WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Bontang Dorong Digitalisasi Masjid melalui Aplikasi Menara Masjid Bersama BKPRMI

BAZNAS Kota Bontang Dorong Digitalisasi Masjid melalui Aplikasi Menara Masjid Bersama BKPRMI

 

BONTANG, 4 Oktober 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang mendorong penguatan digitalisasi masjid melalui pemanfaatan Aplikasi Menara Masjid BAZNAS sebagai sarana informasi, pendataan, dokumentasi, dan pelaporan berbagai kegiatan masjid.

Hal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sinergi yang dibangun BAZNAS Kota Bontang bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang. Momentum tersebut mengemuka dalam kegiatan Jalan Santai dan Puncak Milad ke-49 BKPRMI Kota Bontang, Minggu (4/10/2026).

BAZNAS Kota Bontang hadir melalui Wakil Ketua IV, Arsyad, S.H. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, S.H., bersama unsur pemerintah, pengurus BKPRMI, pengurus masjid, remaja masjid, serta masyarakat.

Melalui Aplikasi Menara Masjid, BAZNAS Kota Bontang melihat peluang besar untuk membangun konektivitas antarmasjid sekaligus memperkuat tata kelola informasi kegiatan keumatan secara digital.

Masjid yang terhubung dalam ekosistem Menara Masjid dapat memanfaatkan fasilitas digital untuk mempublikasikan berbagai kegiatan, mulai dari agenda keagamaan, pendidikan, sosial, kepemudaan, pelayanan umat hingga program pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan platform tersebut juga memberikan peluang bagi setiap masjid untuk memiliki website operasional sehingga masyarakat dapat mengakses informasi kegiatan masjid dengan lebih mudah.

Dengan demikian, Menara Masjid tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi pusat data dan informasi kegiatan masjid yang lebih terstruktur.

BAZNAS Kota Bontang mendorong agar pengurus masjid bersama BKPRMI dan remaja masjid dapat menjadi bagian aktif dalam proses digitalisasi tersebut. Melalui jaringan BKPRMI yang tersebar di berbagai masjid, pendataan serta pengelolaan informasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan terkoordinasi.

 

Menara Masjid Mendukung Pendataan dan Pelaporan

 

Salah satu manfaat penting dari sistem Menara Masjid adalah kemampuannya dalam mendukung proses pendataan, monitoring, dokumentasi dan pelaporan kegiatan masjid.

Setiap aktivitas yang dilaksanakan dapat didokumentasikan secara digital sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan kegiatan dan manfaat program kepada masyarakat.

Sistem ini juga berpotensi mendukung dokumentasi program yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara masjid, BAZNAS, pemerintah, perusahaan maupun lembaga lainnya.

Termasuk kegiatan kolaborasi yang dicatat sebagai aktivitas off-balance-sheet, sehingga program yang tidak menjadi transaksi penghimpunan dan penyaluran langsung dalam pembukuan BAZNAS tetap dapat terdokumentasi dalam pelaporan kegiatan dan manfaat.

Terhubung dengan Ekosistem BAZNAS

 

Pendataan masjid melalui BAZNAS Daerah juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun basis data masjid yang lebih tertata dan terhubung dengan sistem informasi BAZNAS sesuai mekanisme yang berlaku.

Melalui penguatan basis data tersebut, BAZNAS Kota Bontang berharap masjid-masjid di Kota Bontang secara bertahap dapat masuk dalam ekosistem Menara Masjid BAZNAS.

Ke depan, keberadaan satu sistem yang menghubungkan data dan kegiatan masjid akan memudahkan pemetaan kebutuhan masyarakat, pengembangan program, koordinasi kegiatan, hingga pengukuran dampak program yang dilaksanakan di lingkungan masjid.

 

Terintegrasi dengan Program Pemberdayaan Ekonomi

 

Menara Masjid juga dapat menjadi pendukung pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, salah satunya melalui BAZNAS Microfinance Masjid (BMM).

Melalui integrasi tersebut, data calon penerima manfaat, pelaku usaha mikro, proses pendampingan, perkembangan usaha, dokumentasi hingga pelaporan program dapat dilakukan secara lebih terarah.

Dengan konsep tersebut, masjid dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat informasi, pelayanan sosial, data umat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BAZNAS Kota Bontang memandang BKPRMI dan remaja masjid sebagai mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem tersebut karena memiliki jaringan langsung hingga tingkat masjid dan masyarakat.

Momentum Milad ke-49 BKPRMI menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi tersebut, agar pemanfaatan teknologi dapat semakin mendukung kemajuan pengelolaan masjid dan pelayanan kepada umat di Kota Bontang.

Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Bontang, BAZNAS Kota Bontang, BKPRMI, pengurus masjid dan remaja masjid, Aplikasi Menara Masjid diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk membangun jaringan masjid yang semakin terkoneksi, informatif, akuntabel dan berdaya.

 

Menara Masjid – Menghubungkan Masjid, Data, Program dan Manfaat untuk Umat.

 

BAZNAS Kota Bontang – Bersama Masjid Membangun Kemandirian Umat.

05/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Sinergi BAZNAS dan DKP3: 27 Peserta Pelatihan Juleha Angkatan III Bontang Resmi Tersertifikasi Kompeten


Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) Angkatan III Kota Bontang resmi ditutup. Sebanyak 27 peserta dinyatakan kompeten sebagai wujud nyata jaminan pangan halal bagi masyarakat.

BONTANG (25/9/2026) – Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) Kota Bontang Angkatan ke-III resmi ditutup oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, H. Ahmad Aznem, S.E., M.Si., pada Jumat (25/9). Kegiatan kolaboratif yang didukung penuh oleh BAZNAS Kota Bontang ini berhasil melahirkan 27 juru sembelih yang dinyatakan kompeten dan siap menjamin standardisasi halal di lapangan.
Pelatihan yang berlangsung intensif ini diikuti oleh 30 peserta. Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dibacakan pada acara penutupan, 27 peserta dinyatakan lulus dan kompeten. Sementara itu, 3 peserta yang belum memenuhi standar akan diberikan program pembinaan lanjutan agar dapat mencapai kualifikasi yang diharapkan. Tim asesor menegaskan bahwa kelulusan didasarkan pada tiga pilar utama: knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap).
Ketua BAZNAS Kota Bontang memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim asesor dan pembina yang terlibat. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah ikhtiar besar yang memberikan dampak nyata bagi umat.
"Sertifikasi ini bukan sekadar selembar sertifikat, tetapi merupakan modal utama sekaligus amanah," ungkap Ketua BAZNAS Kota Bontang.
Beliau juga mengingatkan para lulusan bahwa peran Juleha sangat krusial karena bertugas mengawal garis depan kehalalan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat luas, khususnya warga Kota Bontang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DKP3 Kota Bontang, H. Ahmad Aznem, mendorong adanya pembinaan berkelanjutan pasca-sertifikasi. Beliau juga menginstruksikan Bidang Peternakan DKP3 untuk memperketat pengawasan di lapangan dengan menginventarisasi seluruh tempat pemotongan hewan di Bontang.
Langkah preventif ini diambil mengingat volume penyembelihan di beberapa titik bisa mencapai ratusan ekor per hari. Terlebih, jaminan pasokan daging halal ini menjadi pondasi penting dalam menyukseskan program strategis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah di Bontang.
Di akhir acara, Kepala DKP3 menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Bontang, tim balai, pembina, serta panitia atas suksesnya gelaran ini. Dengan bertambahnya jumlah Juleha yang tersertifikasi, ekosistem halal di Kota Bontang diharapkan semakin kuat dan mampu mengintegrasikan layanan dari hulu ke hilir, mulai dari tempat pemotongan hingga ke tingkat pelaku usaha dan UMKM kuliner.

 


25/09/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Dari Mustahik Menuju Mandiri: 75 Peserta Ikuti Diksar Satpam Gada Pratama Angkatan III BAZNAS Bontang

Dari Mustahik Menuju Mandiri: 75 Peserta Ikuti Diksar Satpam Gada Pratama Angkatan III BAZNAS Bontang

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Sebanyak 75 peserta mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Satpam Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Kota Bontang.

Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu, Senin hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, tersebut ditutup melalui upacara penutupan yang dihadiri langsung oleh Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga, Pimpinan Bidang IV BAZNAS Kota Bontang Arsyad, serta Pimpinan/Wakil Ketua III BAZNAS Kota Bontang Idris Hakam.

Diksar Gada Pratama Angkatan III ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan mustahik melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan kerja. Para peserta mendapatkan pembekalan dasar sebagai tenaga pengamanan, sekaligus ditempa dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, mental, fisik, karakter, dan profesionalisme.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para peserta. Dengan memiliki kompetensi sebagai tenaga pengamanan, mereka diharapkan mempunyai peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja formal.

Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, menyampaikan bahwa program pemberdayaan seperti Diksar Satpam merupakan bagian dari upaya BAZNAS agar zakat memberikan manfaat yang lebih panjang bagi penerima.

Menurutnya, zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja.

“Harapan kami, 75 peserta ini tidak berhenti hanya pada selesainya pelatihan. Jadikan ilmu, kedisiplinan dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.”

Ia juga berharap para peserta mampu menjaga nama baik diri, keluarga, lembaga, serta profesi yang akan dijalani. Seorang tenaga pengamanan, menurutnya, tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab.

Kehadiran Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si. dalam penutupan kegiatan menjadi bagian penting dalam memberikan motivasi dan penguatan kepada para peserta agar mampu menjalankan profesinya secara profesional.

Zakat untuk Membuka Jalan Kemandirian

BAZNAS Kota Bontang berharap Diksar Satpam Gada Pratama Angkatan III dapat menjadi titik awal perubahan bagi 75 peserta dan keluarganya.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat terserap di dunia kerja, memperoleh penghasilan yang layak, membantu perekonomian keluarga, dan secara bertahap meningkatkan taraf hidupnya.

Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari cita-cita besar BAZNAS dalam mengubah paradigma pengelolaan zakat, dari sekadar bantuan menjadi instrumen pemberdayaan.

Ketika mustahik memperoleh keterampilan, pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik, maka manfaat zakat dapat dirasakan dalam jangka panjang. Mereka tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri.

“Dari mustahik menuju mandiri, dari penerima manfaat menuju pemberi manfaat.”

Semangat tersebut menjadi harapan BAZNAS Kota Bontang agar program pemberdayaan melalui Diksar Gada Pratama terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya Diksar Satpam Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026, 75 peserta diharapkan siap melangkah ke dunia kerja sebagai tenaga pengamanan yang profesional, disiplin, berintegritas dan bertanggung jawab.

BAZNAS Kota Bontang — Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.

30/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Ikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat 2026

BONTANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang mengikuti Kick-Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026 yang melibatkan BAZNAS serta lembaga amil zakat di berbagai daerah di Indonesia. Agenda ini sekaligus menjadi tahap awal sosialisasi dan pengisian data sebelum memasuki proses monitoring, bimbingan teknis, serta tindak lanjut pengumpulan data pada periode Agustus hingga November 2026.

Keikutsertaan BAZNAS Kota Bontang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat yang terukur, transparan, berbasis data, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI melalui Direktorat Riset, Kajian dan Pengembangan memaparkan peran Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen untuk mengukur kinerja pengelolaan zakat di daerah.

IZN digunakan untuk menilai kondisi perzakatan melalui berbagai indikator kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengukuran tersebut dapat menjadi instrumen evaluasi untuk melihat kekuatan, kelemahan, sekaligus peluang pengembangan tata kelola zakat di masing-masing daerah.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menegaskan bahwa IZN tidak semata-mata digunakan untuk melihat capaian dalam bentuk angka maupun peringkat.

“IZN bukan hanya sekadar angka dan ranking, tapi merupakan alat diagnosis untuk melihat kekuatan dan kelemahan pengolahan zakat.”

IZN Mendukung Perencanaan dan Penguatan Tata Kelola Zakat

Pengukuran IZN juga menjadi bagian penting dalam penyusunan Renstra BAZNAS 2026–2031. Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga berbasis data dan dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, penguatan pengukuran berbasis data menjadi penting untuk memastikan setiap proses pengelolaan zakat dapat terus dievaluasi dan dikembangkan secara sistematis.

Hal tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Bontang dalam membangun pengelolaan ZIS yang semakin terdokumentasi, terukur, dan terintegrasi. Pengelolaan data melalui SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) juga menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola zakat secara nasional.

Mengukur Dampak Zakat terhadap Mustahik

Selain IZN, kegiatan Kick-Off juga membahas Kajian Dampak Zakat (KDZ) yang bertujuan mengukur efektivitas program zakat terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan mustahik.

Pengukuran dilakukan dengan melihat perubahan kondisi mustahik sebelum dan setelah menerima intervensi zakat. Aspek yang dikaji mencakup pendapatan, kondisi kemiskinan, kesejahteraan spiritual, sosial, budaya, hingga lingkungan.

Pada pelaksanaan KDZ 2026, responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, antara lain mustahik yang telah menyelesaikan program bantuan produktif, masih mengikuti program pendayagunaan minimal enam bulan, maupun penerima program pendayagunaan lainnya seperti pendidikan, dakwah, dan bantuan rumah layak huni.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dana yang dihimpun maupun jumlah penerima bantuan. Lebih jauh, perlu dilihat seberapa besar perubahan dan dampak yang dihasilkan terhadap kehidupan mustahik.

Dari Penyaluran Menuju Dampak Berkelanjutan

Hasil KDZ 2025 yang dipaparkan dalam kegiatan menunjukkan bahwa secara nasional terdapat 19.303 data keluarga mustahik yang menjadi bagian dari kajian.

Data tersebut digunakan untuk melihat berbagai capaian program, termasuk kontribusi zakat dalam membantu pengentasan kemiskinan.

Hasil pengolahan juga menunjukkan bahwa pada 2025, pengelola zakat secara nasional telah membantu 302.994 mustahik keluar dari garis kemiskinan, termasuk 131.952 mustahik yang sebelumnya berada dalam kategori miskin ekstrem.

Capaian tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan zakat perlu terus diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga pada program yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan.

BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pengelolaan Berbasis Data

Pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS. Menurutnya, BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memperluas dampak program kepada masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bontang dalam memperkuat pengelolaan zakat berbasis data dan dampak. Dengan adanya pengukuran IZN dan KDZ, BAZNAS Kota Bontang dapat memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai tata kelola sekaligus manfaat program zakat yang telah dijalankan.

Keikutsertaan dalam Kick-Off IZN dan KDZ 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengumpulan data, evaluasi program, serta perencanaan pengelolaan zakat ke depan.

Dengan tata kelola yang semakin terukur dan berbasis data, zakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai bantuan, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong kemandirian, peningkatan kesejahteraan, dan perubahan kehidupan mustahik.

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, memperkuat kolaborasi, serta memastikan amanah ZIS masyarakat memberikan manfaat dan dampak yang semakin luas bagi masyarakat Kota Bontang.

BAZNAS Kota Bontang — Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.

29/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Wali Kota Bontang Buka Pelatihan Gada Pratama Angkatan III, BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki

Wali Kota Bontang Buka Pelatihan Gada Pratama Angkatan III, BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki

BONTANG — Pelatihan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Diksar Satpam) Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung PKK Bontang, Kelurahan Satimpo, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang diikuti 75 peserta se-Kota Bontang tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui BAZNAS Kota Bontang, dengan menggandeng PT Nooren Surya Perdana Cabang Bontang.

Pembukaan kegiatan berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah dan mitra terkait. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bontang yang terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui zakat.

Menurutnya, program Bontang Makmur tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat. Pelatihan Gada Pratama menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang dan meningkatkan kapasitas penerima manfaat.

“Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi serap ilmu dan keterampilan yang diberikan. Jaga disiplin, etika, integritas, dan tanggung jawab,” pesan Wali Kota kepada para peserta.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.

Lebih dari sekadar pelatihan kerja, program ini membawa harapan agar penerima manfaat dapat mengalami perubahan secara berkelanjutan. Peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap menerima manfaat, tetapi kelak mampu mandiri dan memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.

«“Harapan kita, 75 peserta Pelatihan Gada Pratama Angkatan III Tahun 2026 ini tidak berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat. Setelah memiliki kompetensi, mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan, mudah-mudahan nantinya tumbuh menjadi calon-calon muzaki baru di Kota Bontang yang menunaikan zakat serta berinfak dan bersedekah melalui BAZNAS Kota Bontang.”»

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan zakat yang dikembangkan BAZNAS Kota Bontang, yakni mendorong penerima manfaat agar memiliki keterampilan, memperoleh pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan pada waktunya mampu menjadi muzaki.

Wali Kota juga mengingatkan peserta bahwa zakat bukan hanya kewajiban bagi mereka yang telah memiliki kemampuan secara ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Ketika nantinya telah bekerja dan memiliki penghasilan yang memenuhi kewajiban zakat, para peserta diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menunaikan zakat serta memperkuat kepedulian melalui infak dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bontang.

«“Dari penerima manfaat menjadi orang yang memberi manfaat. Dari yang hari ini mendapatkan kesempatan, pada waktunya mampu memberikan kesempatan dan membantu masyarakat lainnya.”»

 

Sinergi untuk Pemberdayaan

 

Pelaksanaan Gada Pratama Angkatan III juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan berbagai unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Kesra Kota Bontang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Camat Bontang Utara, Camat Bontang Selatan, Camat Bontang Barat, Lurah Satimpo, serta mitra bank BAZNAS Kota Bontang.

Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadirkan lebih banyak program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi mampu menciptakan keterampilan, kesempatan kerja, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, pemberdayaan melalui program seperti Gada Pratama merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, 75 peserta diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab sehingga memiliki daya saing dalam dunia kerja.

Pada akhirnya, keberhasilan program diharapkan tidak hanya terlihat dari jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan, tetapi dari perubahan kehidupan yang terjadi setelahnya: memiliki kompetensi, mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan, mandiri, kemudian tumbuh menjadi muzaki dan kembali memberi manfaat kepada masyarakat.

Dari zakat untuk pemberdayaan. Dari penerima manfaat menuju kemandirian. Dari mustahik menjadi muzaki.

24/08/2026 | Kontributor: Baznas

Berita Terbaru

Wujud Nyata Kepedulian! Wali Kota Bontang Dianugerahi Penghargaan Nasional Zakat
Wujud Nyata Kepedulian! Wali Kota Bontang Dianugerahi Penghargaan Nasional Zakat
Komitmen kuat Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung gerakan zakat nasional kembali membuahkan hasil gemilang. Untuk pertama kalinya, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, menerima Penghargaan Nasional BAZNAS Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia yang diberikan langsung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberpihakan dan kontribusi nyata Wali Kota Bontang dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Hal ini tercermin dari keberanian dan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menerbitkan Perwali dan Perda Zakat, yang menjadi landasan hukum kuat dalam tata kelola zakat di daerah. “BAZNAS sebagai lembaga non-struktural pemerintah harus mampu melakukan terobosan dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Pemerintah Kota Bontang akan terus bersinergi dengan BAZNAS serta menjalin kolaborasi program dengan perusahaan-perusahaan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutan saat menerima penghargaan BAZNAS Award 2025. Dorongan Kepada Masyarakat untuk Menyalurkan ZIS Wali Kota Neni mengajak masyarakat luas untuk menyalurkan ZIS (Zakat, Infaq, dan Sedekah) melalui BAZNAS Kota Bontang, agar distribusi zakat dapat lebih tepat sasaran dan produktif. “Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi kekuatan sosial yang mampu menciptakan keadilan ekonomi melalui kolaborasi semua pihak,” tambahnya. Program Unggulan BAZNAS Kota Bontang Sebagai pengelola zakat resmi di Kota Bontang, BAZNAS terus memperkuat berbagai program unggulannya, antara lain: Bontang Peduli Bontang Sehat Bontang Taqwa Bontang Cerdas Bontang Sejahtera Program Sosial dan UMKM Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, Z-Laundry BTB (Bontang Tanggap Bencana) BMM (Baitul Mal wat Tamwil) BAZNAS Microfinance Masjid RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) Fokus Baru: Microfinance Berbasis Pasar dan Kelurahan Menjawab tantangan penguatan ekonomi umat, BAZNAS Kota Bontang akan memfokuskan program pemberdayaannya melalui BAZNAS Microfinance berbasis Pasar dan Kelurahan. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau pelaku usaha kecil dan mikro sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Skema ini menggunakan dana zakat produktif non-riba dan akan dilaksanakan dengan sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, termasuk dalam aspek pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan. Program ini diharapkan mampu: Meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik Mengurangi ketergantungan pada bantuan konsumtif Menciptakan ekosistem usaha kecil berbasis syariah Menyebarluaskan manfaat zakat jangka panjang Kinerja Penghimpunan dan Target 2025 Per akhir Kuartal III Tahun 2025, BAZNAS Kota Bontang berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 6,07 miliar. Target hingga akhir Desember 2025 adalah mencapai Rp 11 miliar, sebagaimana ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS RI. Digitalisasi Layanan Zakat: Lebih Mudah dan Transparan Dalam mendukung era digital, BAZNAS Kota Bontang mempermudah akses pembayaran dan pelaporan zakat dengan berbagai platform digital: Website resmi: https://kotabontang.baznas.go.id Transparansi keuangan: https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan ?Kantor Digital BAZNAS: http://kotabontang.baznas.go.id/bayarzakat Rekening zakat: http://kotabontang.baznas.go.id/rekening Program Jemput Zakat Sosial Media: Facebook | Instagram | TikTok → @baznaskotabontang Audit dan Akuntabilitas: BAZNAS Kota Bontang menjalankan sistem audit berbasis Kantor Akuntan Publik (KAP) yang digunakan secara nasional, serta didampingi oleh Inspektorat Pemerintah Daerah setiap tahunnya. Ucapan Terima Kasih Penghargaan ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan penuh dari seluruh elemen masyarakat Kota Bontang, khususnya: Pegawai Pemerintah Kota Bontang (ASN) Wali Kota dan Wakil Wali Kota DPRD Kota Bontang Para muzakki rutin dan aghniya Dengan diraihnya penghargaan nasional ini, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Semangat ini akan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bontang yang berkeadilan dan sejahtera, melalui kekuatan gerakan zakat yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:Website: kotabontang.baznas.go.idEmail: [email protected]/Facebook/TikTok: @baznaskotabontangCall Center Zakat : [ 08125657401 / 0812 54848460 ]
BERITA11/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
PELATIHAN SATUAN PENGAMANAN GADA PRATAMA BAZNAS KOTA BONTANG ANGKATAN  II  TAHUN 2025 _GRATIS
PELATIHAN SATUAN PENGAMANAN GADA PRATAMA BAZNAS KOTA BONTANG ANGKATAN II TAHUN 2025 _GRATIS
PELATIHAN GADA PRATAMA 2025 ANGKATAN KE II Bersama BAZNAS Kota Bontang *GRATIS* *Quota* TERBATAS! Kesempatan emas buat yang ingin menjadi bagian dari dunia satuan Pengamanan Profesional! Diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bontang, pelatihan ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan GRATIS! Timeline Pendaftaran: 07 Oktober sd – 17 Oktober 2025 Pelaksanaan 20 - 24 Oktober 2025 Lokasi Setor berkas : Kantor Baznas Kota Bontang Kelurahan Tanjung Laut Indah ( Samping Kantor Lurah Tanjung Laut Indah ) Fasilitas Peserta: Seragam PDL Sepatu PDL Baju Kaos Ijazah GADA PRATAMA KTA GP Topi, kopel, PIN GP Kaos, Pin GP Persyaratan Umum: 1. Warga Kota Bontang 2. Fotocopy KTP dan KK 3. SKTM Dari Kelurahan Domisili 4. Foto warna 3x4 2 lembar ( Kemeja putih latar merah ) 5. Laki-laki / Perempuan 6. Beragama Islam 7. Fotocopy Ijasah / Pendidikan terakhir 8. Usia 20–40 tahun 9. Tinggi badan minimal: Pria: 165 cm Perempuan: 160 cm 10. Melengkapi dokumen persyaratan Info lebih lanjut: 0812 5484 8460 (ardian) 0813 5041 0338 ( Fadli ) https://kotabontang.baznas.go.id Siapkan dirimu, jadilah garda terdepan keamanan yang berintegritas dan profesional!
BERITA07/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Meningkatkan Upaya Penanggulangan Kemiskinan: Kolaborasi Zakat, Pemerintah, dan Generasi Muda
Meningkatkan Upaya Penanggulangan Kemiskinan: Kolaborasi Zakat, Pemerintah, dan Generasi Muda
Mencari Jalan Baru Menghapus Kemiskinan: Saat Zakat, Jaminan Sosial, dan Energi Muda Bertemu dalam Satu Panggung Jakarta – Dalam riuh rendah percakapan tentang pembangunan nasional, masih ada satu masalah yang selalu kembali menghantui: kemiskinan. Meski anggaran bantuan sosial negara mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahun, jumlah penduduk miskin tetap sulit turun secara signifikan. Pertanyaan itu dijawab dalam forum Indonesia Connect Liputan 6 SCTV, Minggu malam (29/9/2029). Forum ini tak biasa. Ia mempertemukan pejabat pemerintah, ulama, akademisi, penggerak muda, hingga pengelola jaminan sosial dalam satu meja diskusi. Tema besar yang diangkat: “Pendekatan Baru Pengentasan Kemiskinan Menuju Masyarakat Mandiri.” Di balik judulnya yang sederhana, forum ini justru menyingkap arah baru. Dari panggung studio, lahir narasi kolaborasi nasional: bagaimana zakat, jaminan sosial, bantuan negara, dan semangat muda bisa disatukan menjadi mesin penggerak kesejahteraan rakyat. Muhaimin Iskandar: Bansos Harus Jadi Jembatan, Bukan Ketergantungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, membuka diskusi dengan nada kritis. Ia menyebut Rp500 triliun anggaran bansos yang digelontorkan setiap tahun berpotensi meninabobokan rakyat jika tidak dikaitkan dengan pemberdayaan. “Bansos itu penting. Tapi jangan sampai menjadikan rakyat bergantung. Bantuan hanyalah jembatan. Yang utama adalah membuka peluang usaha, memberi pelatihan singkat, dan membangun komunitas produktif. Dengan begitu, rakyat bisa berjalan dengan kakinya sendiri,” tegasnya. Muhaimin juga menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dengan masyarakat sipil, komunitas lokal, dan dunia usaha adalah kunci. “Kita tidak boleh hanya sibuk mengobati, tapi harus berani memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. Prof. Noor Achmad: Potensi Zakat Rp327 Triliun, Realisasi Baru Rp28 Triliun Nada itu segera disambung oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Ketua BAZNAS RI. Ia datang membawa data yang mencengangkan. Potensi zakat nasional, menurut kajian Puskas BAZNAS 2028, mencapai Rp327 triliun per tahun. Tapi penghimpunan aktual baru Rp28 triliun atau 8,5% dari potensi. “Kalau potensi ini dikelola serius, kita bisa menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. Zakat bukan sekadar santunan, tapi modal usaha, microfinance, bahkan investasi sosial,” jelas Noor. Ia memaparkan contoh: di Indramayu, nelayan binaan BAZNAS kini memiliki koperasi modern yang memperkuat daya tawar mereka terhadap tengkulak. Di NTT, kelompok petani jagung yang didanai zakat produktif kini panen dua kali lipat. “Zakat punya roh pemberdayaan. Tapi ia harus dikawinkan dengan pendampingan dan ekosistem usaha. Inilah mesin perubahan yang sedang kita bangun,” tambahnya. Pramudya Iriawan: Jaminan Sosial Mengangkat Generasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, memberi sudut pandang lain: jaminan sosial bukan hanya perlindungan, tapi juga pemberdayaan. Ia menyinggung program beasiswa penuh bagi anak-anak pekerja yang meninggal dunia atau cacat total tetap. “Beasiswa ini diberikan full hingga perguruan tinggi, maksimal dua anak per keluarga. Nilainya bisa mencapai Rp174 juta. Sampai sekarang ada 95 ribu anak penerima manfaat,” paparnya. Tak berhenti pada bantuan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng universitas bereputasi. “Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sekolah, tapi juga mendapat pendidikan berkualitas. Dengan begitu, hilangnya pencari nafkah tidak memutus masa depan keluarga,” ujarnya. Pramudya menegaskan, sinergi antara jaminan sosial dan program pemberdayaan akan memberi dampak berlipat. “Jaminan sosial bukan sekadar santunan, tapi instrumen negara untuk menjaga harkat manusia. Kami ingin perlindungan ini juga menjadi pintu keluar dari kemiskinan,” tandasnya. Billy Boen: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Kerja Dari kursi pengusaha muda, Billy Boen, pendiri Young On Top, berbicara lugas. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya bercita-cita jadi pencari kerja. “Kalau kita ingin menghapus kemiskinan, anak muda harus menciptakan kerja. Teknologi digital memberi peluang besar untuk itu,” katanya. Menurut Billy, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. “Kalau anak muda hanya mencari kerja, kita akan terjebak. Tapi kalau anak muda jadi inovator, pengusaha, kreator, maka bonus demografi berubah jadi bonus ekonomi,” ucapnya. Rizal Taufikurrahman: Data Harus Jadi Basis Kebijakan Suara akademisi hadir lewat Rizal Taufikurrahman dari INDEF. Ia menyoroti bahwa kemiskinan di Indonesia bersifat multidimensi: rendahnya pendidikan, akses kesehatan terbatas, hingga minimnya infrastruktur dasar. “Kebijakan parsial hanya melahirkan ilusi perubahan. Data harus jadi basis. Kalau tidak, kita hanya menambal luka tanpa menyembuhkan,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya integrasi data antara pemerintah, lembaga zakat, dan BPJS. “Kalau data tidak terhubung, program akan tumpang tindih. Padahal, dengan satu basis data terpadu, kita bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan pemberdayaan berkelanjutan,” paparnya. Farhan Frisia: Perlu Kisah Nyata yang Viral Di era digital, suara generasi muda diwakili Farhan Frisia, influencer dengan jutaan pengikut. Ia mengingatkan bahwa sekadar bicara data tidak cukup. “Masyarakat cepat lupa angka-angka. Yang membekas adalah kisah nyata,” katanya. Farhan mendorong pemerintah dan lembaga zakat untuk menyebarkan narasi inspiratif. “Kita butuh cerita: seorang anak buruh yang dapat beasiswa lalu sukses jadi insinyur, atau seorang nelayan miskin yang bangkit lewat modal zakat. Cerita-cerita seperti itu bisa viral, dan membuat orang lain percaya diri bahwa perubahan itu nyata,” ujarnya. Investigasi Tempo: Menyingkap Paradigma yang Bergeser Tempo menemukan dalam laporan investigasi 2028 bahwa lebih dari 60% program bansos gagal berlanjut setelah bantuan selesai. Sebab utamanya: tidak ada pendampingan dan pemberdayaan. Kajian Bank Dunia (2027) bahkan menegaskan, setiap Rp1 bansos produktif yang dikaitkan dengan pelatihan dan modal usaha, mampu berkembang menjadi Rp3–Rp4 nilai ekonomi dalam lima tahun. Artinya, jalan keluar bukan menambah bansos, melainkan mengintegrasikan bansos dengan zakat, jaminan sosial, pendidikan, dan ekosistem usaha lokal. Menjahit Semua Suara: Dari Studio ke Desa Nusantara Dari pemerintah, ulama, pengusaha muda, akademisi, hingga influencer, satu pesan mengalir deras: kemiskinan bukan takdir, tapi tantangan yang bisa dikalahkan dengan kolaborasi. Muhaimin bicara soal arah kebijakan, Noor Achmad bicara potensi zakat, Pramudya bicara perlindungan generasi, Billy bicara energi muda, Rizal bicara data, dan Farhan bicara narasi publik. Semua potongan itu, jika dijahit rapi, akan menjadi kain besar gerakan nasional. Dan forum malam itu seolah menjadi laboratorium: bahwa penghapusan kemiskinan hanya mungkin jika negara, masyarakat sipil, dan generasi muda bergerak bersama.
BERITA02/10/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Walikota Bontang serahkan sedekah 100 juta untuk 100 Anak Yatim Melalui Program Baznas RI
Walikota Bontang serahkan sedekah 100 juta untuk 100 Anak Yatim Melalui Program Baznas RI
Walikota Bontang menyerahkan sedekah dari Alfamart dan Alfamidi santunan kepada 100 anak yatim di Kota Bontang yang merupakan rangkaian kegiatan Lebaran Yatim BAZNAS 2025 dengan tema ‘Tebarkan Kebaikan, Tumbuhkan Keceriaan’, yang digelar di Pendopo Walikota Bontang, Senin (01/09/2025). Program sinergi Baznas RI melalui dan di fokuskan di Baznas Kota Bontang Adapun bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, alat tulis serta santunan uang saku senilai 500 ribu per anak , yang berasal dari sedekah konsumen Alfamart dan Alfamidi. Total dari program Baznas RI ke Baznas Kota Bontang 100 Juta Rupiah Walikota Bontang menyampaikan “Melalui kolaborasi ini, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program kebaikan yang disalurkan oleh BAZNAS. Kami berharap, semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat,” ujarnya. Baznas Kota Bontang diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dengan semua Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan program pemberdayaan masyarakat, dan memastikan zakat disalurkan secara tepat sasaran dan profesional, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bontang. Walikota Bontang memberi dukungan penuh untuk Baznas Kota Bontang dapat membangun sinergi dengan semua perusahaan yang ada di Kota Bontang ( Humas Baznas Bontang )
BERITA01/09/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Wali Kota Bontang Terima Penghargaan Prestasi Kepala Daerah Pendukung  Gerakan Zakat Indonesia_BAZNAS AWARD Tahun 2025.
Wali Kota Bontang Terima Penghargaan Prestasi Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia_BAZNAS AWARD Tahun 2025.
Segenap Pimpinan, dan Pelaksana BAZNAS Kota Bontang menghaturkan selamat kepada Penjabat Walikota Bontang,dr. Neni Moerniaeni, Sp.OG atas Penghargaan Prestasi Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. dalam BAZNAS AWARD Tahun 2025. Penghargaan ini sebagai apresiasi dari BAZNAS Republik Indonesia, dalam menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang, BAZNAS KotaBontang dan seluruh instansi terkait dalam mendukung gerakan zakat di Daerah Penghargaan ini merupakan bukti perhatian besar Wali Kota Bontang terhadap gerakan zakat di Kota Bontang. Penghargaan ini mencerminkan dedikasi, inovasi, dan komitmen nyata Pemerintah Kota Bontang bersama BAZNAS Kota Bontang dalam memperkuat peran zakat untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas
Di Balik Pengelolaan Zakat: Begini Cara BAZNAS Menjaga Amanah Umat
Di Balik Pengelolaan Zakat: Begini Cara BAZNAS Menjaga Amanah Umat
Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan transparansi. Sebagai lembaga resmi negara yang ditugaskan mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan umat. Namun di tengah dinamika yang berkembang, muncul pertanyaan di masyarakat: Bagaimana sebenarnya zakat itu dikelola? Artikel ini mengajak Anda melihat lebih dekat ke balik layar pengelolaan zakat di BAZNAS, dan bagaimana lembaga ini berusaha menjaga integritas serta amanah umat. 1. Mekanisme Pengelolaan Zakat: Transparan dan Terstruktur BAZNAS mengelola dana zakat melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan. Proses ini diawasi oleh sistem keuangan syariah dan audit internal yang ketat. Berikut tahapannya: Penghimpunan Zakat dikumpulkan melalui berbagai kanal seperti aplikasi digital, layanan jemput zakat, payroll zakat ASN/pegawai, melalui pengumpulan kantor digital BAZNAS. Dan ter input dalam setap bulan dan ter integrasi secara Nasional melalui system pelaporan SIMBA BAZNAS RI Pendistribusian dan Pendayagunaan Dana zakat disalurkan melalui berbagai program, diantaranya kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan dakwah advokasi, kebencanaan dan ekonomi. Pelaporan Setiap transaksi dan penggunaan dana dicatat, diaudit, dan dilaporkan secara berkala melalui situs resmi dan laporan tahunan yang dapat diakses public. Kantor Digital BAZNAS Kota Bontang ( https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan ) 2. Sistem Pencegahan Korupsi di BAZNAS Menjadi lembaga yang mengelola dana publik, apalagi dana ibadah seperti zakat, membuat BAZNAS sangat ketat dalam mencegah korupsi, penyimpangan, dan penyalahgunaan wewenang. Ada beberapa sistem utama yang dibangun untuk mencegah korupsi: Audit Berlapis dan Terbuka A. Audit Keuangan (KAP) Audit ini dilakukan setiap tahun oleh lembaga independen eksternal (bukan internal BAZNAS), untuk menilai kesesuaian pengelolaan keuangan dengan strandar, validasi data keuangan terhadap dokumen riil, dan kesesuaian antara anggaran program dengan realisasi di lapangan. BAZNAS Kota Bontang juga melalui pendampingan dan pengawasan langsung melalui Inspektorat Kota Bontang sejak tahun 2023. Outputnya adalah: Laporan Audit Keuangan dengan opini: (Wajar Tanpa Pengecualian, Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar, dan Disclaimer (tidak memberikan opini). B. Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag RI) Audit ini menilai apakah dana zakat dihimpun, dikelola, dan disalurkan sesuai hukum islam. Mustahik ditentukan berdasarkan 8 asnaf (golongan penerima zakat). Tidak ada praktik riba, penimbunan atau penyimpangan dalam distribusi zakat. C. Audit Pendampingan oleh Inspektorat daerah Kota Bontang sejak tahun 2023 terkait system administrasi pelaporan ZIS Baznas Kota Bontang 3. Komitmen: Zakat Anda, Tanggung Jawab Kami Menjaga dana zakat tidak cukup hanya dengan membangun sistem pengawasan dan audit. BAZNAS membuktikan komitmennya dengan menyalurkan zakat secara tepat sasaran, terukur, dan berdampak luas melalui program-program unggulan di berbagai bidang. Inilah bentuk nyata tanggung jawab kami kepada para muzakki dan mustahik: - Kemanusiaan Program BAZNAS dalam menyalurkan bantuan mendesak untuk para mustahik, di antaranya: 1. Paket sembako untuk memenuhi kebutuhan mustahik. 2. Bantuan sosial kemanusiaan juga diberikan bagi mustahik perorangan atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan karena memiliki sumber mata pencaharian atau sudah tidak mampu bekerja. 3. Bantuan Penyandang Disabilitas, bantuan bagi penyandang disabilitas atau bagi individu penyandang disabilitas berupa kaki palsu, kursi roda atau alat pendukung aktivitas lainnya. 4. Bantuan Rumah Layak Huni, Program renovasi rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik berupa tempat tinggal yang layak, memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kesehatan. 5. Zakat Fitrah, BAZNAS menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik 8 asnaf, di antaranya keluarga rentan. 6. Kurban, BAZNAS memberikan jaminan kaum Muslimin menunaikan ibadah kurban secara mudah, aman dan sesuai syariah. Daging kurban disalurkan khususnya kepada mustahik - Kesehatan, Program pelayanan akses pembiayaan kesehatan secara terpadu kepada seluruh mustahik. - Pendidikan dan Dakwah. Pendidikan, merupakan program BAZNAS dalam menyediakan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi para siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta sebagai pertanggungjawaban antar generasi. - Kebencanaan melalui BAZNAS Tanggap Bencana, Program ini berjalan melalui yakni: Penanganan kebencanaan kebencanaan; Kerelawanan melalui rekrutmen dan pelatihan relawan dalam setiap bencana yang terjadi - Ekonomi, dalam menyalurkan dana zakat, BAZNAS berkomitmen meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kemandirian ekonomi, di antaranya: A. Ekonomi Perkotaan ( ZMART, ZCHICKEN, Z-AUTO, Z LAUNDRY , ZCOFFEE, dan BAZNAS Microfinance Masjid) Program Balai Ternak Unggas, ZCD dan Pemberdayaan UMKM B. Para mustahik binaan dibantu dalam proses pengajuan usaha serta diajarkan dalam peningkatan pengembangan usaha. Zakat bukan sekadar kewajiban. Ia adalah bentuk keimanan, kepedulian, dan kepercayaan. Dan ketika umat menitipkan zakat kepada BAZNAS, yang sesungguhnya mereka titipkan adalah harapan—bahwa zakat itu akan sampai ke tangan yang berhak, dikelola secara benar, dan memberi dampak nyata. BAZNAS Kota Bontang melalui audit berlapis, pengawasan terbuka, sistem digitalisasi kantor BAZNAS yang akuntabel, hingga program-program pemberdayaan yang menjangkau seluruh Indonesia. BAZNAS Amanah membuktikan bahwa menjaga dana umat bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang dijalankan setiap hari. 3A “ Aman Syari’I – Aman Regulasi – Aman NKRI “
BERITA17/08/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
LAPORAN SEMESTER I_2025 ( PERHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN )
LAPORAN SEMESTER I_2025 ( PERHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN )
BAZNAS Kota Bontang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bontang; Walikota, Wakil walikota, DPRD Kota Bontang, ASN Kota Bontang, dan Para Muzakki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS Kota Bontang. Laporan Semester I (Januari - Juni 2025) - Perhimpunan: Rp 4.043.902.598 - Pendayagunaan dan Pendistribusian: Rp 3.241.868.938 Pada semester I tahun 2025, BAZNAS Kota Bontang telah melakukan Pendistribusian & Pendayagunaan zakat dalam beberapa program di bidang: - Bidang Kemanusiaan (Rp2.574.775.538): Memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. - Bidang Kesehatan (Rp65.240.000): Meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. - Bidang Pendidikan (Rp189.677.000): Meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. - Bidang Advokasi dan Dakwah (Rp130.626.400): Meningkatkan kesadaran nilai-nilai Islam dan zakat. - Bidang Ekonomi (Rp285.550.000): Meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapan Semoga zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Bontang membawa keberkahan dan manfaat bagi para penerima ( Mustahik ) manfaat di Kota Bontang. Sistem pelaporan keuangan BAZNAS Kota Bontang didampingi melalui Inspektorat Pemerintah Kota Bontang dan menggunakan sistem laporan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) setiap tahunnya. Detail Sistem Pelaporan - Pendampingan Inspektorat: Inspektorat Pemerintah Kota Bontang mendampingi BAZNAS Kota Bontang dalam sistem pelaporan keuangan. Sejak tahun 2023 sampai saat ini - Laporan oleh KAP: Laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Tujuan Pelaporan - Transparansi dan Akuntabilitas: Pelaporan keuangan yang diaudit oleh KAP bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Laporan KAP Baznas Kota Bontang dapat di akses melalui kantor digital Baznas Kota Bontang https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan - Kepercayaan Muzaki: Hasil audit ini juga meningkatkan kepercayaan muzaki bahwa pengelolaan dana zakat sesuai dengan prinsip amanah dan regulasi. - Sesuai Prinsip dan Ketetapan dalam Lembaga Baznas 3A “ Aman Syari - Aman Regulasi dan Aman NKRI “
BERITA06/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS KOTA BONTANG  IKUTI KEGIATAN RAKORDA BAZNAS DI KUTAI TIMUR
BAZNAS KOTA BONTANG IKUTI KEGIATAN RAKORDA BAZNAS DI KUTAI TIMUR
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama 10 Kabupaten Kota di Kaltim, Minggu 27 Juli 2025 malam. Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan dalam laporannya, mengatakan agenda ini utamanya adalah silaturahmi untuk 10 kabupaten Kota di Kaltim. Ia juga menyebut tujuan lainnya untuk mengkoordinasikan program dan kegiatan pengalolaan zakat pada lembaga zakat Baznas Kaltim. Agenda Rakorda ini dihadiri 101 orang, mulai dari pimpinan BAZNAS Kaltim hingga pimpinan dan staf Baznas 10 Kabupaten Kota di Kaltim. Selain itu, agenda ini juga dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat dan Pimpinan Baznas RI Bidang Teknologi Informasi Prof Nadra, Gubernur Kaltim diwakilkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim dan Forkopimda se-Kutim. Kegiatan Rakorda tahun ini di laksanakan di Kutai Timur, Pimpinan BAZNAS Kota Bontang dan semua manager pelaksana turut serta mengikuti kegiatan Rakorda Baznas yang di laksanakan di Kutai Timur dari tgl 27 sampai dengan 29 Juli 2025. Melalui RAKORDA ini, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bontang, dengan memaksimalkan potensi zakat yang ada.
BERITA29/07/2025 | Humas Baznas
Bontang Peduli : Walikota  Bontang  Berbelanja Bersama Anak Yatim " Wujud Kepedulian dalam  Membangun Kebahagian "
Bontang Peduli : Walikota Bontang Berbelanja Bersama Anak Yatim " Wujud Kepedulian dalam Membangun Kebahagian "
Program Baznas Kota Bontang bertajuk "Bontang Peduli: Berbagi dalam Lebaran Yatim dan Difabel", dengan Pemerintah Kota Bontang dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia. Tahun ini, 300 anak mendapatkan voucher belanja yang bisa digunakan langsung di Matahari Department Store senilai 400 ribu per anak. Total biaya yang disalurkan melalui ZIS Baznas Kota Bontang senilai 120 juta Momentum bulan Muharram, yang juga dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”, dimaknai secara mendalam. Tidak sekadar simbolik, bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa kota ini tidak membiarkan anak-anak yatim dan difabel berjalan sendirian. Ketua BAZNAS Bontang, Kuba Siga, menyampaikan pesan dalam sambutannya. Mengutip Al-Qur’an surah Al-Ma’un, ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah barometer keimanan dan kemanusiaan. “Jangan pernah merasa cukup hanya dengan beribadah. Jika kita menutup mata pada anak-anak yatim, itu tanda rapuhnya iman. Zakat adalah bentuk cinta, bukan hanya kewajiban,” ujarnya lantang. Tak hanya dari BAZNAS Bontang, bantuan tambahan untuk 100 anak Yatim juga datang dari BAZNAS RI. Sebanyak 100 anak lainnya mendapatkan uang tunai Rp500 ribu plus perlengkapan baju sekolah, akan diserahkan dalam kegiatan muharram 1447.H melalui dana zakat dari Baznas RI senilai 100 juta. BAZNAS Bontang mencatat capaian positif dalam penghimpunan tahun 2024 total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 7 miliar. Dana tersebut akan terus dikelola untuk mendukung program-program yang dijalankan di Baznas Kota Bontang. Jumlah anak dalam kegiatan lebaran yatim dan di fabel tahun 2025 400 anak Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis dan turut serta berbelanja bersama anak yatim di city mall matahari Bontang. Dia mengatakan, zakat harus menyasar kelompok paling rentan. Menurutnya, anak yatim dan penyandang disabilitas adalah bagian dari golongan mustahik yang harus diberdayakan, bukan dikasihani. “Zakat bukan sekadar laporan keuangan. Ini urusan akhirat. Ini soal keadilan sosial,” ucapnya tegas. Dari total penerima manfaat, tercatat 20 anak berkebutuhan khusus juga turut hadir. Mereka mendapat perlakuan setara, duduk di barisan depan, dan diajak berbelanja layaknya teman-temannya. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua MUI Bontang KH. Misbahul Munir, Kepala Inspektorat Enik Ruswati, Kadis Kominfo Anwar Sadat, serta perwakilan dari BRI, Bank Muamalat, BPD Kaltimtara, manajemen Matahari Dept. Store, dan Citimall Bontang.
BERITA14/07/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS KOTA BONTANG TITIK LOKUS PENERIMA PROGRAM LEBARAN YATIM BAZNAS RI SENILAI 100 JUTA
BAZNAS KOTA BONTANG TITIK LOKUS PENERIMA PROGRAM LEBARAN YATIM BAZNAS RI SENILAI 100 JUTA
Kota Bontang menjadi salah satu titik penyaluran program Lebaran Anak Yatim oleh BAZNAS RI, yang bekerja sama dengan Alfamart dan Alfamidi. BAZNAS Kota Bontang menjadi salah satu penerima manfaat program ini dan menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di Kota Bontang. Setiap anak yatim menerima santunan senilai Rp 1 juta, yang terdiri dari: - Rp 500.000 dalam bentuk cash - Seragam sekolah senilai Rp 500.000 yang dikirim langsung dari BAZNAS RI Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 8 Juli 2025, yang diikuti oleh seluruh BAZNAS se-Indonesia. Dalam acara ini, BAZNAS Kota Bontang menyerahkan secara simbolis santunan kepada 10 anak yatim sebagai perwakilan. Semoga program ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim di Kota Bontang dan meningkatkan semangat kebersamaan Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang kepedulian sosial di masyarakat.
BERITA09/07/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Kegiatan"Khitanan Massal 400 Peserta"  Sinergi Program Bontang Sehat Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang
Kegiatan"Khitanan Massal 400 Peserta" Sinergi Program Bontang Sehat Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang
Alhamdulillah kegiatan khitanan massal Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang yang dilaksanakan di 3 titik Lokasi (1) RSUD Taman Husada Bontang (2) RSIB Bontang dan (3) RS Amalia Bontang sukses terlaksana dengan jumlah peserta yang di khitan sebanyak 400 orang, Acara Pembukaan dibuka langsung oleh Walikota Bontang yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Bontang, Asdar Ibrahim. Melalui tagline Keajaiban Muzakki dan Ke Ajaiban Mustahik semoga dalam semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Baznas Kota Bontang senantiasa memberikan keberkahan bersama di Kota Bontang, tuturnya Terlaksana nya program dengan baik berkat dukungan berbagai pihak utamanya melalui kebijakan Pemerintah Kota Bontang dengan rutinnya OPD OPD membayarkan ZIS di Baznas Kota Bontang dalam setiap bulannya sehingga Baznas Kota Bontang terus dapat melaksanakan sinergi dalam berbagai program seperti ; Bontang Sehat, Bontang Taqwa, Bontang Cerdas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang di laksanakan melalu Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang. Berikut rincian kegiatan : - Tanggal dan Lokasi Pelaksanaan: - 28 Juni 2025: RSUD Taman Husada Kota Bontang (200 anak) - 29 Juni 2025: RS Yabis dan RS Amalia (masing-masing 100 anak) - Kegiatan: Seluruh biaya khitanan ditanggung oleh BAZNAS Kota Bontang, dengan tambahan bantuan seperti ; sarung ,baju dan uang saku untuk anak-anak yang mengikuti khitanan massal di tahun 2025 Kegiatan khitanan massal ini merupakan salah satu bentuk program BAZNAS Kota Bontang dalam membantu masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang mengucapkan terima kasih kepada Muzakki yang telah membayar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga BAZNAS Kota Bontang, dan Walikota, Wakil Walikota,DPRD , BUMD dan seluruh PNS di Pemerintahan Kota Bontang yang rutin membayar ZIS di setiiap UPZ UPZ OPD Pemerintah Kota Bontang yang rutin membayar ZIS.
BERITA29/06/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang  menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni untuk warga di Kelurahan Berbas Tengah
BAZNAS Kota Bontang menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni untuk warga di Kelurahan Berbas Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang melalui program penyerahan rumah layak huni. BAZNAS Kota Bontang secara resmi menyerahkan rumah layak huni kepada Lasahi, warga RT 03 Kelurahan Berebas Tengah Program ini merupakan bagian dari kegiatan BAZNAS Kota Bontang dalam mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang berhak, khususnya dalam bidang pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak. Penyerahan rumah ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Bontang Agus Haris, bersama Sekda Aji Erlynawati, Ketua Baznas Kota Bontang Kuba Siga,perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Lurah Berebas Tengah Abd Malik R serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Agus Haris menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Bontang. Ia juga menekankan pentingnya data yang valid dan terintegrasi sebagai dasar dalam menyusun program-program pengentasan kemiskinan ke depan. Ketua BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kondisi yang kurang layak. "Kami berharap dengan adanya rumah layak huni ini, keluarga penerima manfaat dapat hidup dengan lebih nyaman dan sejahtera. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Bontang ," ungkapnya. Rumah layak huni yang diserahkan ini dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi, serta dibangun dengan material yang kokoh dan tahan lama. Program pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu dari banyak program yang dicanangkan oleh BAZNAS Kota Bontang untuk bernsinergi dalam program yang di canangkan Pemerintah mendukung pemberdayaan masyarakat. Selain itu, BAZNAS juga aktif dalam program-program lain seperti bantuan Kemanusian ,beasiswa, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kesehatan.
BERITA12/04/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025 Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446H/2025 M jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H. Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15,47 detik sampai minus 1 derajat 4,57 detik. Dengan sudut elongasi berkisar 1 derajat 12,89 detik hingga 1 derajat 36,38 detik," kata Menag. "Secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," imbuhnya. Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1446 H, tidak ada yang memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 33 lokasi di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 33 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Asrorun Niam, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. "Jadi, Minggu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Senin akan takbiran menyambut Idulfitri," jelas Menag. Menurut Menag, umat Islam di Indonesia perlu bersyukur dengan Ramadan dan Syawal yang terjadi tahun ini, di mana seluruh elemen masyarakat bisa mengawali dan mengakhiri dengan waktu yang sama. "Alhamdulillah satu keberuntungan bangsa Indonesia, tahun ini awal Ramadannya sama dan alhamdulillah lebarannya pun sama," tutur Menag. "Mudah-mudahan keputusan ini merupakan sarana untuk umat Islam di Indonesia agar tetap menjaga toleransi dan kebersamaan, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam bermasyarakat di dalam naungan tanah air yang sama," sambungnya. Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
BERITA30/03/2025 | Berita Humas Baznas
Dukung Kesejahteraan Umat, Presiden Prabowo Puji Kinerja BAZNAS
Dukung Kesejahteraan Umat, Presiden Prabowo Puji Kinerja BAZNAS
ISTANA NEGARA. Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung program pemerintah melalui berbagai inisiatif unggulannya. Dalam acara Zakat Istana 2025 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (27/03/2025), Presiden dan Wakil Presiden RI turut berzakat, didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, juga hadir dalam acara tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas kontribusinya dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Presiden Prabowo. Presiden menambahkan bahwa kiprah BAZNAS tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional, seperti dalam upaya membantu masyarakat Palestina. "Saya sangat menghargai kerja keras BAZNAS yang mendapat apresiasi di berbagai negara, termasuk di Palestina dan Timur Tengah. BAZNAS selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih BAZNAS," kata Presiden. Menjelang Lebaran 2025, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dan belum dapat pulang ke kampung halaman. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna membantu mereka yang membutuhkan. "Banyak saudara kita yang masih berjuang demi kelangsungan hidupnya. Mari kita doakan mereka dan membantu semampu kita dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah," ajaknya. Menurut Presiden, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk gotong-royong dalam mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. "Berzakat adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya. Dengan berbagi, kita turut meringankan beban mereka yang membutuhkan," tambahnya. Terakhir, Presiden menegaskan pentingnya transparansi dalam penyaluran zakat oleh BAZNAS agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. "Penyaluran zakat harus dilakukan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran," tegasnya. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pariwisata Widyawati Wardhana, MenpanRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifulah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopolkam Budi Gunawan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, serta Menteri P2MI Abdul Kadir Karding. Hadir pula jajaran TNI dan Polri. (Dilansir media BAZNAS RI).
BERITA27/03/2025 | BAZNAS Humas
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah meningkatkan kesejahteraan umat dan membantu pemerintah melalui program-program unggulannya. Hal itu disampaikan dalam acara Zakat Istana 2025 oleh Presiden dan Wakil Presiden, diikuti oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/03/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. bersama Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. “Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI karena peran pentingnya dalam membantu pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat,” ujar Presiden Prabowo. Menurut Presiden Prabowo, peran penting BAZNAS ini tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri, seperti peran BAZNAS dalam membantu saudara-saudara Muslim di Palestina. "Saya menghormati kerja keras saudara-saudara (BAZNAS) yang juga diapresiasi di luar negeri, di Palestina, di Timur Tengah. Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS,” ucap Presiden Prabowo. Menurut Prabowo, menjelang lebaran 2025 ini masih banyak masyarakat yang tidak bisa mudik karena kesulitan ekonomi dan berjuang untuk kelangsungan hidup. Dengan membayar zakat, Presiden berharap dapat membantu meringankan beban hidup mereka. “Tentunya masih banyak saudara-saudara kita yang mengalami masa sulit dan berjuang untuk kelangsungan hidupnya, jadi mari berdoa untuk mereka dan ulurkan tangan kepada mereka dengan berzakat, berinfak dan sedekah,” ucapnya. Menurut Presiden Prabowo, “Karena dengan berzakat, kita dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua karunia yang telah diberikan-Nya, dengan berzakat kita dapat berbagi untuk meringankan beban hidup mereka.” “Berzakat merupakan cerminan gotong-royong, mengurangi ketimpangan sosial dan pemerataan kesejahterana sosial. Semoga zakat yang kita keluarkan, amal ibadah kita dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” katanya. Terakhir, Presiden Prabowo meminta agar penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAS dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. “Penyaluran zakat harus dilakukan transparan dan efektif dan harus sampai pada mereka yang membutuhkan,” tambahnya. Turut hadir dalam acara ini jajaran menteri Kabinet Merah Putih antara lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pariwisata Widyawati Wardhana, MenpanRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifulah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopolkam Budi Gunawan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, serta jajaran TNI, Polri.
BERITA23/03/2025 | BERITA BAZNAS RI
Walikota Bontang Dukung Peningkatan Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Walikota Bontang Dukung Peningkatan Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya zakat bersama walikota menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan instrumen sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa zakat adalah cahaya yang menerangi kehidupan, baik bagi muzakki (pemberi zakat) maupun mustahik / penerima zakat. "Dengan zakat, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa kita. Keajaiban zakat adalah ketika keberkahan mengalir kepada semua pihak yang terlibat,” ujar Neni Dalam acara zakat bersama walikota, BAZNAS Kota Bontang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah yang rutin dan terbesar dalam pembayaran zakat dalam setiap bulan dan Muzakki per orangan yang rutin berzakat ke BAZNAS Kota Bontang Total zakat yang disalurkan mencapai Rp325 juta lebih kepada mustahik di Kota Bontang
BERITA19/03/2025 | BAZNAS Humas
TUNAIKAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH ANDA DENGAN AMAN DAN MUDAH MELALUI KANTOR DIGITAL BAZNAS KOTA BONTANG
TUNAIKAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH ANDA DENGAN AMAN DAN MUDAH MELALUI KANTOR DIGITAL BAZNAS KOTA BONTANG
Dalam kesiapan BAZNAS Kota Bontang untuk menerima zakat online, BAZNAS telah menyediakan platform online yang dapat diakses oleh masyarakat. Pertama, BAZNAS Platform, yakni melalui website BAZNAS cukup hanya dengan meng klik ikon yang tersedia di website digital baznas Kedua, bisa langsung mengirim kerekening yang ada di kantordigital baznas #https://kotabontang.baznas.go.id/rekening
BERITA11/03/2025 | Humas Baznas
Baznas Bagikan 386  Paket Sembako Ramadhan  untuk Imam Masjid , Mushollah dan Marbot SE KOTA BONTANG
Baznas Bagikan 386 Paket Sembako Ramadhan untuk Imam Masjid , Mushollah dan Marbot SE KOTA BONTANG
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) Kota Bontang melaksanakan giat pendistribusian Paket Ramadhan Bontang Peduli untuk para Imam Masjid, musholla dan marbot masjid sekota Bontang , Selasa (11/3/2025) di Ruang 3 Dimensi Walikota Bontang Walikota Bontang Neni Moerniaeni dalam kegiatan BAZNAS berbagi , Bontang Peduli dengan para marbot dan imam masjid sekota Bontang. Sinergi Baznas dalam Bontang Peduli sangat di apresiasi oleh Walikota Bontang, semoga potensi zakat BAZNAS Kota Bontang dalam setiap tahunnya akan terus meningkat. Pendistribusian Paket Ramadhan Bontang Peduli ini menjadi suatu nilai tentang indahnya berbagi di Bulan Ramadhan ini, ujarnya Mari berbagi dengan cara klik ikon #info rekening BAZNAS #bayar zakat, zakat fitrah dan infaq
BERITA11/03/2025 | Humas Baznas
NILAI ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH BAZNAS KOTA BONTANG
NILAI ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH BAZNAS KOTA BONTANG
Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang dengan melalui ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Muhammad Hamzah, mengumumkan besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh umat Muslim di Kota Bontang. Menurutnya, harga beras yang menjadi dasar perhitungan zakat fitrah di Bontang terbagi menjadi tiga kategori harga, yakni tertinggi, menengah, dan terendahHamzah menjelaskan harga beras tertinggi saat ini Rp 18 ribu, kemudian harga menengah Rp 16 ribu dan harga beras termurah adalah Rp 14 ribu per kilogramnya. Jika ingin membayar zakat dengan uang, maka harga beras dikalikan 3,8 kilogram. Zakat Fitrah1. 18.000 x 3,8 kg = 68.4002. 16.000 x 3,8 kg = 60.8003. 14.000 x 3,8 kg = 53.200 Untuk zakat fidyah yang ditentukan berdasarkan harga beras terendah dan tertinggi yakni 1. 18.000/ jiwa per hari2. 14.000/ jiwa per hari
BERITA10/03/2025 | Humas Baznas
Baznas bantu bangun rumah mustahik  Sinergi entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang
Baznas bantu bangun rumah mustahik Sinergi entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang
Rumah adalah kebutuhan dasar manusia. Dengan memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, mustahik bisa hidup lebih baik dan lebih produktif. Oleh karena itu Baznas terus berkomitmen untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini," ini sejalan dengan program pemerintah Kota Bontang dalam meng entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang Walikota Bontang Neni Moerniaeni berharap Melalui program Bontang Peduli yang dilaksanakan BAZNAS Kota Bontang akan memberikan nilai manfaat dan keberkahan Untuk setiap Muzakki yang sudah mempercayakan BAZNAS Kota Bontang dalam pengelolaan zakat serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan
BERITA07/03/2025 | BAZNAS Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.

Lihat Daftar Rekening →