Berita Terbaru
Bontang Berzakat 2026 Himpun Dana ZIS Rp52 Juta, Wali Kota Apresiasi Kinerja BAZNAS Kota Bontang
Bontang Berzakat 2026 Himpun Dana ZIS Rp52 Juta, Wali Kota Apresiasi Kinerja BAZNAS Kota Bontang
Bontang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang melaksanakan kegiatan Bontang Berzakat Tahun 2026 pada Rabu, 11 Maret 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, serta DPRD Kota Bontang.
Dalam kegiatan tersebut berhasil dihimpun dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Fidyah dengan total Rp52.461.100, dengan rincian sebagai berikut:
Pembayaran melalui Cash
Zakat Maal : Rp20.150.000
Infaq : Rp8.910.400
Fidyah : Rp666.000
Zakat Fitrah : Rp1.223.600
Total Cash : Rp30.950.000
Pembayaran melalui Transfer
Zakat Maal : Rp15.000.000
Infaq : Rp3.697.600
Zakat Fitrah : Rp2.813.500
Total Transfer : Rp21.511.100
Sehingga total penghimpunan dana ZIS dalam kegiatan Bontang Berzakat 2026 mencapai Rp52.461.100.
Wali Kota Bontang Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bontang atas upaya dalam meningkatkan penghimpunan zakat di Kota Bontang. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat kini semakin dimudahkan dalam menunaikan zakat melalui layanan kantor digital BAZNAS Kota Bontang maupun melalui transfer langsung ke rekening resmi BAZNAS.
Pembayaran zakat secara digital dapat dilakukan melalui: https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat
Sementara informasi rekening resmi BAZNAS Kota Bontang dapat diakses melalui: https://kotabontang.baznas.go.id/rekening
Wali Kota Bontang juga menegaskan bahwa dana zakat yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Bontang disalurkan kepada para mustahiq sesuai dengan ketentuan syariat Islam melalui delapan golongan penerima zakat (8 Asnaf).
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa penghimpunan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp8,7 miliar. Dana tersebut kemudian didayagunakan untuk berbagai program kemaslahatan umat.
Pada awal tahun 2026, sebagian dana tersebut telah dipergunakan untuk program Sambut Berkah Ramadhan dengan total pendayagunaan mencapai sekitar Rp2 miliar yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu program utama Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan Berkah BAZNAS Kota Bontang berupa 7.500 paket sembako yang akan didistribusikan kepada mustahiq di berbagai wilayah Kota Bontang.
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa potensi zakat, infaq dan sedekah (ZIS) di Kota Bontang masih sangat besar, khususnya dari lingkungan pemerintah yang diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp12 miliar per tahun.
Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, transparansi, serta pengelolaan zakat secara profesional demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan mustahiq di Kota Bontang.
BAZNAS Kota Bontang Pusat Informasi Zakat
BERITA12/03/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Wakil Wali Kota Bontang Serahkan 1.300 Paket Sembako untuk Guru Ngaji melalui Program Bontang Peduli BAZNAS Kota Bontang
Wakil Wali Kota Bontang Serahkan 1.300 Paket Sembako untuk Guru Ngaji melalui Program Bontang Peduli BAZNAS Kota Bontang
Bontang, 5 Maret 2026 – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan pentingnya peran guru ngaji dalam membangun karakter dan akhlak generasi muda di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan melalui Program Bontang Peduli yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bontang di halaman Gedung BKPRMI, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (5/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang menyalurkan 1.300 paket sembako senilai Rp300.000 per paket kepada para ustaz dan ustazah yang berada di bawah naungan BKPRMI Kota Bontang. Pada tahap pertama penyaluran, sekitar 400 guru ngaji hadir secara langsung untuk menerima bantuan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bontang didampingi Ketua BAZNAS Kota Bontang Kuba Siga, Lurah Satimpo Maryono, serta Ketua BKPRMI Kota Bontang Atim Prasojo bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi kepada para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membina generasi muda melalui pendidikan agama.
“Ustaz dan ustazah memiliki kontribusi besar dalam membentuk akhlak anak-anak kita. Pemerintah Kota Bontang sangat mengapresiasi dan mendukung program BAZNAS ini karena selaras dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan.
“Semakin besar zakat yang terhimpun, semakin besar pula peluang kita membantu warga yang membutuhkan dan mengangkat perekonomian mereka,” tambahnya.
Sementara itu, BAZNAS Kota Bontang melaporkan bahwa jumlah penerima manfaat program BAZNAS tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 5.000 penerima manfaat, maka pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 7.500 penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bontang dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat serta memberikan perhatian kepada para pendidik agama di Kota Bontang.
BAZNAS Kota Bontang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.
Zakat Menguatkan Indonesia
Pembayaran zakat dapat dilakukan melalui:https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat
Informasi rekening resmi tersedia di:https://kotabontang.baznas.go.id/rekening
Zakat Menguatkan IndonesiaBAZNAS Kota Bontang – #NikmatBerzakat
BERITA06/03/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Wali Kota Bontang Serahkan 447 Paket Sembako BAZNAS untuk Tenaga Kebersihan, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama BAZNAS Kota Bontang kembali menunjukkan komitmen kepedulian sosial melalui Program Bontang Peduli. Sebanyak 447 paket sembako Ramadhan disalurkan kepada tenaga kebersihan Kota Bontang dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (4/3/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG kepada perwakilan penerima manfaat.
Adapun penerima bantuan terdiri dari 352 tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang dan 95 tenaga kebersihan pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi atas kontribusi para tenaga kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota.
“Mereka adalah pahlawan kebersihan Kota Bontang. Di bulan suci Ramadhan ini, kita ingin memastikan bahwa perhatian dan kepedulian pemerintah serta masyarakat juga hadir untuk mereka,” ujar Wali Kota.
Beliau juga mengapresiasi peran BAZNAS Kota Bontang yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam menghadirkan program-program sosial berbasis zakat yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa Program Bontang Peduli merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki di Kota Bontang dan disalurkan secara amanah, transparan, dan profesional.
Momentum Ramadhan 1447 H menjadi penguat komitmen bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan kesejahteraan umat.
BAZNAS Kota Bontang mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Pembayaran zakat dapat dilakukan melalui:https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat
Informasi rekening resmi tersedia di:https://kotabontang.baznas.go.id/rekening
Zakat Menguatkan Indonesia#NikmatBerzakat
BERITA04/03/2026 | Humasbaznas_btg
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
*SIARAN PERS*
_Nomor: 102/HUM-BAZ/II/2026_
Senin, 23 Februari 2026
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.
Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.
Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.
Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.
Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA28/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Baznas Kota Bontang Bangun Sinergi dalam Kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027
Bontang, 10 Februari 2026 — Pemerintah Kota Bontang menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang Tahun 2027) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (10/2). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap masukan pemangku kepentingan dalam penyempurnaan arah pembangunan daerah.
Konsultasi publik tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bontang yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Bontang, unsur DPRD Kota Bontang, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Daerah Pemilihan Kota Bontang, perangkat daerah, dunia usaha, serta perwakilan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyusunan RKPD 2027.
BAZNAS Kota Bontang turut hadir Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, IT, dan Umum, Arsyad, S.H. Kehadiran BAZNAS menegaskan peran lembaga zakat sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah, khususnya dalam penurunan kemiskinan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dalam forum tersebut dipaparkan berbagai indikator strategis pembangunan, termasuk kondisi ekonomi daerah, arah pembangunan Kota Bontang sebagai kota industri, serta capaian tingkat kemiskinan yang berada pada kisaran 3,21 persen. Data ini menjadi dasar penting dalam penentuan prioritas pembangunan Kota Bontang Tahun 2027.
BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa nilai perhimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tercatat secara nasional dan ter-update online melalui SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) setiap tahunnya dapat menjadi acuan bersama dalam menyinergikan program Pemerintah Daerah dengan peran dunia usaha dan masyarakat.
Berdasarkan data SIMBA, perhimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang menunjukkan tren peningkatan, yakni Rp6,93 miliar pada tahun 2023, Rp7,72 miliar pada tahun 2024, dan Rp8,4 miliar pada tahun 2025, berdasarkan RKAT 2026 Baznas Kota Bontang mentargetkan peningkatan perhimpunan sebesar Rp12 miliar.
Dana zakat tersebut dikelola sesuai ketentuan melalui 8 Asnap dalam spesifikasi pendistribusian dan pendayagunaan. Pendistribusian diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar mustahiq, sementara pendayagunaan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi produktif melalui program Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, Z-Laundry, serta BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Selain itu, BAZNAS Kota Bontang juga menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi warga miskin.
Melalui forum Konsultasi Publik RKPD 2027 ini, Melalui kegiatan BAZNAS Kota Bontang sangat mendukung kegiatan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah, sehingga zakat perusahaan yang tercatat secara nasional melalui SIMBA dapat memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kota Bontang menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung pelaksanaan RKPD Tahun 2027, khususnya pada agenda penurunan kemiskinan, penguatan UMKM, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan.*humasbaznasbtg*
BERITA10/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang Paparkan Kesiapan Ramadan dan Target ZIS 2026 dalam RDP DPRD
Bontang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bontang, Senin (2/2/2026), bertempat di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang.
RDP tersebut membahas persiapan Bulan Suci Ramadan, dengan menghadirkan sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait. Dalam forum ini, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan pemaparan terkait kesiapan program Ramadan sekaligus target perhimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Tahun 2026.
Dalam pemaparannya, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun ini paket sembako untuk disalurkan kepada mustahik yang telah melalui proses asesmen dan verifikasi. Selain itu, BAZNAS Kota Bontang juga mengupayakan dukungan dan kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur serta BAZNAS RI guna memperluas jangkauan penerima manfaat.
Khusus untuk wilayah pulau-pulau dan kawasan pesisir di Kota Bontang, pendistribusian bantuan direncanakan H-10 sebelum Ramadan, dengan mempertimbangkan kondisi akses transportasi dan faktor cuaca, agar bantuan dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat.
Terkait strategi penghimpunan, BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum utama pengumpulan ZIS. Strategi yang dilakukan antara lain melalui optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), penguatan sinergi dengan OPD, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD, serta peningkatan sosialisasi dan edukasi zakat kepada masyarakat.
Secara tahunan, perhimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang pada tahun 2025 mencapai mendekati Rp8 miliar. Untuk tahun 2026, BAZNAS Kota Bontang menyiapkan dua skenario target perhimpunan, yakni skenario moderat sebesar Rp10,4 miliar dan skenario optimistis sebesar Rp12 miliar, yang diharapkan dapat tercapai melalui dukungan kebijakan serta penguatan sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan RDP ini, BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta siap bersinergi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.
BERITA03/02/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang Gelar Syukuran Kantor Baru, Teguhkan Pengelolaan ZIS Aman Syar’i, Regulasi, dan NKRI**
BAZNAS Kota Bontang 28-01-2026 menggelar kegiatan syukuran penempatan kantor baru sebagai bentuk rasa syukur atas mulai ditempatinya Kantor BAZNAS Kota Bontang. Kegiatan ini berlangsung secara sederhana dan khidmat di kantor baru yang beralamat di **Jl. Ulin, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan**.
Sebelumnya, Kantor BAZNAS Kota Bontang beralamat di **Jl. Pelabuhan I, Kelurahan Tanjung Laut Indah**. Perpindahan kantor ini diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan BAZNAS kepada masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan secara optimal.
Acara syukuran dihadiri oleh perwakilan **Kementerian Agama Kota Bontang**, Lurah Satimpo, Lurah tanjung laut Indah serta Ibu-ibu PKK Kota Bontang yang berada di kawasan Kantor Baznas Kota Bontang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud dukungan dan sinergi dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di Kota Bontang.
Rangkaian acara ditandai dengan prosesi **potong tumpeng secara sederhana**, sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar keberadaan kantor baru ini membawa keberkahan serta semakin meningkatkan kualitas pelayanan BAZNAS kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, **H. Kuba Siga, Lc., MA**, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh aktivitas pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Kota Bontang senantiasa berlandaskan prinsip **aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan aman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)**.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan capaian penghimpunan dana **Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)** selama **periode tahun 2025**. Alhamdulillah, BAZNAS Kota Bontang berhasil menghimpun dana ZIS sebesar **Rp7,8 miliar**, yang seluruhnya tercatat **secara real time melalui SIMBA BAZNAS**, sistem nasional resmi BAZNAS yang menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat.
Capaian ini tidak terlepas dari **dukungan penuh dan kebijakan strategis Pemerintah Kota Bontang**, khususnya arahan dan kebijakan **Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG**, yang mendorong optimalisasi penghimpunan ZIS melalui jalur resmi BAZNAS. Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam peningkatan penghimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang **secara konsisten dari tahun ke tahun**.
Ke depan, BAZNAS Kota Bontang menargetkan **peningkatan penghimpunan ZIS sebesar 30 persen pada tahun 2026 Rp. 10,14 Milyar**, sesuai dengan **target yang ditetapkan oleh BAZNAS RI** dan telah dituangkan secara resmi dalam **Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kota Bontang Tahun 2026**.
Selain fokus pada penghimpunan, BAZNAS Kota Bontang juga akan terus melakukan **terobosan dalam pendampingan ekonomi produktif** melalui pemanfaatan **zakat produktif**, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang secara berkelanjutan. Pendampingan diarahkan agar mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri dan berdaya saing melalui pemberian modal, pembinaan, pendampingan, serta monitoring berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat dampak program, BAZNAS Kota Bontang mengembangkan **program kolaborasi strategis**, di antaranya melalui **BAZNAS Microfinance Masjid (BMM)** sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Selain itu, dilaksanakan pula **Program Bedah Rumah** melalui kolaborasi antara **BAZNAS RI** dan **BAZNAS Kalimantan Timur**, guna meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Pada sektor ekonomi produktif, BAZNAS Kota Bontang turut mengembangkan program unggulan seperti **Z-Chicken**, **Z-Auto**, dan **Z-Laundry** untuk menciptakan peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi mustahik.
Komitmen BAZNAS Kota Bontang untuk **terus membangun kolaborasi** bersama BAZNAS di berbagai tingkatan serta **seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang**. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan **program-program yang selaras** dengan BAZNAS Kota Bontang, sehingga mampu memperluas manfaat zakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang secara berkelanjutan. Humas Baznas_Kota Bontang
BERITA29/01/2026 | Humas Baznas Kota Bontang
Muhasabah Akhir Tahun 2025 Bersama Wali Kota, BAZNAS Kota Bontang Diperkuat sebagai Mitra Program Sosial
Bontang — Pemerintah Kota Bontang menggelar kegiatan Muhasabah dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Pendopo Wali Kota Bontang, Selasa malam (31/12/2025). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga, serta warga Kota Bontang.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama dan perenungan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan tahun 2025, sekaligus memohon keberkahan dan kemudahan dalam menyongsong tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG menyampaikan bahwa muhasabah akhir tahun merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi bersama, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam membangun Kota Bontang.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan mitra pemerintah yang selama ini berkontribusi aktif dalam program-program sosial, khususnya yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang ditegaskan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah.
“Program-program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan tidak dapat dijalankan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi yang kuat dengan BAZNAS, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wali Kota.
Kegiatan muhasabah akhir tahun ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Bidang SDM, IT, dan Umum, Arsyad, SH, sebagai bentuk komitmen BAZNAS Kota Bontang dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang sosial dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang dan BAZNAS Kota Bontang semakin kuat, sehingga program-program sosial dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.
#Humasbaznasbtg
BERITA02/01/2026 | Humas Baznas
Kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, dan BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Bontang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Sinergi lintas tingkatan ini menjadi langkah konkret dalam memperluas dampak pendayagunaan zakat produktif bagi masyarakat Kota Bontang.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin (29/12/2025), bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang
Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG, dalam arahannya menegaskan agar BAZNAS Kota Bontang terus melakukan terobosan program serta memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini dinilai penting agar program zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi semakin berdampak pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Wali Kota Bontang, Hj. dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur atas sinergi, dukungan, dan kolaborasi program yang telah diberikan kepada BAZNAS Kota Bontang.
Kolaborasi ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat pelaksanaan program zakat produktif, pemberdayaan UMKM, pembangunan sarana usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang.
“Pemerintah Kota Bontang menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara profesional, berdampak luas, dan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Wali Kota.
> “BAZNAS Kota Bontang harus terus berinovasi dan memperkuat sinergi. Dengan kolaborasi yang kuat bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi, UPZ Perusahaan, zakat akan dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat di Kota Bontang,” tegas Wali Kota.
Rincian Pendayagunaan Zakat Produktif :
Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, BAZNAS Kota Bontang bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Kaltim merealisasikan sejumlah program produktif dengan total nilai pendayagunaan mencapai Rp 1.077.536.000. Adapun rincian program sebagai berikut:
*Program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS Kota Bontang
Bantuan rombong dan modal usaha untuk 18 pelaku UMKM, sinergi program ZCD–Motor 18 dari BAZNAS Kaltim.
Nilai: Rp 80.836.000*
*Program ZCD BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur
Bantuan 18 unit motor usaha bagi UMKM berbenah se-Kota Bontang.
Nilai: Rp 432.000.000*
*Program Bontang Makmur
Bantuan modal dan alat usaha untuk 85 pelaku UMKM.
Nilai: Rp 214.700.000*
*Program ZCD BAZNAS RI
Penyertaan modal usaha bagi Kelompok UPPKA Gus Faqih, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat.
Nilai: Rp 100.000.000*
*Program ZCD BAZNAS RI – Pembangunan Workshop
Pembangunan workshop sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha mustahik.
Nilai: Rp 150.000.000*
*Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Rehabilitasi 4 unit rumah melalui sinergi dengan BAZNAS RI.
Nilai: Rp 100.000.000*
Dorong Mustahik Naik Kelas
Ketua BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan ke depan diharapkan dapat menjadi muzakki.
Melalui pendekatan zakat produktif dan program berbasis komunitas, BAZNAS Kota Bontang optimistis zakat dapat menjadi instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. # humasbaznas
BERITA30/12/2025 | Humas Baznas
Pelatihan Bekam Sunnah Angkatan II: BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pemberdayaan Mustahik Produktif
BAZNAS-Bontang – Program pemberdayaan masyarakat kembali digelorakan BAZNAS Kota Bontang melalui Pelatihan Bekam Sunnah Angkatan II, yang digelar di BPU Kelurahan Tanjung Laut Indah pada Sabtu (6/12). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari berbagai kelurahan, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program pemberdayaan berbasis keterampilan kesehatan tradisional.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya, Dasuki menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Kota Bontang dalam melahirkan program-program yang memberikan keterampilan nyata dan langsung dapat diterapkan sebagai peluang usaha.
“Kami berharap hadirnya pelatihan ini dapat mencetak terapis-terapis bekam yang kompeten. Semakin banyak pembekam handal tentu akan memberi manfaat langsung bagi warga Bontang,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kuba Siga, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan mustahik produktif yang berkelanjutan. Selain menciptakan peluang usaha baru, keterampilan bekam memiliki manfaat kesehatan yang makin diminati oleh masyarakat luas.
“Bekam adalah salah satu ikhtiar dalam proses penyembuhan. Karena itu, keberadaan terapis yang terlatih sangat dibutuhkan. BAZNAS berkomitmen menghadirkan SDM yang bermanfaat bagi umat,” tuturnya.
Pelatihan Bekam Angkatan II ini memadukan materi teori, praktik langsung, manajemen usaha, standar higienitas, dan etika pelayanan. Peserta juga memperoleh starter kit alat bekam serta rompi terapis sebagai perlengkapan awal untuk memulai praktik.
Lebih dari itu, BAZNAS Kota Bontang ingin menghadirkan dimensi baru bagi para terapis: bahwa setiap interaksi dengan pasien adalah peluang dakwah lembut, mengajak masyarakat mengenal pentingnya zakat, infaq, dan sedekah. Para terapis ini menjadi bagian dari keluarga besar Duta Zakat, penyampai pesan kebaikan melalui tutur yang santun, pelayanan yang menenangkan, dan perilaku yang mencerminkan nilai keberkahan.
Antusiasme para peserta tampak sepanjang kegiatan. Banyak peserta berharap pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka pintu rezeki baru yang berkah serta membantu masyarakat melalui layanan kesehatan alternatif.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Bekam Sunnah Angkatan II ini, BAZNAS Kota Bontang semakin menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya secara ekonomi, serta memperluas jaringan pemberdayaan mustahik produktif melalui berbagai sektor strategis.
BERITA07/12/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang Ikuti Workshop Penatausahaan Keuangan yang Difasilitasi Bagian Kesra Pemkot Bontang
BAZNAS Kota Bontang Ikuti Workshop Penatausahaan Keuangan yang Difasilitasi Bagian Kesra Pemkot Bontang
Bontang, 29 November 2025 — BAZNAS Kota Bontang mengikuti Workshop Penatausahaan Keuangan yang difasilitasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bontang sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas amil dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kegiatan berlangsung di Kantor MUI Kota Bontang dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan, Amil Pelaksana, serta Anak Magang BAZNAS Kota Bontang.
Workshop ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Bontang dan BAZNAS dalam memastikan tata kelola dana umat dilaksanakan dengan profesional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Penguatan Integritas dan Penerapan Prinsip 3A BAZNAS
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta diarahkan untuk memperkuat pemahaman terkait Prinsip 3A BAZNAS, yaitu:
Aman Syar’i, menyalurkan zakat tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariat.
Aman Regulasi, mematuhi seluruh dasar hukum seperti UU 23/2011, PP 14/2014, Perbaznas 4 & 5 Tahun 2018, PSAK 109, serta RKAT resmi BAZNAS.
Aman NKRI, memastikan lembaga berjalan akuntabel, bebas dari penyimpangan, dan mudah diaudit.
Workshop ini menegaskan kembali bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pengelolaan dana umat.
Inspektorat Paparkan Titik Kritis Pengelolaan Keuangan
Sebagai narasumber, Inspektorat Daerah Kota Bontang memberikan materi mendalam terkait penatausahaan keuangan dan akuntabilitas laporan. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
1. Standar Penatausahaan Keuangan
Semua penerimaan ZIS wajib masuk melalui rekening resmi BAZNAS.
Pengeluaran harus berbasis permohonan tertulis dan otorisasi berjenjang.
Penyaluran dana dianjurkan dilakukan melalui transfer untuk memperjelas jejak audit.
2. Titik Kritis Pengelolaan Keuangan
Inspektorat menyoroti kerawanan yang kerap muncul dalam pemeriksaan, seperti:
Setoran terlambat karena hari libur atau beban administrasi,
Input SIMBA yang tidak dilakukan tepat waktu,
Bukti kegiatan kurang lengkap,
Realisasi belanja tidak sesuai RKAT.
3. Sinkronisasi Data SIMBA dan Pemeriksaan Inspektorat
Perbedaan data bukanlah penyimpangan, namun terjadi karena:
Mutasi bank yang berjalan real-time,
Input SIMBA bergantung pada kecepatan amil,
Bukti kegiatan baru diserahkan setelah program berjalan.
Inspektorat menegaskan bahwa disiplin administrasi dan rekonsiliasi harian adalah kunci sinkronisasi.
Komitmen BAZNAS Kota Bontang Tingkatkan Tata Kelola
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang menyampaikan apresiasi dan menilai workshop ini sangat penting dalam memperkuat sistem keuangan lembaga.
“Kami sangat terbantu dengan fasilitasi dari Bagian Kesra dan materi dari Inspektorat. Workshop ini memperkuat disiplin pelaporan, memastikan kesesuaian dengan regulasi, serta membantu mencegah potensi temuan di kemudian hari,” ujar salah satu pimpinan BAZNAS Kota Bontang.
BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk:
Memperkuat kualitas pelaporan SIMBA,
Disiplin input maksimal 1×24 jam,
Menertibkan SOP keuangan,
Menjamin bukti pendukung lengkap dan sah,
Mempercepat dan mengefektifkan penyaluran kepada mustahik.
Sinergi Pemkot & BAZNAS untuk Keuangan Umat yang Lebih Tertib
Workshop ini menegaskan sinergi yang kuat antara Bagian Kesra, Inspektorat, dan BAZNAS dalam meningkatkan pengelolaan dana ZIS di Kota Bontang. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh, diharapkan BAZNAS semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperbaiki tata kelola, meningkatkan integritas, dan mempercepat layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA29/11/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Sinergi Pemkot dan BAZNAS Kota Bontang Cetak 30 Juleha Bersertifikat Untuk Penguatan Pangan Halal
Bontang — Dalam rangka memperkuat jaminan halal dan kelayakan pangan unggas bagi masyarakat Kota Bontang, BAZNAS Kota Bontang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kota Bontang, Kementerian Agama, dan LSP PPHI menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) Unggas Angkatan II Tahun 2025, bertempat di KKG Food & Drink Bontang Utara, pada 25–27 November 2025.
Kegiatan diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari para pelaku usaha pemotongan ayam yang beroperasi di pasar-pasar di Kota Bontang.
Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bontang Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Bapak Lukman, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Bontang dalam mencetak SDM kompeten dan tersertifikasi.
> “Upaya berkelanjutan seperti ini menjadi bukti bahwa zakat dapat dikelola menjadi kekuatan produktif yang mengangkat harkat dan kesejahteraan umat. Ini adalah langkah nyata yang sangat kita dukung bersama,” ujar Bapak Lukman di hadapan Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kuba Siga, pejabat DKPPP Kota Bontang, serta para peserta.
Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran Juleha bersertifikat sangat krusial sebagai garda terdepan dalam memastikan unggas yang beredar di pasar-pasar Kota Bontang telah disembelih sesuai syariat Islam, higienis, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kehadiran narasumber berkompeten dari Samarinda dan Makassar dalam pelatihan ini menunjukkan keseriusan BAZNAS Kota Bontang dalam mencetak tenaga profesional halal yang amanah dan berstandar nasional.
Lebih jauh, Bapak Lukman melihat adanya keselarasan pelatihan Juleha dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat yang sedang dikembangkan BAZNAS, termasuk program berbasis unggas seperti ZChicken.
BAZNAS Kota Bontang berharap lulusan Angkatan II ini mampu menjadi tenaga profesional yang memberi manfaat nyata secara ekonomi sekaligus menjaga martabat dan nilai halal di Kota Bontang
BERITA28/11/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Tekankan Kolaborasi Pemkot-Baznas - Sekda Apresiasi Pelatihan Dasar Satpam
BONTANG – Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan II yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang resmi dimulai pada Senin (20/10/2025) di Lamin Kodim 0908/Bontang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga, perwakilan Kodim 0908/Bontang, Polres Bontang, Dinas Tenaga Kerja, Kementerian Agama, perbankan, tokoh masyarakat,Pimpinan Baznas Kota Bontang serta seluruh peserta pelatihan.
Kolaborasi Pemerintah dan BAZNAS untuk Peningkatan SDM
Dalam sambutannya, Sekda Kota Bontang Aji Erlynawati menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bontang.
“Pelatihan dasar Satpam ini bukan sekadar kursus keterampilan, melainkan sebuah investasi SDM. Kami berharap peserta dapat menjaga integritas, disiplin, dan dedikasi karena profesi Satpam adalah profesi mulia yang berperan penting dalam menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Bontang yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, di antaranya:
Program Bontang Pintar dengan bantuan UKT bagi 2.083 mahasiswa,
Pembagian 3.000 tablet pintar untuk siswa SMP,
Dan program Zero Kemiskinan Ekstrem yang didukung BAZNAS dan perbankan.
Menurut Sekda, sinergi semacam ini menjadi kunci penting dalam memperkuat upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
BAZNAS Salurkan Dana Zakat ASN untuk Pemberdayaan dan Pelatihan
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.
Beliau menjelaskan bahwa pelatihan Satpam Gada Pratama ini sepenuhnya dibiayai dari dana zakat ASN Pemerintah Kota Bontang, sehingga pelatihan ini diperuntukkan bagi peserta beragama Islam yang telah lolos seleksi ketat.
“Ini adalah bentuk nyata dari pemanfaatan dana zakat produktif. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga membangun kemandirian dan daya saing umat melalui pelatihan dan sertifikasi kerja,” terang H. Kuba Siga.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, yang akan menjalani pelatihan intensif selama lima hari, mulai 20–25 Oktober 2025. Total biaya kegiatan mencapai Rp 250 juta, yang bersumber dari zakat produktif BAZNAS Kota Bontang.
Ketua BAZNAS berharap, peserta yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat resmi Gada Pratama dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan, serta menjadi contoh generasi muda muslim yang profesional dan berintegritas.
Harapan dan Komitmen Lanjutan
Dalam sesi penutup, Sekda Kota Bontang bersama Ketua BAZNAS menyerahkan atribut Satpam secara simbolis kepada perwakilan peserta. Acara dilanjutkan dengan foto bersama seluruh jajaran tamu undangan dan peserta pelatihan.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan tenaga pengamanan profesional, bersertifikat, dan berdaya saing tinggi di Kota Bontang.
Bahwa pelatihan ini bukan akhir dari upaya pemberdayaan zakat di Kota Bontang, melainkan bagian dari langkah panjang menciptakan masyarakat mandiri yang berkontribusi kembali melalui infak dan sedekah.
“Harapan kami, setelah bekerja nanti, para peserta dapat menjadi bagian dari para Muzakki yang berinfak melalui BAZNAS Kota Bontang. Karena pada dasarnya, keberkahan zakat adalah ketika penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,”
Ia juga menambahkan, saat ini masyarakat semakin mudah melihat berita tetntang program Baznas Kota Bontang dan cara menunaikan zakat dan infak melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Bontang, dengan sistem pelayanan modern dan transparan. tutur Pimpinan Baznas Bidang Adminitrasi SDM,IT dan Umum Baznas Kota Bontang, Arsyad .SH
*https://kotabontang.baznas.go.id/berita/news-show/tekankan-kolaborasi-pemkot-baznas-sekda-apresiasi-pelatihan-dasar-satpam/29435*
*https://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat* *https://kotabontang.baznas.go.id/rekening*
BERITA20/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang dan Pemkot Bersinergi Wujudkan “Bontang Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera”
BAZNAS Bontang, Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Bontang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bontang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan zakat produktif.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, menyampaikan bahwa tema HUT ke-26 “Bontang Bersatu, Berbenah, Berjaya, Masyarakat Sejahtera” sejalan dengan semangat BAZNAS untuk menghadirkan perubahan sosial yang nyata bagi masyarakat.
> “Zakat bukan hanya memberi, tapi memberdayakan. Melalui kolaborasi dengan Pemkot Bontang, BAZNAS RI, dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, kami berupaya menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ujar H. Kuba Siga.
---
Program Unggulan Pemberdayaan Zakat
Sebagai bentuk nyata kolaborasi, BAZNAS Kota Bontang meluncurkan berbagai program produktif bagi masyarakat mustahik:
1. Pelatihan Gada Pratama Angkatan II
Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bontang, pelatihan ini diikuti 50 tenaga pengamanan (security) untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja baru.
2. Program Z Chicken
Sebanyak 30 penerima manfaat mendapatkan dukungan usaha ayam goreng cepat saji hasil kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Bontang. Program ini mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui zakat produktif.
3. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Sebanyak 10 rumah dhuafa akan direnovasi melalui kerja sama dengan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemkot Bontang — memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak dan sehat.
4. Program Usaha Keliling
BAZNAS Kota Bontang menyalurkan 10 unit kendaraan roda dua untuk mendukung usaha kecil seperti penjual roti, kopi, sayur, pentol, hingga jasa bersih rumah keliling. Kalaborasi Program pemberdayaan zakat BAZNAS Kalimantan Timur
> “Kendaraan ini bukan sekadar alat kerja, tapi simbol kemandirian umat. Kami ingin masyarakat bangkit dengan usaha halal dan produktif,” ujar H. Suryadi Hendra Gunawan, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
---
Sinergi untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Pimpinan BAZNAS Bidang SDM, Umum, IT, Arsyad, S.H., menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS sejalan dengan kebijakan Pemkot dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
> “BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah. Bersatu dan berbenah berarti memperkuat sinergi antara zakat dan kebijakan pembangunan agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” jelas Arsyad.
---
Menuju Bontang Sejahtera
BAZNAS Kota Bontang terus berkomitmen menjadikan zakat sebagai penggerak ekonomi umat. Melalui kolaborasi dan transparansi, BAZNAS ingin mewujudkan prinsip “dari mustahik menjadi muzakki” sebagai cerminan Bontang yang mandiri dan berdaya.
> “Bontang bersatu dan berbenah berarti kita bergerak bersama. Bontang berjaya dan masyarakat sejahtera berarti tujuan akhirnya adalah kebahagiaan dan kemandirian warga,” tutup H. Kuba Siga.
---
Humas BAZNAS Kota Bontang
Waka IV Bidang SDM, Umum, IT, dan Kerja Sama Lembaga — Arsyad, S.H.
---
BERITA13/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Wujud Nyata Kepedulian! Wali Kota Bontang Dianugerahi Penghargaan Nasional Zakat
Komitmen kuat Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung gerakan zakat nasional kembali membuahkan hasil gemilang. Untuk pertama kalinya, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, menerima Penghargaan Nasional BAZNAS Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia yang diberikan langsung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberpihakan dan kontribusi nyata Wali Kota Bontang dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Hal ini tercermin dari keberanian dan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menerbitkan Perwali dan Perda Zakat, yang menjadi landasan hukum kuat dalam tata kelola zakat di daerah.
“BAZNAS sebagai lembaga non-struktural pemerintah harus mampu melakukan terobosan dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Pemerintah Kota Bontang akan terus bersinergi dengan BAZNAS serta menjalin kolaborasi program dengan perusahaan-perusahaan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutan saat menerima penghargaan BAZNAS Award 2025.
Dorongan Kepada Masyarakat untuk Menyalurkan ZIS
Wali Kota Neni mengajak masyarakat luas untuk menyalurkan ZIS (Zakat, Infaq, dan Sedekah) melalui BAZNAS Kota Bontang, agar distribusi zakat dapat lebih tepat sasaran dan produktif.
“Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi kekuatan sosial yang mampu menciptakan keadilan ekonomi melalui kolaborasi semua pihak,” tambahnya.
Program Unggulan BAZNAS Kota Bontang
Sebagai pengelola zakat resmi di Kota Bontang, BAZNAS terus memperkuat berbagai program unggulannya, antara lain:
Bontang Peduli
Bontang Sehat
Bontang Taqwa
Bontang Cerdas
Bontang Sejahtera
Program Sosial dan UMKM
Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, Z-Laundry
BTB (Bontang Tanggap Bencana)
BMM (Baitul Mal wat Tamwil)
BAZNAS Microfinance Masjid
RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
Fokus Baru: Microfinance Berbasis Pasar dan Kelurahan
Menjawab tantangan penguatan ekonomi umat, BAZNAS Kota Bontang akan memfokuskan program pemberdayaannya melalui BAZNAS Microfinance berbasis Pasar dan Kelurahan. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau pelaku usaha kecil dan mikro sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
Skema ini menggunakan dana zakat produktif non-riba dan akan dilaksanakan dengan sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, termasuk dalam aspek pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan.
Program ini diharapkan mampu:
Meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik
Mengurangi ketergantungan pada bantuan konsumtif
Menciptakan ekosistem usaha kecil berbasis syariah
Menyebarluaskan manfaat zakat jangka panjang
Kinerja Penghimpunan dan Target 2025
Per akhir Kuartal III Tahun 2025, BAZNAS Kota Bontang berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 6,07 miliar. Target hingga akhir Desember 2025 adalah mencapai Rp 11 miliar, sebagaimana ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS RI.
Digitalisasi Layanan Zakat: Lebih Mudah dan Transparan
Dalam mendukung era digital, BAZNAS Kota Bontang mempermudah akses pembayaran dan pelaporan zakat dengan berbagai platform digital:
Website resmi: https://kotabontang.baznas.go.id
Transparansi keuangan: https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan
?Kantor Digital BAZNAS: http://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat
Rekening zakat: http://kotabontang.baznas.go.id/rekening
Program Jemput Zakat
Sosial Media: Facebook | Instagram | TikTok → @baznaskotabontang
Audit dan Akuntabilitas: BAZNAS Kota Bontang menjalankan sistem audit berbasis Kantor Akuntan Publik (KAP) yang digunakan secara nasional, serta didampingi oleh Inspektorat Pemerintah Daerah setiap tahunnya.
Ucapan Terima Kasih
Penghargaan ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan penuh dari seluruh elemen masyarakat Kota Bontang, khususnya:
Pegawai Pemerintah Kota Bontang (ASN)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota
DPRD Kota Bontang
Para muzakki rutin dan aghniya
Dengan diraihnya penghargaan nasional ini, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Semangat ini akan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bontang yang berkeadilan dan sejahtera, melalui kekuatan gerakan zakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:Website: kotabontang.baznas.go.idEmail: [email protected]/Facebook/TikTok: @baznaskotabontangCall Center Zakat : [ 08125657401 / 0812 54848460 ]
BERITA11/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
PELATIHAN SATUAN PENGAMANAN GADA PRATAMA BAZNAS KOTA BONTANG ANGKATAN II TAHUN 2025 _GRATIS
PELATIHAN GADA PRATAMA 2025 ANGKATAN KE II
Bersama BAZNAS Kota Bontang
*GRATIS*
*Quota* TERBATAS!
Kesempatan emas buat yang ingin menjadi bagian dari dunia satuan Pengamanan Profesional!
Diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bontang, pelatihan ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan GRATIS!
Timeline Pendaftaran:
07 Oktober sd – 17 Oktober 2025
Pelaksanaan 20 - 24 Oktober 2025
Lokasi Setor berkas : Kantor Baznas Kota Bontang Kelurahan Tanjung Laut Indah ( Samping Kantor Lurah Tanjung Laut Indah )
Fasilitas Peserta:
Seragam PDL
Sepatu PDL
Baju Kaos
Ijazah GADA PRATAMA
KTA GP
Topi, kopel, PIN GP
Kaos, Pin GP
Persyaratan Umum:
1. Warga Kota Bontang
2. Fotocopy KTP dan KK
3. SKTM Dari Kelurahan Domisili
4. Foto warna 3x4 2 lembar ( Kemeja putih latar merah )
5. Laki-laki / Perempuan
6. Beragama Islam
7. Fotocopy Ijasah / Pendidikan terakhir
8. Usia 20–40 tahun
9. Tinggi badan minimal:
Pria: 165 cm
Perempuan: 160 cm
10. Melengkapi dokumen persyaratan
Info lebih lanjut: 0812 5484 8460 (ardian) 0813 5041 0338 ( Fadli )
https://kotabontang.baznas.go.id
Siapkan dirimu, jadilah garda terdepan keamanan yang berintegritas dan profesional!
BERITA07/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Meningkatkan Upaya Penanggulangan Kemiskinan: Kolaborasi Zakat, Pemerintah, dan Generasi Muda
Mencari Jalan Baru Menghapus Kemiskinan: Saat Zakat, Jaminan Sosial, dan Energi Muda Bertemu dalam Satu Panggung
Jakarta – Dalam riuh rendah percakapan tentang pembangunan nasional, masih ada satu masalah yang selalu kembali menghantui: kemiskinan. Meski anggaran bantuan sosial negara mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahun, jumlah penduduk miskin tetap sulit turun secara signifikan. Pertanyaan itu dijawab dalam forum Indonesia Connect Liputan 6 SCTV, Minggu malam (29/9/2029).
Forum ini tak biasa. Ia mempertemukan pejabat pemerintah, ulama, akademisi, penggerak muda, hingga pengelola jaminan sosial dalam satu meja diskusi. Tema besar yang diangkat:
“Pendekatan Baru Pengentasan Kemiskinan Menuju Masyarakat Mandiri.”
Di balik judulnya yang sederhana, forum ini justru menyingkap arah baru. Dari panggung studio, lahir narasi kolaborasi nasional: bagaimana zakat, jaminan sosial, bantuan negara, dan semangat muda bisa disatukan menjadi mesin penggerak kesejahteraan rakyat.
Muhaimin Iskandar: Bansos Harus Jadi Jembatan, Bukan Ketergantungan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, membuka diskusi dengan nada kritis. Ia menyebut Rp500 triliun anggaran bansos yang digelontorkan setiap tahun berpotensi meninabobokan rakyat jika tidak dikaitkan dengan pemberdayaan.
“Bansos itu penting. Tapi jangan sampai menjadikan rakyat bergantung. Bantuan hanyalah jembatan. Yang utama adalah membuka peluang usaha, memberi pelatihan singkat, dan membangun komunitas produktif. Dengan begitu, rakyat bisa berjalan dengan kakinya sendiri,” tegasnya.
Muhaimin juga menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dengan masyarakat sipil, komunitas lokal, dan dunia usaha adalah kunci. “Kita tidak boleh hanya sibuk mengobati, tapi harus berani memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.
Prof. Noor Achmad: Potensi Zakat Rp327 Triliun, Realisasi Baru Rp28 Triliun
Nada itu segera disambung oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Ketua BAZNAS RI. Ia datang membawa data yang mencengangkan. Potensi zakat nasional, menurut kajian Puskas BAZNAS 2028, mencapai Rp327 triliun per tahun. Tapi penghimpunan aktual baru Rp28 triliun atau 8,5% dari potensi.
“Kalau potensi ini dikelola serius, kita bisa menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. Zakat bukan sekadar santunan, tapi modal usaha, microfinance, bahkan investasi sosial,” jelas Noor.
Ia memaparkan contoh: di Indramayu, nelayan binaan BAZNAS kini memiliki koperasi modern yang memperkuat daya tawar mereka terhadap tengkulak. Di NTT, kelompok petani jagung yang didanai zakat produktif kini panen dua kali lipat.
“Zakat punya roh pemberdayaan. Tapi ia harus dikawinkan dengan pendampingan dan ekosistem usaha. Inilah mesin perubahan yang sedang kita bangun,” tambahnya.
Pramudya Iriawan: Jaminan Sosial Mengangkat Generasi
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, memberi sudut pandang lain: jaminan sosial bukan hanya perlindungan, tapi juga pemberdayaan.
Ia menyinggung program beasiswa penuh bagi anak-anak pekerja yang meninggal dunia atau cacat total tetap. “Beasiswa ini diberikan full hingga perguruan tinggi, maksimal dua anak per keluarga. Nilainya bisa mencapai Rp174 juta. Sampai sekarang ada 95 ribu anak penerima manfaat,” paparnya.
Tak berhenti pada bantuan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng universitas bereputasi. “Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sekolah, tapi juga mendapat pendidikan berkualitas. Dengan begitu, hilangnya pencari nafkah tidak memutus masa depan keluarga,” ujarnya.
Pramudya menegaskan, sinergi antara jaminan sosial dan program pemberdayaan akan memberi dampak berlipat. “Jaminan sosial bukan sekadar santunan, tapi instrumen negara untuk menjaga harkat manusia. Kami ingin perlindungan ini juga menjadi pintu keluar dari kemiskinan,” tandasnya.
Billy Boen: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Kerja
Dari kursi pengusaha muda, Billy Boen, pendiri Young On Top, berbicara lugas. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya bercita-cita jadi pencari kerja. “Kalau kita ingin menghapus kemiskinan, anak muda harus menciptakan kerja. Teknologi digital memberi peluang besar untuk itu,” katanya.
Menurut Billy, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. “Kalau anak muda hanya mencari kerja, kita akan terjebak. Tapi kalau anak muda jadi inovator, pengusaha, kreator, maka bonus demografi berubah jadi bonus ekonomi,” ucapnya.
Rizal Taufikurrahman: Data Harus Jadi Basis Kebijakan
Suara akademisi hadir lewat Rizal Taufikurrahman dari INDEF. Ia menyoroti bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat multidimensi: rendahnya pendidikan, akses kesehatan terbatas, hingga minimnya infrastruktur dasar.
“Kebijakan parsial hanya melahirkan ilusi perubahan. Data harus jadi basis. Kalau tidak, kita hanya menambal luka tanpa menyembuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya integrasi data antara pemerintah, lembaga zakat, dan BPJS. “Kalau data tidak terhubung, program akan tumpang tindih. Padahal, dengan satu basis data terpadu, kita bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan pemberdayaan berkelanjutan,” paparnya.
Farhan Frisia: Perlu Kisah Nyata yang Viral
Di era digital, suara generasi muda diwakili Farhan Frisia, influencer dengan jutaan pengikut. Ia mengingatkan bahwa sekadar bicara data tidak cukup. “Masyarakat cepat lupa angka-angka. Yang membekas adalah kisah nyata,” katanya.
Farhan mendorong pemerintah dan lembaga zakat untuk menyebarkan narasi inspiratif. “Kita butuh cerita: seorang anak buruh yang dapat beasiswa lalu sukses jadi insinyur, atau seorang nelayan miskin yang bangkit lewat modal zakat. Cerita-cerita seperti itu bisa viral, dan membuat orang lain percaya diri bahwa perubahan itu nyata,” ujarnya.
Investigasi Tempo: Menyingkap Paradigma yang Bergeser
Tempo menemukan dalam laporan investigasi 2028 bahwa lebih dari 60% program bansos gagal berlanjut setelah bantuan selesai. Sebab utamanya: tidak ada pendampingan dan pemberdayaan.
Kajian Bank Dunia (2027) bahkan menegaskan, setiap Rp1 bansos produktif yang dikaitkan dengan pelatihan dan modal usaha, mampu berkembang menjadi Rp3–Rp4 nilai ekonomi dalam lima tahun.
Artinya, jalan keluar bukan menambah bansos, melainkan mengintegrasikan bansos dengan zakat, jaminan sosial, pendidikan, dan ekosistem usaha lokal.
Menjahit Semua Suara: Dari Studio ke Desa Nusantara
Dari pemerintah, ulama, pengusaha muda, akademisi, hingga influencer, satu pesan mengalir deras: kemiskinan bukan takdir, tapi tantangan yang bisa dikalahkan dengan kolaborasi.
Muhaimin bicara soal arah kebijakan, Noor Achmad bicara potensi zakat, Pramudya bicara perlindungan generasi, Billy bicara energi muda, Rizal bicara data, dan Farhan bicara narasi publik. Semua potongan itu, jika dijahit rapi, akan menjadi kain besar gerakan nasional.
Dan forum malam itu seolah menjadi laboratorium: bahwa penghapusan kemiskinan hanya mungkin jika negara, masyarakat sipil, dan generasi muda bergerak bersama.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Walikota Bontang serahkan sedekah 100 juta untuk 100 Anak Yatim Melalui Program Baznas RI
Walikota Bontang menyerahkan sedekah dari Alfamart dan Alfamidi santunan kepada 100 anak yatim di Kota Bontang yang merupakan rangkaian kegiatan Lebaran Yatim BAZNAS 2025 dengan tema ‘Tebarkan Kebaikan, Tumbuhkan Keceriaan’, yang digelar di Pendopo Walikota Bontang, Senin (01/09/2025). Program sinergi Baznas RI melalui dan di fokuskan di Baznas Kota Bontang
Adapun bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, alat tulis serta santunan uang saku senilai 500 ribu per anak , yang berasal dari sedekah konsumen Alfamart dan Alfamidi. Total dari program Baznas RI ke Baznas Kota Bontang 100 Juta Rupiah
Walikota Bontang menyampaikan “Melalui kolaborasi ini, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program kebaikan yang disalurkan oleh BAZNAS. Kami berharap, semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Baznas Kota Bontang diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dengan semua Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan program pemberdayaan masyarakat, dan memastikan zakat disalurkan secara tepat sasaran dan profesional, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bontang. Walikota Bontang memberi dukungan penuh untuk Baznas Kota Bontang dapat membangun sinergi dengan semua perusahaan yang ada di Kota Bontang ( Humas Baznas Bontang )
BERITA01/09/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Wali Kota Bontang Terima Penghargaan Prestasi Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia_BAZNAS AWARD Tahun 2025.
Segenap Pimpinan, dan Pelaksana BAZNAS Kota Bontang menghaturkan selamat kepada Penjabat Walikota Bontang,dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG atas Penghargaan Prestasi Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. dalam BAZNAS AWARD Tahun 2025.
Penghargaan ini sebagai apresiasi dari BAZNAS Republik Indonesia, dalam menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang, BAZNAS KotaBontang dan seluruh instansi terkait dalam mendukung gerakan zakat di Daerah
Penghargaan ini merupakan bukti perhatian besar Wali Kota Bontang terhadap gerakan zakat di Kota Bontang. Penghargaan ini mencerminkan dedikasi, inovasi, dan komitmen nyata Pemerintah Kota Bontang bersama BAZNAS Kota Bontang dalam memperkuat peran zakat untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas
Di Balik Pengelolaan Zakat: Begini Cara BAZNAS Menjaga Amanah Umat
Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan transparansi. Sebagai lembaga resmi negara yang ditugaskan mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan umat.
Namun di tengah dinamika yang berkembang, muncul pertanyaan di masyarakat: Bagaimana sebenarnya zakat itu dikelola? Artikel ini mengajak Anda melihat lebih dekat ke balik layar pengelolaan zakat di BAZNAS, dan bagaimana lembaga ini berusaha menjaga integritas serta amanah umat.
1. Mekanisme Pengelolaan Zakat: Transparan dan Terstruktur
BAZNAS mengelola dana zakat melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan. Proses ini diawasi oleh sistem keuangan syariah dan audit internal yang ketat. Berikut tahapannya:
Penghimpunan
Zakat dikumpulkan melalui berbagai kanal seperti aplikasi digital, layanan jemput zakat, payroll zakat ASN/pegawai, melalui pengumpulan kantor digital BAZNAS. Dan ter input dalam setap bulan dan ter integrasi secara Nasional melalui system pelaporan SIMBA BAZNAS RI
Pendistribusian dan Pendayagunaan
Dana zakat disalurkan melalui berbagai program, diantaranya kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan dakwah advokasi, kebencanaan dan ekonomi.
Pelaporan
Setiap transaksi dan penggunaan dana dicatat, diaudit, dan dilaporkan secara berkala melalui situs resmi dan laporan tahunan yang dapat diakses public.
Kantor Digital BAZNAS Kota Bontang ( https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan )
2. Sistem Pencegahan Korupsi di BAZNAS
Menjadi lembaga yang mengelola dana publik, apalagi dana ibadah seperti zakat, membuat BAZNAS sangat ketat dalam mencegah korupsi, penyimpangan, dan penyalahgunaan wewenang. Ada beberapa sistem utama yang dibangun untuk mencegah korupsi:
Audit Berlapis dan Terbuka
A. Audit Keuangan (KAP)
Audit ini dilakukan setiap tahun oleh lembaga independen eksternal (bukan internal BAZNAS), untuk menilai kesesuaian pengelolaan keuangan dengan strandar, validasi data keuangan terhadap dokumen riil, dan kesesuaian antara anggaran program dengan realisasi di lapangan. BAZNAS Kota Bontang juga melalui pendampingan dan pengawasan langsung melalui Inspektorat Kota Bontang sejak tahun 2023.
Outputnya adalah: Laporan Audit Keuangan dengan opini: (Wajar Tanpa Pengecualian, Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar, dan Disclaimer (tidak memberikan opini).
B. Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag RI)
Audit ini menilai apakah dana zakat dihimpun, dikelola, dan disalurkan sesuai hukum islam. Mustahik ditentukan berdasarkan 8 asnaf (golongan penerima zakat). Tidak ada praktik riba, penimbunan atau penyimpangan dalam distribusi zakat.
C. Audit Pendampingan oleh Inspektorat daerah Kota Bontang sejak tahun 2023 terkait system administrasi pelaporan ZIS Baznas Kota Bontang
3. Komitmen: Zakat Anda, Tanggung Jawab Kami
Menjaga dana zakat tidak cukup hanya dengan membangun sistem pengawasan dan audit. BAZNAS membuktikan komitmennya dengan menyalurkan zakat secara tepat sasaran, terukur, dan berdampak luas melalui program-program unggulan di berbagai bidang. Inilah bentuk nyata tanggung jawab kami kepada para muzakki dan mustahik:
- Kemanusiaan
Program BAZNAS dalam menyalurkan bantuan mendesak untuk para mustahik, di antaranya:
1. Paket sembako untuk memenuhi kebutuhan mustahik.
2. Bantuan sosial kemanusiaan juga diberikan bagi mustahik perorangan atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan karena memiliki sumber mata pencaharian atau sudah tidak mampu bekerja.
3. Bantuan Penyandang Disabilitas, bantuan bagi penyandang disabilitas atau bagi individu penyandang disabilitas berupa kaki palsu, kursi roda atau alat pendukung aktivitas lainnya.
4. Bantuan Rumah Layak Huni, Program renovasi rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik berupa tempat tinggal yang layak, memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kesehatan.
5. Zakat Fitrah, BAZNAS menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik 8 asnaf, di antaranya keluarga rentan.
6. Kurban, BAZNAS memberikan jaminan kaum Muslimin menunaikan ibadah kurban secara mudah, aman dan sesuai syariah. Daging kurban disalurkan khususnya kepada mustahik
- Kesehatan, Program pelayanan akses pembiayaan kesehatan secara terpadu kepada seluruh mustahik.
- Pendidikan dan Dakwah. Pendidikan, merupakan program BAZNAS dalam menyediakan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi para siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta sebagai pertanggungjawaban antar generasi.
- Kebencanaan melalui BAZNAS Tanggap Bencana, Program ini berjalan melalui yakni: Penanganan kebencanaan kebencanaan; Kerelawanan melalui rekrutmen dan pelatihan relawan dalam setiap bencana yang terjadi
- Ekonomi, dalam menyalurkan dana zakat, BAZNAS berkomitmen meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kemandirian ekonomi, di antaranya:
A. Ekonomi Perkotaan ( ZMART, ZCHICKEN, Z-AUTO, Z LAUNDRY , ZCOFFEE, dan BAZNAS Microfinance Masjid) Program Balai Ternak Unggas, ZCD dan Pemberdayaan UMKM
B. Para mustahik binaan dibantu dalam proses pengajuan usaha serta diajarkan dalam peningkatan pengembangan usaha.
Zakat bukan sekadar kewajiban. Ia adalah bentuk keimanan, kepedulian, dan kepercayaan. Dan ketika umat menitipkan zakat kepada BAZNAS, yang sesungguhnya mereka titipkan adalah harapan—bahwa zakat itu akan sampai ke tangan yang berhak, dikelola secara benar, dan memberi dampak nyata.
BAZNAS Kota Bontang melalui audit berlapis, pengawasan terbuka, sistem digitalisasi kantor BAZNAS yang akuntabel, hingga program-program pemberdayaan yang menjangkau seluruh Indonesia. BAZNAS Amanah membuktikan bahwa menjaga dana umat bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang dijalankan setiap hari. 3A “ Aman Syari’I – Aman Regulasi – Aman NKRI “
BERITA17/08/2025 | Humas Baznas Kota Bontang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.
Lihat Daftar Rekening →