan infak tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi menjadi kekuatan untuk mengangkat kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, membangun kemandirian umat serta hadir bagi sesama dalam situasi bencana.
BERITA20/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Hadiri Pembukaan BRUS 2026, Perkuat Sinergi Membangun Generasi Sehat, Mandiri dan Berprestasi
BAZNAS Kota Bontang Hadiri Pembukaan BRUS 2026, Perkuat Sinergi Membangun Generasi Sehat, Mandiri dan Berprestasi
BONTANG — BAZNAS Kota Bontang turut menghadiri pembukaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi muda Kota Bontang. Kegiatan tersebut diikuti 180 siswa dari 22 sekolah di Kota Bontang dan menjadi ruang pembinaan bagi remaja usia sekolah untuk memperoleh pengetahuan, pembekalan dan pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan masa remaja. Hadir mewakili BAZNAS Kota Bontang, Arsyad, S.H., Pimpinan BAZNAS Kota Bontang/Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum. Turut hadir H. Rudi Kartono, S.HI., M.Sos., Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta H. Lukman, S.S., M.Si., Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Bontang, yang mewakili Wali Kota Bontang. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Kementerian Agama Kota Bontang, Kepala KUA se-Kota Bontang, unsur perangkat daerah, sekolah dan madrasah serta para peserta BRUS. Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang disampaikan H. Lukman, ditegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia sejak usia dini. Generasi muda Bontang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani dan mental, kuat iman, baik akhlaknya, memiliki keterampilan, mencintai keluarga, menghargai sesama serta mampu menghadapi tantangan zaman. Pemerintah Kota Bontang juga mengajak seluruh unsur untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi generasi muda, termasuk sekolah, madrasah, orang tua, BKKBN, puskesmas, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat. BRUS menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan pembekalan kepada remaja terkait berbagai persoalan yang dihadapi pada masa pertumbuhan, termasuk pergaulan negatif, kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, pernikahan dini, stunting, HIV, bullying, kesehatan mental serta berbagai perilaku berisiko lainnya. Dalam kesempatan tersebut, remaja juga diajak untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam kehidupan. Masa remaja merupakan masa untuk belajar, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita dan mempersiapkan masa depan. BAZNAS Kota Bontang memandang pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pengelolaan zakat, infak dan sedekah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kehadiran BAZNAS Kota Bontang dalam BRUS 2026 menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam kegiatan BRUS: SEHAT, MANDIRI, BERPRESTASI BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari kolaborasi dalam membangun generasi dan keluarga yang kuat. Membangun generasi bukan tugas satu lembaga. Dibutuhkan sinergi pemerintah, Kementerian Agama, sekolah, keluarga, masyarakat dan seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan anak-anak Bontang. Dengan memohon ridha Allah SWT, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026 secara resmi dibuka, dengan harapan kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan menjadi salah satu langkah bersama dalam mencegah pernikahan dini serta mempersiapkan generasi muda Kota Bontang yang berkualitas. BAZNAS Kota BontangZakat Membangun Generasi, Zakat Menguatkan Masa Depan.
BERITA19/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pembinaan Muallaf, Dukung Taehyeong Kim Menapaki Jalan Islam
BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pembinaan Muallaf, Dukung Taehyeong Kim Menapaki Jalan Islam
BONTANG BARAT — BAZNAS Kota Bontang terus mengambil bagian dalam pembinaan dan penguatan kehidupan muallaf di Kota Bontang. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengislaman Taehyeong Kim (38), warga asal Korea Selatan, yang mengucapkan dua kalimat syahadat di Musholla Al Marrotain, Bontang Barat, Selasa (18/8/2026). Prosesi pengucapan syahadat dilaksanakan melalui Lembaga Pembinaan dan Kesejahteraan Muallaf (LENTERA MUALLAF) Bontang Barat, dengan disaksikan para ustadz, anggota TPQ Al Marrotain serta sejumlah pihak yang turut memberikan pendampingan. Syahadat dipandu oleh Ahmad Rayyani, Penyuluh Agama Islam KUA Bontang Barat sekaligus Ketua LENTERA MUALLAF Bontang Barat. Dalam proses tersebut, Agni turut membantu sebagai penerjemah untuk memastikan Taehyeong Kim memahami setiap kalimat dan makna yang disampaikan. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, suasana haru dan sukacita menyelimuti para hadirin. Kim menyampaikan rasa bahagia karena mendapatkan sambutan yang ramah dan penuh kekeluargaan. “Saya merasa bahagia dan sangat haru ketika disambut dengan ramah. Setelah mempelajari dan membandingkan berbagai ajaran agama, saya merasa Islam adalah agama yang lebih baik. Saya juga ingin mengakhiri masa tidak beragama yang selama ini saya jalani sebagai seorang atheis,” ungkap Kim. Syahadat Menjadi Awal Perjalanan Bagi LENTERA MUALLAF Bontang Barat, pengucapan syahadat bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan seorang muallaf untuk mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Ahmad Rayyani menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar muallaf mendapatkan pembinaan keagamaan sekaligus lingkungan yang dapat memberikan dukungan dalam menjaga dan memperkuat keimanan. Pendekatan yang humanis, ramah dan penuh kasih menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Setiap muallaf memiliki perjalanan hidup dan proses pencarian spiritual yang berbeda. Sementara itu, Ustadz Arbain Nawawi, staf KUA Bontang Barat, memberikan motivasi kepada Kim mengenai keutamaan seseorang yang memeluk Islam. Ia menyampaikan bahwa dosa-dosa terdahulu diampuni, seorang yang masuk Islam diibaratkan seperti bayi yang baru lahir, kebaikan yang telah dilakukan sebelumnya tetap dicatat, serta pahala kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Pesan tersebut menjadi penguatan bagi Kim untuk menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim dengan penuh optimisme dan semangat untuk terus belajar. BAZNAS Kota Bontang Hadir Mendukung Muallaf Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang turut memberikan kontribusi berupa perlengkapan alat ibadah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan awal Kim sebagai seorang muallaf. Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian BAZNAS Kota Bontang terhadap pembinaan muallaf sekaligus bentuk sinergi dengan LENTERA MUALLAF dan KUA Bontang Barat dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang baru memeluk Islam. Bagi BAZNAS Kota Bontang, pembinaan muallaf tidak berhenti pada saat seseorang mengucapkan syahadat. Dukungan dan pendampingan setelahnya juga menjadi bagian penting agar muallaf memiliki kesempatan untuk belajar agama, menjalankan ibadah dan tumbuh dalam lingkungan yang memberikan penguatan keimanan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mesir Lahale, Ketua TPQ Al Marrotain, dilanjutkan dengan ucapan selamat, foto bersama dan ramah tamah. Momen tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi Taehyeong Kim dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim di Kota Bontang. Melalui sinergi bersama lembaga keagamaan dan masyarakat, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan muallaf, menghadirkan kepedulian, dukungan dan pendampingan agar setiap muallaf dapat menjalani perjalanan keislamannya dengan lebih kuat dan istiqamah. BAZNAS Kota BontangMenebar Zakat, Menguatkan Umat, Menumbuhkan Kebaikan.
BERITA18/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Pimpinan BAZNAS RI Tekankan Penguatan Pengumpulan dan Penyaluran ZIS yang Berdampak
Pimpinan BAZNAS RI Tekankan Penguatan Pengumpulan dan Penyaluran ZIS yang Berdampak
Samarinda, 12 Agustus 2026 — Penguatan kelembagaan, optimalisasi penghimpunan, serta pendistribusian dan pemberdayaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD) yang merupakan rangkaian Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur 2026 di Hotel Harris Samarinda. Materi “Program Pendistribusian dan Pemberdayaan Guna ZIS yang Berdampak dan Fundable” disampaikan oleh H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan periode 2026–2031, sekaligus Koordinator Wilayah BAZNAS RI untuk Kalimantan Timur. Dalam pemaparannya, H. Idy menegaskan bahwa pengumpulan dan penyaluran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, seluruh pimpinan BAZNAS bekerja dengan prinsip kolektif-kolegial, sehingga tanggung jawab terhadap pengumpulan maupun penyaluran tetap melekat pada setiap pimpinan, apa pun bidang tugasnya. “Pimpinan BAZNAS ini semuanya kolektif-kolegial. Apa pun bidangnya, tetap melekat dua fungsi pokok, pengumpulan dan penyaluran.” Ia menekankan, tingginya penghimpunan ZIS akan memperbesar kemampuan BAZNAS dalam menjalankan program pendistribusian dan pemberdayaan. Karena itu, pimpinan bidang penyaluran pun harus memiliki perhatian terhadap pengumpulan. Penyaluran Harus Berbasis Data dan Target H. Idy juga mengingatkan agar BAZNAS tidak hanya sibuk merespons berbagai surat permohonan bantuan. Program pendistribusian dan pemberdayaan harus disusun berdasarkan data, kebutuhan, target dan kemampuan lembaga serta tetap mengacu pada perencanaan yang telah ditetapkan dalam RKAT. Menurutnya, keberadaan Satu Data ZIS dan Data Sosial Kemiskinan (DSK) menjadi momentum penting untuk memperkuat basis data mustahik maupun muzaki. Integrasi data diharapkan dapat membantu BAZNAS menghindari tumpang tindih penerima manfaat dan memastikan program lebih tepat sasaran. Data menjadi salah satu kunci. Kalau persoalan data dapat diselesaikan, setidaknya sebagian besar persoalan dalam perencanaan program dapat ditangani. Ia juga mendorong agar program BAZNAS memiliki indikator keberhasilan yang terukur. Misalnya, program ekonomi tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi sejauh mana mustahik dapat berkembang dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki. Penguatan Kolaborasi dan UPZ Dalam materi tersebut juga ditekankan pentingnya membangun kolaborasi yang nyata dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perusahaan dan perguruan tinggi. H. Idy menyoroti masih adanya lembaga yang lebih banyak mengajukan permohonan penyaluran tetapi belum optimal dalam membantu fungsi penghimpunan. Menurutnya, hubungan kemitraan harus dibangun secara saling menguatkan, bukan hanya ketika membutuhkan bantuan. Perguruan tinggi menjadi salah satu contoh penting. Kampus yang mengajukan dukungan program kepada BAZNAS juga didorong untuk mengembangkan UPZ dan mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS di lingkungan kampus. Ia mencontohkan praktik baik di salah satu PTKIN yang mampu menghimpun ZIS dalam jumlah signifikan melalui optimalisasi UPZ. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi zakat di lingkungan perguruan tinggi sangat besar apabila didukung regulasi, komitmen pimpinan, literasi dan sistem pengelolaan yang baik. Setiap Pimpinan Memiliki Stakeholder Binaan Untuk memperkuat penghimpunan, H. Idy juga mendorong pola pembinaan lembaga atau instansi oleh masing-masing pimpinan BAZNAS. Pimpinan diharapkan tidak hanya menunggu komunikasi dari staf, tetapi secara langsung membangun hubungan dengan kementerian, OPD, perusahaan, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan komunikasi kelembagaan, memperkuat edukasi zakat serta mendorong terbentuk dan optimalnya UPZ. Penguatan UPZ sebagai Pengumpul Zakat Dalam pemaparannya, H. Idy juga menyinggung perlunya peninjauan dan penguatan kembali regulasi serta batasan dalam pengelolaan UPZ, termasuk memastikan fungsi UPZ sesuai dengan nomenklatur dan tujuan pembentukannya sebagai Unit Pengumpul Zakat. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperjelas peran UPZ agar benar-benar berfungsi sebagai instrumen penghimpunan dan tidak bergeser dari fungsi utamanya. Sinkronisasi dengan Pembangunan Nasional Program BAZNAS juga diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional. H. Idy mencontohkan sejumlah program BAZNAS yang sejalan dengan agenda peningkatan lapangan kerja dan penguatan sumber daya manusia, termasuk program pendidikan dan vokasi melalui kolaborasi dengan kementerian terkait. Menurutnya, program pemberdayaan harus memiliki tujuan yang jelas, mulai dari penentuan jumlah penerima manfaat, kebutuhan anggaran, pembagian peran antar-Baznas dan mitra, hingga indikator keberhasilannya. Dengan demikian, kolaborasi tidak sekadar berbentuk pembagian bantuan, tetapi menjadi pembagian peran berdasarkan data dan kebutuhan. Dari Mustahik Menjadi Muzaki Salah satu pesan penting dalam materi tersebut adalah bagaimana program pemberdayaan mampu menghasilkan perubahan nyata. Program ekonomi, misalnya, tidak berhenti pada pemberian modal atau bantuan usaha, tetapi diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemandirian mustahik. Begitu pula program pendidikan, kesehatan, dakwah dan sosial harus memiliki target serta ukuran dampak yang jelas. H. Idy menegaskan bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar tersalurkannya dana ZIS, tetapi bagaimana dana tersebut memberikan perubahan kehidupan bagi penerima manfaat. Memperkuat Sinergi BAZNAS se-Kalimantan Timur Keikutsertaan pimpinan BAZNAS Kota Bontang dalam kegiatan BSD menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan menyerap berbagai praktik baik dalam pengelolaan ZIS. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dengan BAZNAS kabupaten/kota dalam membangun tata kelola penghimpunan, pendistribusian dan pemberdayaan yang lebih terukur. Melalui penguatan kelembagaan, optimalisasi UPZ, integrasi data, kolaborasi stakeholder dan program yang berbasis dampak, BAZNAS diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas manfaat ZIS. Pengumpulan yang kuat menjadi fondasi bagi penyaluran yang lebih luas. Penyaluran yang tepat sasaran dan berdampak akan memperkuat kepercayaan. Dan kepercayaan yang semakin kuat akan menjadi modal bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan penghimpunan ZIS dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
BERITA12/08/2026 | humas_baznasbtg
Perkuat Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS RI Dorong Kolaborasi KKN Tematik dengan Kampus
Perkuat Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS RI Dorong Kolaborasi KKN Tematik dengan Kampus
BAZNAS RI Dorong KKN Tematik Berbasis Zakat Produktif dan Penguatan Koordinasi Samarinda, 12 Agustus 2026 — Penguatan kolaborasi antara BAZNAS dan perguruan tinggi menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD) Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur 2026. Dalam pemaparannya, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, menyampaikan adanya rancangan kerja sama dengan kementerian yang membidangi pendidikan tinggi untuk mendorong pelaksanaan KKN Tematik yang terintegrasi dengan program zakat produktif BAZNAS di sejumlah perguruan tinggi. Menurutnya, program tersebut tidak cukup hanya memberikan bantuan modal atau program produktif, tetapi membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar program benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat. “Kalau ada zakat produktif, pendampingannya harus ada,” tegasnya dalam pemaparan. Model kolaborasi tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan program zakat produktif BAZNAS di tingkat daerah. Selain perguruan tinggi, H. Idy juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Menurutnya, meskipun BAZNAS memiliki jenjang kelembagaan dari pusat hingga daerah, koordinasi dan pembagian peran harus terus diperkuat agar setiap tingkatan dapat menjalankan fungsi sesuai posisi dan kewenangannya. Ia memberikan contoh ketika BAZNAS RI menerima undangan kegiatan di daerah. Tidak seluruh kegiatan harus dihadiri langsung oleh pimpinan pusat. Dalam kondisi tertentu, kegiatan dapat didelegasikan kepada BAZNAS Provinsi sehingga fungsi koordinasi dan penjenjangan tetap berjalan dengan baik. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kelembagaan yang efektif meskipun hubungan antara tingkatan BAZNAS tidak semata-mata bersifat struktural. H. Idy juga membuka ruang bagi BAZNAS daerah untuk memberikan masukan apabila masih ditemukan celah koordinasi antara BAZNAS RI dengan BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota. “Kalau ditemukan belum ada koordinasi antara provinsi dan pusat, atau provinsi dengan daerah, atau daerah dengan pusat, tolong kami diberikan masukan,” ujarnya. Menurutnya, dengan jumlah BAZNAS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, koordinasi menjadi faktor penting agar program pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan dapat berjalan lebih terarah dan tidak terjadi tumpang tindih. Melalui penguatan KKN Tematik, zakat produktif, pendampingan masyarakat, serta koordinasi lintas jenjang BAZNAS, diharapkan program ZIS semakin mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan BSD Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, menyatukan langkah dan membangun model kolaborasi yang lebih efektif antara BAZNAS, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam pemberdayaan masyarakat.
BERITA12/08/2026 | humas_baznasbtg
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Hadiri Rakorda dan BSD se-Kalimantan Timur 2026 , Walikota Bontang hadir di pembukaan Rakorda BAZNAS
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Hadiri Rakorda dan BSD se-Kalimantan Timur 2026 , Walikota Bontang hadir di pembukaan Rakorda BAZNAS
SAMARINDA — Unsur Pimpinan BAZNAS Kota Bontang menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) Pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur Tahun 2026 yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 di Samarinda. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi strategis bagi BAZNAS se-Kalimantan Timur untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus merumuskan arah program kerja ke depan. Berdasarkan laporan kegiatan, Rakorda dan BSD dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan BAZNAS serta meningkatkan pemahaman pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur mengenai pengelolaan zakat. Agenda juga mencakup perumusan program kerja pada bidang pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, pengawasan, serta pelaporan. Dibuka Wakil Gubernur Kaltim Rakorda dan BSD secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, M.Si. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni , Sp.OG, serta jajaran pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat. Menurutnya, BAZNAS bersama pemerintah daerah perlu bergerak cepat dalam meningkatkan penghimpunan zakat, khususnya dari kalangan ASN di masing-masing daerah. Dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan UMKM. > “Yakin dan percaya, dalam waktu satu tahun ke depan kita akan bisa menambah UMKM yang baru yang ada di Kalimantan Timur dan akan menaikkan ekonomi kerakyatan.” Wakil Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus mendorong program yang memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS dan Pemerintah Berjalan Beriringan Wakil Gubernur menempatkan BAZNAS sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya pemerintah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat. Karena itu, sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, masyarakat dan ASN perlu terus diperkuat agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara optimal. Pesan tersebut sejalan dengan tujuan Rakorda dan BSD, yakni memperkuat kelembagaan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam pengelolaan zakat di tingkat pusat dan daerah. Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Turut Hadir Dalam kegiatan tersebut, unsur Pimpinan BAZNAS Kota Bontang hadir lengkap, yaitu H. Kuba Siga, Lc., MA selaku Ketua, H. Suryadi Hendra Gunawan, S.Pd selaku Wakil Ketua II, Muhammad Idris selaku Wakil Ketua III, dan Arsyad, SH selaku Wakil Ketua IV. Kehadiran Pimpinan BAZNAS Kota Bontang menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi pengelolaan zakat di tingkat provinsi sekaligus menyerap berbagai strategi dan kebijakan yang dapat dikembangkan di Kota Bontang. Hasil Rakorda dan BSD diharapkan dapat menjadi pijakan bagi BAZNAS kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. BAZNAS Kota Bontang berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. #CintaZakat # BontangBerkah # BAZNASKotaBontang # RakordaBAZNAS2026 # KalimantanTimur
BERITA11/08/2026 | humas
BAZNAS Kota Bontang Salurkan Bantuan Sarana Usaha kepada 100 Pelaku UMKM
BAZNAS Kota Bontang Salurkan Bantuan Sarana Usaha kepada 100 Pelaku UMKM
BAZNAS Kota Bontang Salurkan Bantuan Sarana Usaha kepada 100 Pelaku UMKM Bontang, 1 Agustus 2026 – BAZNAS Kota Bontang kembali menyalurkan bantuan produktif melalui Program Bontang Makmur kepada 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kota Bontang. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Kota Bontang tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, S.T., M.Si., mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS Kota Bontang yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendayagunaan dana zakat secara produktif. Menurut Eko Arisandi, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat. Program Bontang Makmur dinilai sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun kemitraan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada 100 penerima manfaat disalurkan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan usaha, bukan dalam bentuk uang tunai. Bantuan tersebut antara lain berupa mesin jahit, mesin cuci, blender, etalase usaha, peralatan memasak, serta berbagai sarana usaha lainnya yang disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing penerima. Selain bantuan sarana usaha, penerima manfaat juga memperoleh voucher sembako yang dapat ditukarkan di Toko Pisang Emas, mitra BAZNAS Kota Bontang. Sistem voucher ini diterapkan agar bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan usaha sekaligus mendukung pelaku usaha lokal yang menjadi mitra BAZNAS. Secara simbolis, Ketua BAZNAS Kota Bontang menyerahkan bantuan kepada sejumlah penerima manfaat. Di antaranya bantuan mesin jahit kepada pelaku usaha jasa jahit dan mesin jahit lengkap dengan meja untuk mendukung pengembangan usaha konveksi rumahan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas layanan, serta pendapatan para pelaku UMKM. H. Kuba Siga berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha sehingga para penerima manfaat mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing. "Kami berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang. Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi modal pemberdayaan agar mustahik dapat meningkatkan taraf hidupnya, bahkan kelak menjadi muzaki," ujar H. Kuba Siga. Melalui Program Bontang Makmur, BAZNAS Kota Bontang terus berkomitmen mengelola zakat secara amanah, profesional, transparan, dan berdampak, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi umat serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bontang yang lebih mandiri dan sejahtera.
BERITA02/08/2026 | Humas Baznasbtg.ar
300 Senyum Terukir di Hari Anak Nasional, BAZNAS Kota Bontang Salurkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim, Difabel, dan Dhuafa
300 Senyum Terukir di Hari Anak Nasional, BAZNAS Kota Bontang Salurkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim, Difabel, dan Dhuafa
BONTANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Bontang berlangsung penuh makna. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang bersama Pemerintah Kota Bontang menghadirkan kebahagiaan bagi 300 anak yatim, difabel, dan dhuafa melalui kegiatan Belanja Berkah dan Nonton Bareng yang dipusatkan di Masjid Agung Al Hijrah dan Citimall Bontang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dalam memenuhi hak-hak anak, khususnya bagi anak yatim, difabel, dan dhuafa. Usai pembukaan, seluruh peserta mengikuti kegiatan nonton bersama sebelum berbelanja kebutuhan di Matahari Department Store, Citimall Bontang. Setiap anak menerima bantuan senilai Rp500.000 yang bersumber dari dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Bontang melalui kepercayaan para muzaki. Program yang mengusung tema Bontang Peduli ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Bontang dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Komite I DPD RI, jajaran Pemerintah Kota Bontang, Kementerian Agama, pimpinan BAZNAS Kota Bontang, perbankan, perusahaan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), para muzaki, donatur, relawan, serta para pendamping anak. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang juga memberikan arahan kepada BAZNAS Kota Bontang agar ke depan semakin aktif membangun kolaborasi dengan seluruh perusahaan dan pemangku kepentingan di Kota Bontang. Menurutnya, potensi zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan, serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan memberikan dampak yang jauh lebih besar apabila disinergikan melalui BAZNAS. "Saya berharap BAZNAS Kota Bontang terus aktif membangun kolaborasi dengan seluruh perusahaan, BUMN, BUMD, perbankan, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kota Bontang. Jika seluruh potensi kepedulian sosial dapat disinergikan, maka manfaatnya akan semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang dapat kita bantu. Pemerintah Kota Bontang siap mendukung upaya kolaborasi tersebut," ujar Wali Kota. Menindaklanjuti arahan tersebut, BAZNAS Kota Bontang menyatakan siap memperluas sinergi dan kemitraan dengan seluruh stakeholder di Kota Bontang. Kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk memperkuat berbagai program unggulan BAZNAS, seperti Bontang Peduli, Bontang Cerdas, Bontang Sehat, Bontang Sejahtera, dan Bontang Taqwa, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pimpinan BAZNAS Kota Bontang menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki, donatur, perusahaan, perbankan, UPZ, relawan, dan Pemerintah Kota Bontang atas dukungan yang telah diberikan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Bontang tidak hanya menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membahagiakan serta menumbuhkan harapan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Ke depan, BAZNAS optimistis bahwa dengan semakin banyaknya kolaborasi yang terjalin bersama pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, semakin banyak pula program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dapat diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.
BERITA25/07/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Pra Rakornas BAZNAS Tahun 2026 Secara Daring
Pra Rakornas BAZNAS Tahun 2026 Secara Daring
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Ikuti Pra Rakornas BAZNAS Tahun 2026 Secara Daring Bontang – Pimpinan BAZNAS Kota Bontang mengikuti kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai forum konsolidasi dan penyamaan arah kebijakan organisasi menjelang Rakornas BAZNAS Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI memperkenalkan arah kebijakan BAZNAS periode 2026–2031, mulai dari visi dan misi organisasi, penguatan tata kelola zakat nasional, Ekosistem BAZNAS 10M 1R, konsep 5D Posisi BAZNAS di Hati Umat, hingga sosialisasi 13 Program Prioritas Nasional BAZNAS. Selain itu, disampaikan pula tagline "Zakat Menguatkan Indonesia" serta moto baru BAZNAS, yaitu "Zakat Penolong Sesama di Dunia, Penyelamat Kita di Akhirat", yang menjadi semangat dalam meningkatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. Pada sesi diskusi, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan komitmennya untuk mendukung arah kebijakan BAZNAS RI. Saat ini, BAZNAS Kota Bontang bersama Kementerian Agama Kota Bontang juga tengah mempersiapkan pembentukan Kampung Zakat sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang terintegrasi. Pimpinan BAZNAS Kota Bontang berharap sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota semakin kuat sehingga implementasi program-program nasional dapat berjalan optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah. Melalui Pra Rakornas ini, diharapkan seluruh jajaran BAZNAS memiliki kesamaan visi dan langkah dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak bagi kesejahteraan umat. BAZNAS Kota Bontang Menunaikan Amanah, Menebar Manfaat
BERITA17/07/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Wali Kota Bontang Buka Secara Resmi  Khitanan Massal untuk 450 Anak
Wali Kota Bontang Buka Secara Resmi Khitanan Massal untuk 450 Anak
BAZNAS Kota Bontang Gelar Khitanan Massal untuk 450 Anak, Wali Kota Bontang Buka Secara Resmi Bontang, 4 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang kembali melaksanakan program sosial dan kesehatan melalui Khitanan Massal BAZNAS Kota Bontang Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 ini diikuti oleh 450 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Bontang. Khitanan massal dilaksanakan secara serentak di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Taman Husada Kota Bontang dengan 200 peserta, Rumah Sakit Islam (RSI) Yabis Bontang sebanyak 125 peserta, dan Rumah Sakit Amalia Bontang sebanyak 125 peserta. Pembukaan kegiatan dipusatkan di RSUD Taman Husada Kota Bontang dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bontang. Hadir Wali Kota Bontang, jajaran Pemerintah Kota Bontang, Pimpinan BAZNAS Kota Bontang, Direktur RSUD Taman Husada, Direktur RSI Yabis, Direktur RS Amalia, tenaga medis, para orang tua peserta, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bontang yang terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Beliau mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan untuk terus menunaikan zakat melalui BAZNAS, karena dana zakat yang dihimpun telah membantu ribuan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta khitanan agar berani dan tidak takut menjalani proses khitan. Kepada para orang tua, khususnya para ayah, beliau mengapresiasi kehadiran mereka yang mendampingi putra-putranya sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan, panitia, relawan, serta para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kota Bontang sehingga program khitanan massal ini dapat terlaksana dengan baik. Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Bontang secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan: > "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Khitanan Massal BAZNAS Kota Bontang Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka ." Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa program Khitanan Massal merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, meringankan beban keluarga, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada anak-anak. BAZNAS Kota Bontang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bontang, RSUD Taman Husada Kota Bontang, RSI Yabis Bontang, RS Amalia Bontang, para tenaga medis, relawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga sinergi yang baik ini terus terjalin sehingga semakin banyak program kemaslahatan yang dapat dihadirkan untuk masyarakat Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang "Menunaikan Amanah, Menebar Manfaat." Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bontang. Amanah yang dititipkan terus kami salurkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Bontang yang lebih sejahtera.
BERITA06/07/2026 | Humas Baznas
BAZNAS KOTA BONTANG BERKOLABORASI DENGAN BAZNAS RI HADIRKAN PROGRAM ZCHICKEN SENILAI RP300 JUTA
BAZNAS KOTA BONTANG BERKOLABORASI DENGAN BAZNAS RI HADIRKAN PROGRAM ZCHICKEN SENILAI RP300 JUTA
BAZNAS KOTA BONTANG BERKOLABORASI DENGAN BAZNAS RI HADIRKAN PROGRAM ZCHICKEN SENILAI RP300 JUTA Bontang – BAZNAS Kota Bontang bersama BAZNAS RI menjajaki kolaborasi pelaksanaan Program ZChicken sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha mikro berbasis kuliner ayam krispi. Program ini direncanakan menyasar 30 penerima manfaat di Kota Bontang dengan nilai bantuan mencapai Rp300 juta. Pembahasan program tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang diikuti jajaran pimpinan BAZNAS Kota Bontang dan tim BAZNAS RI melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan dipandu oleh Arsyad, S.H., Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bontang Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum. Dalam paparannya, BAZNAS RI menjelaskan bahwa Program ZChicken merupakan program pemberdayaan ekonomi produktif yang tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pelatihan, pendampingan, monitoring, serta penguatan kapasitas usaha selama satu tahun penuh. Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, Lc., MA, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut karena sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program-program ekonomi produktif yang berkelanjutan. Pada sesi diskusi, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman pelaksanaan program usaha ayam krispi yang pernah dijalankan secara mandiri. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pemilihan penerima manfaat, mekanisme pendampingan, pengelolaan stock point, pemanfaatan vendor lokal, serta aspek keberlanjutan usaha di tengah tingginya persaingan usaha kuliner di Kota Bontang. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bontang, Suryadi, menyampaikan bahwa Kota Bontang memiliki karakteristik pasar yang cukup kompetitif sehingga diperlukan strategi pendampingan dan pemasaran yang kuat agar usaha yang dijalankan mustahik mampu bertahan dan berkembang. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Bontang, Muhammad Idris, S.Ag, menekankan pentingnya tata kelola program yang sesuai dengan ketentuan syariah, prinsip akuntabilitas, dan standar audit yang berlaku di lingkungan BAZNAS. Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS RI juga membuka peluang pemanfaatan vendor lokal dan rumah potong ayam halal binaan BAZNAS Kota Bontang untuk mendukung penyediaan bahan baku program. Skema ini dinilai dapat menekan biaya distribusi sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Melalui kolaborasi ini, sebanyak 30 mustahik direncanakan memperoleh bantuan usaha ZChicken yang mencakup peralatan usaha, bahan baku awal, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan intensif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing. BAZNAS Kota Bontang akan menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut melalui pembahasan internal guna memastikan kesiapan pelaksanaan program sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Kota Bontang. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Bontang ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat serta mewujudkan transformasi mustahik menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Humas BAZNAS Kota Bontang
BERITA09/06/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Kemenag Kota Bontang Gelar Rapat Persiapan Penentuan Kampung Zakat
Kemenag Kota Bontang Gelar Rapat Persiapan Penentuan Kampung Zakat
Kemenag Kota Bontang Gelar Rapat Persiapan Penentuan Kampung Zakat Bontang-BAZNAS – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf menggelar Rapat Persiapan Penentuan Kampung Zakat pada Selasa (2/6/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan pembentukan Kampung Zakat sebagai program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat di Kota Bontang. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, H. Muhammad Hamzah, dan dihadiri oleh berbagai lembaga pengelola zakat yang ada di Kota Bontang. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Idris, S.Ag., serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, IT, dan Umum Arsyad, S.H. Selain BAZNAS Kota Bontang, rapat juga dihadiri oleh perwakilan LAZ Baitul Maal Barakatul Ummah (BMBU), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), UPZ Pupuk Kaltim, UPZ Masjid Raya Baiturrahman, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang. Dalam sambutannya, H. Muhammad Hamzah menyampaikan bahwa Kampung Zakat merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah. Program ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang nyata melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan secara terintegrasi. Rapat membahas berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan lokasi Kampung Zakat, termasuk kondisi sosial ekonomi masyarakat, potensi wilayah, serta peluang kolaborasi program antar lembaga zakat. Sinergi dan kolaborasi menjadi poin penting dalam pembahasan agar program yang akan dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, menyambut baik inisiatif pembentukan Kampung Zakat dan menegaskan kesiapan BAZNAS Kota Bontang untuk berkolaborasi bersama seluruh stakeholder dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Menurutnya, Kampung Zakat dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengubah mustahik menjadi masyarakat yang lebih mandiri dan produktif. Sementara itu, Ketua MUI Kota Bontang menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan Kampung Zakat sebagai upaya bersama dalam memperkuat peran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui rapat persiapan ini, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah strategis dalam rangka mewujudkan Kampung Zakat di Kota Bontang. Diharapkan program ini menjadi sarana penguatan ekonomi umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. "Kampung Zakat bukan hanya tentang penyaluran bantuan, tetapi tentang membangun kemandirian dan masa depan masyarakat yang lebih sejahtera."
BERITA03/06/2026 | Humas Baznasbtg.ar
WALI KOTA BONTANG SERAHKAN HIBAH GEDUNG KANTOR BAZNAS KOTA BONTANG
WALI KOTA BONTANG SERAHKAN HIBAH GEDUNG KANTOR BAZNAS KOTA BONTANG
WALI KOTA BONTANG SERAHKAN HIBAH GEDUNG KANTOR BAZNAS KOTA BONTANG Pemerintah Kota Bontang secara resmi melaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah gedung kantor kepada BAZNAS Kota Bontang pada Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Pendopo Wali Kota Bontang. Penyerahan hibah dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG kepada Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, Lc., MA, yang didampingi oleh Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum, Arsyad, SH. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian acara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama/Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Bontang dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tamu undangan lainnya. Adapun gedung kantor BAZNAS Kota Bontang yang diserahterimakan berlokasi di Jalan Ulin, Kelurahan Satimpo, Kota Bontang. Wali Kota Bontang juga memberikan dukungan dan atensi terhadap kinerja BAZNAS Kota Bontang dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dinilai terus memberikan dampak luas bagi masyarakat Kota Bontang melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, Wali Kota Bontang berharap BAZNAS Kota Bontang dapat terus melakukan berbagai terobosan dan memperkuat sinergi bersama pemerintah, stakeholder, serta masyarakat guna meningkatkan pelayanan lembaga dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Bontang. Dengan adanya hibah gedung kantor ini, diharapkan BAZNAS Kota Bontang semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kota Bontang ke depannya.
BERITA21/05/2026 | Humas Baznas
Laporan Perhimpunan dan Pendayagunaan ZIS – April 2026
Laporan Perhimpunan dan Pendayagunaan ZIS – April 2026
Laporan Perhimpunan dan Pendayagunaan ZIS BAZNAS Kota Bontang – April 2026 PPID BAZNAS Kota Bontang – BAZNAS Kota Bontang menyampaikan laporan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) periode April 2026 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Data laporan ini berdasarkan Laporan Kinerja SiMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) yang terintegrasi secara nasional. Pada periode April 2026, total penghimpunan dana ZIS BAZNAS Kota Bontang mencapai: Rp 673.907.544 Dengan rincian: Zakat Maal Perorangan : Rp 665.090.760 Infak/Sedekah : Rp 8.816.784 Selain itu, tercatat: 2.794 Muzaki Individu 194 Munfik Individu yang telah menyalurkan zakat dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bontang selama April 2026. Dalam aspek pendayagunaan dan penyaluran, total dana yang telah disalurkan mencapai: Rp 173.971.400 Penyaluran dilakukan melalui berbagai bidang program, yaitu: Bidang Kemanusiaan : Rp 138.466.400 Bidang Pendidikan : Rp 22.880.000 Bidang Kesehatan : Rp 4.850.000 Bidang Dakwah dan Advokasi : Rp 7.775.000 Sepanjang Januari hingga April 2026, program-program BAZNAS Kota Bontang telah memberikan manfaat kepada: 9.162 Jiwa Penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta dakwah dan advokasi di Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, ASN, UPZ, perusahaan, dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bontang. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi keberkahan dan menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat. PPID BAZNAS Kota BontangTransparan, Amanah, dan Profesional dalam Pengelolaan Zakat
BERITA19/05/2026 | PPID_Baznas.btg
BAZNAS Kota Bontang Salurkan Rp3 Miliar Dana ZIS pada Triwulan I Tahun 2026
BAZNAS Kota Bontang Salurkan Rp3 Miliar Dana ZIS pada Triwulan I Tahun 2026
BONTANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang melalui PPID BAZNAS Kota Bontang merilis laporan resmi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Triwulan I Tahun 2026 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat kepada masyarakat. Dalam laporan tersebut, total penghimpunan ZIS selama Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp1.581.842.196. Nilai tersebut terdiri dari penghimpunan zakat sebesar Rp1.515.659.556 dan infak/sedekah sebesar Rp66.182.640. Sementara itu, total pendistribusian dan pendayagunaan ZIS pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp3.004.599.769. Dana tersebut bersumber dari penghimpunan berjalan tahun 2026 sebesar Rp1.581.842.196 serta penggunaan saldo dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp1.422.757.573. Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, menyampaikan bahwa penggunaan saldo dana ZIS dilakukan sesuai ketentuan syariat dan diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas, khususnya momentum Ramadhan serta pelayanan kepada mustahik di Kota Bontang. “Alhamdulillah, amanah dan kepercayaan para muzakki terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun telah kami salurkan melalui berbagai program prioritas kemanusiaan, sosial, pendidikan, kesehatan, dan dakwah,” ujarnya. Adapun penyaluran terbesar difokuskan pada sektor kemanusiaan dengan nilai Rp2.690.604.225 atau sebesar 89,46 persen dari total program. Selain itu, sektor kesehatan memperoleh penyaluran Rp236.182.500, pendidikan Rp191.257.570, serta dakwah dan advokasi Rp86.550.000. Berdasarkan kategori asnaf, penyaluran didominasi kepada kelompok miskin sebesar Rp2.660.262.544 atau 88,54 persen, kemudian fakir sebesar Rp241.288.225, fisabilillah Rp98.550.000, dan ibnu sabil Rp1.500.000. Pada Triwulan I Tahun 2026, BAZNAS Kota Bontang juga mencatat penerima manfaat mencapai sekitar 8.700 mustahik perorangan dan sekitar 20 lembaga atau komunitas. Beberapa program prioritas yang dilaksanakan antara lain santunan mustahik dan lansia, paket sembako Ramadhan, zakat fitrah, bantuan wilayah pesisir, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta dakwah dan sosial keagamaan. BAZNAS Kota Bontang turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG, atas dukungan dan sinergi dalam penguatan pengelolaan zakat di Kota Bontang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ASN Pemerintah Kota Bontang, UPZ OPD dan instansi, para muzakki, mitra masjid dan musholla, serta seluruh masyarakat yang terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bontang. Dengan laporan ini, BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang aman syar’i, aman regulasi, transparan, amanah, dan profesional. PPID BAZNAS KOTA BONTANG
BERITA12/05/2026 | Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Ucapkan Selamat atas Prestasi Pemerintah Kota Bontang Raih Penghargaan Nasional
BAZNAS Kota Bontang Ucapkan Selamat atas Prestasi Pemerintah Kota Bontang Raih Penghargaan Nasional
Bontang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Bontang Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG atas keberhasilannya meraih penghargaan Terbaik I Tingkat Nasional Regional Kalimantan dalam Penanganan Penurunan Tingkat Pengangguran. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menghadirkan program-program strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah. BAZNAS Kota Bontang menilai capaian tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang selama ini terus didorong melalui berbagai program sosial dan ekonomi produktif berbasis zakat, infak, dan sedekah. Pimpinan BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih Pemerintah Kota Bontang merupakan hasil kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. “Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kota Bontang. Kami berharap capaian ini dapat terus memotivasi lahirnya program-program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat,” ujar pihak BAZNAS Kota Bontang. Sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang sosial kemasyarakatan, BAZNAS Kota Bontang juga terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi mustahik, termasuk pengembangan usaha mikro dan pemberdayaan berbasis zakat produktif. BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, diharapkan Kota Bontang terus tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan. BAZNAS Kota Bontang Bersama Zakat, Wujudkan Bontang Maju, Sejahtera dan Berkah untuk Semua
BERITA06/05/2026 | Humas Baznasbtg.ar
LAPORAN KINERJA PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) BAZNAS KOTA BONTANG TAHUN 2025
LAPORAN KINERJA PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) BAZNAS KOTA BONTANG TAHUN 2025
LAPORAN KINERJA PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS)BAZNAS KOTA BONTANG TAHUN 2025 Bontang, 14 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menyampaikan laporan kinerja pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tahun 2025 sebagai bagian dari implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik (good governance) dalam pengelolaan dana umat. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), total penghimpunan ZIS Tahun 2025 tercatat sebesar Rp 8.670.790.488. Adapun komposisi penghimpunan terdiri dari: Zakat: Rp 8.442.495.084 (97,37%) Infak/Sedekah: Rp 197.530.904 (2,28%) Zakat Fitrah: Rp 30.764.500 (0,35%) Selain penghimpunan melalui BAZNAS, pengumpulan ZIS juga dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan musholla, termasuk melalui sistem digital Menara Masjid, dengan capaian sementara sebesar Rp 503.872.600 dari 18 masjid/musholla. Penghimpunan tersebut dilaporkan oleh masing-masing UPZ melalui sistem digital yang terintegrasi dengan SIMBA BAZNAS Kota Bontang, sehingga memungkinkan proses pencatatan dan pelaporan dilakukan secara real-time, terukur, dan terintegrasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital zakat. Dalam aspek penyaluran, BAZNAS Kota Bontang telah mendistribusikan dana ZIS sebesar Rp 5.745.556.218 atau 65,14% dari total penghimpunan, yang disalurkan melalui program-program prioritas sebagai berikut: Program Kemanusiaan: 62,32% Program Ekonomi: 12,89% Program Kesehatan: 11,18% Program Pendidikan: 9,98% Program Dakwah dan Advokasi: 3,30% Secara historis, penghimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), penghimpunan dana zakat pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 6.741.494.761, dan meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp 7.598.624.540. Memasuki Tahun 2026, hingga Triwulan I (Januari–Maret 2026), penghimpunan ZIS telah mencapai sebesar Rp 1.532.246.396, yang menunjukkan keberlanjutan tren positif dalam penghimpunan dana umat. BAZNAS Kota Bontang juga menegaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun melalui masjid dan musholla tetap dikelola dan disalurkan oleh masing-masing UPZ sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan, sementara BAZNAS menjalankan fungsi koordinasi, pencatatan, pelaporan, serta penguatan sistem. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya: Pemerintah Kota Bontang melalui OPD dan ASN Para muzakki, munfiq, dan muhsinin Pengelola UPZ masjid dan musholla yang telah berkontribusi dalam optimalisasi penghimpunan ZIS di Kota Bontang. Ucapan penghargaan secara khusus disampaikan kepada Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG, atas dukungan dan komitmen dalam penguatan tata kelola zakat di daerah. Perlu disampaikan bahwa data yang disajikan merupakan data sementara (unaudited) berdasarkan laporan kinerja SIMBA BAZNAS Tahun 2025 dan saat ini masih dalam proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Laporan ini merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik serta komitmen BAZNAS Kota Bontang dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang aman syar’i, aman regulasi, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. BAZNAS Kota BontangAman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI PPID BAZNAS Kota Bontang
BERITA14/04/2026 | PPID_Baznas.btg
BAZNAS Kota Bontang Sesuaikan Pola Kerja WFH, Layanan ZIS, Penyaluran dan Pendayagunaan Tetap Prioritas
BAZNAS Kota Bontang Sesuaikan Pola Kerja WFH, Layanan ZIS, Penyaluran dan Pendayagunaan Tetap Prioritas
BAZNAS Kota Bontang Sesuaikan Pola Kerja WFH, Layanan ZIS, Penyaluran dan Pendayagunaan Tetap Prioritas BONTANG – Menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Bontang tentang transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), BAZNAS Kota Bontang melakukan penyesuaian pola kerja dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Menyesuaikan kebijakan tersebut, BAZNAS Kota Bontang menegaskan bahwa seluruh layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tetap berjalan normal dan menjadi prioritas utama, baik dalam aspek penghimpunan, penyaluran maupun pendayagunaan. Pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan melalui skema Work From Office (WFO) dari tingkat Pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS yang secara terjadwal untuk layanan langsung, sementara fungsi pendukung menerapkan fleksibilitas kerja secara selektif tanpa mengurangi kualitas layanan. Sebagai bagian dari penguatan pelayanan di tengah kebijakan WFH, BAZNAS Kota Bontang juga mengoptimalkan layanan digital. Masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah kapan saja melalui layanan online di: https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat Layanan ini tersedia selama 24 jam sebagai solusi kemudahan berzakat di era digital. Alhamdulillah, pada periode Maret 2026, penghimpunan melalui kanal digital tercatat mencapai Rp15.548.400 dari 26 transaksi, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BAZNAS. Selain itu, BAZNAS Kota Bontang juga menerima laporan penghimpunan dari kanal Menara Masjid, yang dilakukan langsung oleh masjid/musholla dan tercatat sebagai off balance sheet. Artinya, dana dihimpun dan dikelola langsung oleh pihak masjid, sementara BAZNAS hanya menerima laporan secara administratif. Berdasarkan data tahun 2026, penghimpunan melalui Menara Masjid tercatat sebesar Rp89.557.400, dengan partisipasi 3 masjid/musholla dan 2.848 donatur, serta telah disalurkan kepada 44 penerima manfaat. BAZNAS Kota Bontang menegaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun secara langsung melalui lembaga akan dikelola secara amanah, transparan, serta disalurkan dan didayagunakan kepada mustahiq sesuai ketentuan syariat. Kegiatan lapangan seperti survei mustahiq juga disesuaikan dengan mengutamakan mekanisme administrasi dan digital, kecuali dalam kondisi darurat yang memerlukan penanganan langsung. Saat ini akan disediakan kanal digital khusus untuk layanan dan informasi Langsung masyarakay yang menyampaikan oarng yang layak dibantu Langsung bisa meng klik dilayanan digital yang disediakan BAZNAS Kota Bontang, berdasarkan data yang di informasikan team amil ( petugas BAZNAS ) akan mendatangi lokasi dimaksud. Melalui penyesuaian ini, BAZNAS Kota Bontang memastikan bahwa kebijakan WFH tidak mengurangi kualitas layanan, justru menjadi momentum untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan efisiensi, serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Di akhir, selaku Pengelola PPID BAZNAS Kota Bontang, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bontang, Arsyad, mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bontang, baik secara langsung maupun melalui layanan digital, agar dapat dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA11/04/2026 | Humas Baznasbtg.ar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.

Lihat Daftar Rekening →