WhatsApp Icon
Nyerakat Kiri Resmi Ditetapkan sebagai Kampung Zakat 2026, BAZNAS Bontang Dorong Pemberdayaan Masyarakat

BONTANG — Kawasan Nyerakat Kiri, RT 09 dan RT 10, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat Kota Bontang Tahun 2026.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Program Kampung Zakat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, H. Muhammad Hamzah, S.H.I., M.H.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Titik Pelaksanaan Kampung Zakat kepada perwakilan Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang hadir melalui Wakil Ketua III, Idris Hakam, S.Ag. Kehadiran BAZNAS menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi bersama Kementerian Agama dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Nyerakat Kiri Memiliki Potensi dan Tantangan

Kawasan Nyerakat Kiri RT 09 dan RT 10 merupakan wilayah perdesaan/pelosok dengan karakteristik wilayah yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit rakyat, serta pekerjaan sebagai buruh sawit.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 85 KK di RT 09 dan 105 KK di RT 10. Hasil validasi data kemiskinan menunjukkan terdapat 88 jiwa prasejahtera di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat kelompok masyarakat rentan yang terdiri dari 18 lansia, 3 anak yatim, dan 6 penyandang disabilitas.

Di sisi lain, Nyerakat Kiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor pertanian palawija, hortikultura, dan perkebunan kelapa sawit rakyat. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam merancang program pemberdayaan melalui Kampung Zakat.

Namun demikian, masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses jalan tani, ketergantungan terhadap musim, serta risiko kebakaran lahan yang membutuhkan pengawasan dan patroli secara terpadu.

Zakat Didorong untuk Pemberdayaan

Melalui penetapan Kampung Zakat, pengelolaan zakat diharapkan tidak berhenti pada pola bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat.

Beberapa kebutuhan yang telah teridentifikasi antara lain pengadaan sarana pertanian dan perkebunan ringan seperti mesin pemotong rumput, sprayer dan pupuk, serta penguatan modal usaha warung kelontong maupun pengolahan hasil pertanian lokal. Estimasi kebutuhan modal awal untuk kelompok atau pelaku usaha berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp15 juta.

BAZNAS Kota Bontang akan mendorong agar potensi zakat dapat diarahkan secara tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kampung Zakat.

Program ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS Kota Bontang, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat, sehingga pemberdayaan yang dilakukan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

Penetapan Nyerakat Kiri sebagai Kampung Zakat 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan wajah zakat yang lebih produktif: dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju membangun kemandirian masyarakat untuk masa depan.

Nyerakat Kiri — Kampung Zakat 2026, Bersama Zakat Membangun Kemandirian Umat.

21/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Hadir di Rakor Forkopimda, BAZNAS Kota Bontang Perkuat Sinergi ZIS untuk Program Tepat Sasaran dan Berdampak

MAKASSAR — BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda dan Pemangku Kepentingan Kota Bontang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makassar, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bontang, H. Kuba Siga, turut hadir bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran BAZNAS dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah melalui pengelolaan dana ZIS untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan dan kelompok mustahik.

Sinergi Agar Program Tidak Tumpang Tindih

Salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut adalah perlunya setiap pihak membangun sinergi agar program pembangunan dan bantuan yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun mengalami tumpang tindih.

Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG mendorong agar setiap program yang dijalankan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan benar-benar memberikan manfaat.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pengelolaan BAZNAS Kota Bontang. Setiap program harus terlebih dahulu melihat kebutuhan di lapangan, memetakan sasaran penerima manfaat dan memperhatikan program yang telah dilaksanakan pemerintah maupun pihak lainnya.

Dengan demikian, dana zakat dan infak yang dititipkan masyarakat dapat menjadi pelengkap sekaligus penguat terhadap program pembangunan yang telah berjalan.

“BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Apa yang sudah dilakukan pemerintah dan para pihak harus kita petakan. Kami mengambil peran untuk melengkapi, memperkuat dan memberikan intervensi kepada kebutuhan yang belum tertangani.”
H. Kuba Siga, Ketua BAZNAS Kota Bontang

Menurutnya, semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

Perhimpunan ZIS Terus Diperkuat

Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS juga tercermin dari data digital SIMBA BAZNAS.

Berdasarkan rekapitulasi pada dashboard SIMBA, perhimpunan ZIS BAZNAS Kota Bontang tahun 2025 tercatat sebesar Rp8.670.871.488 dengan 2.544 muzaki.

Sementara itu, pada Semester I Tahun 2026, kanal digital SIMBA mencatat perhimpunan sebesar Rp4.225.994.524 dengan 214 muzaki pada data dashboard saat diakses.

Dengan demikian, perhimpunan Semester I 2026 tersebut telah mencapai sekitar 48,74 persen dari total perhimpunan tahun 2025.

Data tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin besar dana ZIS yang berhasil dihimpun, semakin besar pula tanggung jawab BAZNAS untuk memastikan dana tersebut dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang nyata.

Dari Data Menuju Kolaborasi Program

Ke depan, BAZNAS Kota Bontang juga mendorong penguatan sistem digital kolaboratif. Sistem tersebut diarahkan agar pihak-pihak yang terlibat dapat melihat informasi program sesuai dengan kewenangan dan hak akses masing-masing.

Data yang akan dikembangkan antara lain meliputi lokasi program, penerima manfaat, jenis bantuan, sumber dana, mitra yang terlibat, status pelaksanaan, dokumentasi, hingga monitoring dan evaluasi program.

Langkah ini penting agar seluruh pihak memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai intervensi yang telah dilakukan dan kebutuhan yang masih belum tertangani.

Konsep tersebut diharapkan dapat membangun satu data, satu perencanaan dan satu arah dampak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dapat berjalan lebih efektif.

Program ZIS Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Penguatan kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada berbagai program BAZNAS Kota Bontang, mulai dari Bontang Peduli, Bontang Sehat, Bontang Cerdas, Bontang Sejahtera hingga Bontang Taqwa.

Termasuk di dalamnya program sunatan massal, bedah rumah, bantuan pendidikan, Belanja Berkah Anak Yatim, serta pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken, ZAuto, ZMart dan ZCoffee.

Program pemberdayaan menjadi perhatian penting agar zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi instrumen untuk mendorong mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Dalam konteks kolaborasi dengan dunia usaha melalui TJSL/CSR, BAZNAS juga siap mengambil peran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Pemetaan program menjadi penting agar bantuan perusahaan, pemerintah dan dana ZIS dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan atau bertumpuk pada sasaran yang sama.

Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI

Dalam menjalankan seluruh programnya, BAZNAS Kota Bontang menegaskan komitmen untuk tetap berpegang pada prinsip:

Aman Syar’i — Aman Regulasi — Aman NKRI.

Prinsip tersebut menjadi landasan agar seluruh pengelolaan ZIS berjalan sesuai ketentuan syariah, peraturan perundang-undangan serta kepentingan bangsa dan negara.

BAZNAS Kota Bontang juga terus memperkuat tata kelola agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, akuntabel, produktif dan berdampak.

Pada akhirnya, kolaborasi bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memastikan setiap program benar-benar dibutuhkan, tepat sasaran, tidak tumpang tindih dan memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Semakin kuat sinergi, semakin luas manfaat. Semakin baik tata kelola, semakin besar kepercayaan. Dan semakin tepat program, semakin nyata dampaknya bagi mustahik.

“Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.”
Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.

21/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
Pimpinan BAZNAS Kota Bontang Ikuti Pra-Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Zakat Berdampak dan Kepedulian Bencana NTT

BONTANG — Pimpinan BAZNAS Kota Bontang mengikuti Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) BAZNAS 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring melalui Zoom, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, dengan agenda evaluasi pencapaian RKAT 2026 BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota serta penguatan arah pengelolaan zakat nasional.

Pra-Rakornas juga menjadi momentum bagi BAZNAS se-Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam forum tersebut, BAZNAS diajak untuk turut berkontribusi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat BAZNAS untuk hadir tidak hanya melalui program zakat, tetapi juga dalam merespons kondisi kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat ketika terjadi bencana.

BAZNAS Kota Bontang menyambut ajakan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Penggalangan bantuan diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat, muzaki, UPZ, komunitas, dunia usaha dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di NTT.

Selain kepedulian bencana, Pra-Rakornas membahas pentingnya penguatan pengumpulan zakat melalui berbagai segmen, mulai dari ASN dan lembaga pemerintah, perusahaan swasta, organisasi profesi, muzaki khusus hingga kanal digital.

Penguatan pengumpulan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan. Zakat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menghasilkan outcome dan impact bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.

Dorong Transformasi dari Charity Menuju Empowerment

Salah satu pesan penting dalam Pra-Rakornas adalah perlunya perubahan paradigma pengelolaan zakat dari pendekatan campaign based menuju ecosystem based zakat management, serta secara bertahap menggeser program dari sekadar charity menuju empowerment.

Program karitatif tetap diperlukan bagi masyarakat dalam kondisi rentan. Namun, program zakat juga perlu diarahkan untuk membangun kemandirian mustahik sehingga memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan dan pada akhirnya dapat naik kelas menjadi muzaki.

SIMBA Diperkuat sebagai Basis Data Mustahik

Transformasi digital juga menjadi perhatian penting. Data mustahik yang dikelola melalui SIMBA secara by name by address perlu terus dioptimalkan agar tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi berkembang menjadi basis data yang dinamis dan mendukung pengambilan keputusan.

Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai identitas dan lokasi mustahik, riwayat bantuan, jenis program yang diterima, waktu dan lokasi penyaluran, hingga perkembangan kondisi mustahik setelah menerima bantuan.

Penguatan data tersebut juga dapat membantu mencegah tumpang tindih bantuan, meningkatkan ketepatan sasaran serta menjadi dasar dalam menentukan program pemberdayaan.

RKAT Menjadi Instrumen Strategis

Pra-Rakornas turut menegaskan bahwa RKAT bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan keselarasan antara visi pimpinan, program, pelaksanaan kegiatan, tata kelola dan disiplin organisasi.

Perencanaan BAZNAS diarahkan agar selaras dengan prioritas pembangunan, khususnya pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi syariah.

BAZNAS Kota Bontang Siap Menindaklanjuti

Keikutsertaan Pimpinan BAZNAS Kota Bontang dalam Pra-Rakornas BAZNAS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal dan menindaklanjuti arah kebijakan BAZNAS RI di tingkat daerah.

Penguatan pengumpulan, peningkatan kualitas pendistribusian dan pemberdayaan, transformasi digital, pemanfaatan data, pengukuran dampak serta kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana menjadi bagian penting dalam pengembangan BAZNAS Kota Bontang ke depan.

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola zakat agar dana yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, produktif dan berdampak.

Dengan semangat:

“Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.”

BAZNAS Kota Bontang terus bergerak agar zakat dan infak tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi menjadi kekuatan untuk mengangkat kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, membangun kemandirian umat serta hadir bagi sesama dalam situasi bencana.

20/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Hadiri Pembukaan BRUS 2026, Perkuat Sinergi Membangun Generasi Sehat, Mandiri dan Berprestasi

BONTANG — BAZNAS Kota Bontang turut menghadiri pembukaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan generasi muda Kota Bontang.

Kegiatan tersebut diikuti 180 siswa dari 22 sekolah di Kota Bontang dan menjadi ruang pembinaan bagi remaja usia sekolah untuk memperoleh pengetahuan, pembekalan dan pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan masa remaja.

Hadir mewakili BAZNAS Kota Bontang, Arsyad, S.H., Pimpinan BAZNAS Kota Bontang/Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum.

Turut hadir H. Rudi Kartono, S.HI., M.Sos., Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta H. Lukman, S.S., M.Si., Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Bontang, yang mewakili Wali Kota Bontang.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Kementerian Agama Kota Bontang, Kepala KUA se-Kota Bontang, unsur perangkat daerah, sekolah dan madrasah serta para peserta BRUS.

Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang disampaikan H. Lukman, ditegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia sejak usia dini.

Generasi muda Bontang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani dan mental, kuat iman, baik akhlaknya, memiliki keterampilan, mencintai keluarga, menghargai sesama serta mampu menghadapi tantangan zaman.

Pemerintah Kota Bontang juga mengajak seluruh unsur untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi generasi muda, termasuk sekolah, madrasah, orang tua, BKKBN, puskesmas, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

BRUS menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan pembekalan kepada remaja terkait berbagai persoalan yang dihadapi pada masa pertumbuhan, termasuk pergaulan negatif, kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, pernikahan dini, stunting, HIV, bullying, kesehatan mental serta berbagai perilaku berisiko lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, remaja juga diajak untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam kehidupan. Masa remaja merupakan masa untuk belajar, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita dan mempersiapkan masa depan.

BAZNAS Kota Bontang memandang pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pengelolaan zakat, infak dan sedekah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, kehadiran BAZNAS Kota Bontang dalam BRUS 2026 menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam kegiatan BRUS:

SEHAT, MANDIRI, BERPRESTASI

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari kolaborasi dalam membangun generasi dan keluarga yang kuat.

Membangun generasi bukan tugas satu lembaga. Dibutuhkan sinergi pemerintah, Kementerian Agama, sekolah, keluarga, masyarakat dan seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan anak-anak Bontang.

Dengan memohon ridha Allah SWT, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kota Bontang Tahun 2026 secara resmi dibuka, dengan harapan kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan menjadi salah satu langkah bersama dalam mencegah pernikahan dini serta mempersiapkan generasi muda Kota Bontang yang berkualitas.

BAZNAS Kota Bontang
Zakat Membangun Generasi, Zakat Menguatkan Masa Depan.

19/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar
BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pembinaan Muallaf, Dukung Taehyeong Kim Menapaki Jalan Islam

BONTANG BARAT — BAZNAS Kota Bontang terus mengambil bagian dalam pembinaan dan penguatan kehidupan muallaf di Kota Bontang. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengislaman Taehyeong Kim (38), warga asal Korea Selatan, yang mengucapkan dua kalimat syahadat di Musholla Al Marrotain, Bontang Barat, Selasa (18/8/2026).

Prosesi pengucapan syahadat dilaksanakan melalui Lembaga Pembinaan dan Kesejahteraan Muallaf (LENTERA MUALLAF) Bontang Barat, dengan disaksikan para ustadz, anggota TPQ Al Marrotain serta sejumlah pihak yang turut memberikan pendampingan.

Syahadat dipandu oleh Ahmad Rayyani, Penyuluh Agama Islam KUA Bontang Barat sekaligus Ketua LENTERA MUALLAF Bontang Barat. Dalam proses tersebut, Agni turut membantu sebagai penerjemah untuk memastikan Taehyeong Kim memahami setiap kalimat dan makna yang disampaikan.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, suasana haru dan sukacita menyelimuti para hadirin. Kim menyampaikan rasa bahagia karena mendapatkan sambutan yang ramah dan penuh kekeluargaan.

“Saya merasa bahagia dan sangat haru ketika disambut dengan ramah. Setelah mempelajari dan membandingkan berbagai ajaran agama, saya merasa Islam adalah agama yang lebih baik. Saya juga ingin mengakhiri masa tidak beragama yang selama ini saya jalani sebagai seorang atheis,” ungkap Kim.

Syahadat Menjadi Awal Perjalanan

Bagi LENTERA MUALLAF Bontang Barat, pengucapan syahadat bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan seorang muallaf untuk mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

Ahmad Rayyani menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar muallaf mendapatkan pembinaan keagamaan sekaligus lingkungan yang dapat memberikan dukungan dalam menjaga dan memperkuat keimanan.

Pendekatan yang humanis, ramah dan penuh kasih menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Setiap muallaf memiliki perjalanan hidup dan proses pencarian spiritual yang berbeda.

Sementara itu, Ustadz Arbain Nawawi, staf KUA Bontang Barat, memberikan motivasi kepada Kim mengenai keutamaan seseorang yang memeluk Islam. Ia menyampaikan bahwa dosa-dosa terdahulu diampuni, seorang yang masuk Islam diibaratkan seperti bayi yang baru lahir, kebaikan yang telah dilakukan sebelumnya tetap dicatat, serta pahala kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi Kim untuk menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim dengan penuh optimisme dan semangat untuk terus belajar.

BAZNAS Kota Bontang Hadir Mendukung Muallaf

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bontang turut memberikan kontribusi berupa perlengkapan alat ibadah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan awal Kim sebagai seorang muallaf.

Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian BAZNAS Kota Bontang terhadap pembinaan muallaf sekaligus bentuk sinergi dengan LENTERA MUALLAF dan KUA Bontang Barat dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang baru memeluk Islam.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, pembinaan muallaf tidak berhenti pada saat seseorang mengucapkan syahadat. Dukungan dan pendampingan setelahnya juga menjadi bagian penting agar muallaf memiliki kesempatan untuk belajar agama, menjalankan ibadah dan tumbuh dalam lingkungan yang memberikan penguatan keimanan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mesir Lahale, Ketua TPQ Al Marrotain, dilanjutkan dengan ucapan selamat, foto bersama dan ramah tamah.

Momen tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi Taehyeong Kim dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim di Kota Bontang.

Melalui sinergi bersama lembaga keagamaan dan masyarakat, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan muallaf, menghadirkan kepedulian, dukungan dan pendampingan agar setiap muallaf dapat menjalani perjalanan keislamannya dengan lebih kuat dan istiqamah.

BAZNAS Kota Bontang
Menebar Zakat, Menguatkan Umat, Menumbuhkan Kebaikan.

18/08/2026 | Kontributor: Humas Baznasbtg.ar

Berita Terbaru

Di Balik Pengelolaan Zakat: Begini Cara BAZNAS Menjaga Amanah Umat
Di Balik Pengelolaan Zakat: Begini Cara BAZNAS Menjaga Amanah Umat
Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan transparansi. Sebagai lembaga resmi negara yang ditugaskan mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan umat. Namun di tengah dinamika yang berkembang, muncul pertanyaan di masyarakat: Bagaimana sebenarnya zakat itu dikelola? Artikel ini mengajak Anda melihat lebih dekat ke balik layar pengelolaan zakat di BAZNAS, dan bagaimana lembaga ini berusaha menjaga integritas serta amanah umat. 1. Mekanisme Pengelolaan Zakat: Transparan dan Terstruktur BAZNAS mengelola dana zakat melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan. Proses ini diawasi oleh sistem keuangan syariah dan audit internal yang ketat. Berikut tahapannya: Penghimpunan Zakat dikumpulkan melalui berbagai kanal seperti aplikasi digital, layanan jemput zakat, payroll zakat ASN/pegawai, melalui pengumpulan kantor digital BAZNAS. Dan ter input dalam setap bulan dan ter integrasi secara Nasional melalui system pelaporan SIMBA BAZNAS RI Pendistribusian dan Pendayagunaan Dana zakat disalurkan melalui berbagai program, diantaranya kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan dakwah advokasi, kebencanaan dan ekonomi. Pelaporan Setiap transaksi dan penggunaan dana dicatat, diaudit, dan dilaporkan secara berkala melalui situs resmi dan laporan tahunan yang dapat diakses public. Kantor Digital BAZNAS Kota Bontang ( https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan ) 2. Sistem Pencegahan Korupsi di BAZNAS Menjadi lembaga yang mengelola dana publik, apalagi dana ibadah seperti zakat, membuat BAZNAS sangat ketat dalam mencegah korupsi, penyimpangan, dan penyalahgunaan wewenang. Ada beberapa sistem utama yang dibangun untuk mencegah korupsi: Audit Berlapis dan Terbuka A. Audit Keuangan (KAP) Audit ini dilakukan setiap tahun oleh lembaga independen eksternal (bukan internal BAZNAS), untuk menilai kesesuaian pengelolaan keuangan dengan strandar, validasi data keuangan terhadap dokumen riil, dan kesesuaian antara anggaran program dengan realisasi di lapangan. BAZNAS Kota Bontang juga melalui pendampingan dan pengawasan langsung melalui Inspektorat Kota Bontang sejak tahun 2023. Outputnya adalah: Laporan Audit Keuangan dengan opini: (Wajar Tanpa Pengecualian, Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar, dan Disclaimer (tidak memberikan opini). B. Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag RI) Audit ini menilai apakah dana zakat dihimpun, dikelola, dan disalurkan sesuai hukum islam. Mustahik ditentukan berdasarkan 8 asnaf (golongan penerima zakat). Tidak ada praktik riba, penimbunan atau penyimpangan dalam distribusi zakat. C. Audit Pendampingan oleh Inspektorat daerah Kota Bontang sejak tahun 2023 terkait system administrasi pelaporan ZIS Baznas Kota Bontang 3. Komitmen: Zakat Anda, Tanggung Jawab Kami Menjaga dana zakat tidak cukup hanya dengan membangun sistem pengawasan dan audit. BAZNAS membuktikan komitmennya dengan menyalurkan zakat secara tepat sasaran, terukur, dan berdampak luas melalui program-program unggulan di berbagai bidang. Inilah bentuk nyata tanggung jawab kami kepada para muzakki dan mustahik: - Kemanusiaan Program BAZNAS dalam menyalurkan bantuan mendesak untuk para mustahik, di antaranya: 1. Paket sembako untuk memenuhi kebutuhan mustahik. 2. Bantuan sosial kemanusiaan juga diberikan bagi mustahik perorangan atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan karena memiliki sumber mata pencaharian atau sudah tidak mampu bekerja. 3. Bantuan Penyandang Disabilitas, bantuan bagi penyandang disabilitas atau bagi individu penyandang disabilitas berupa kaki palsu, kursi roda atau alat pendukung aktivitas lainnya. 4. Bantuan Rumah Layak Huni, Program renovasi rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik berupa tempat tinggal yang layak, memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kesehatan. 5. Zakat Fitrah, BAZNAS menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik 8 asnaf, di antaranya keluarga rentan. 6. Kurban, BAZNAS memberikan jaminan kaum Muslimin menunaikan ibadah kurban secara mudah, aman dan sesuai syariah. Daging kurban disalurkan khususnya kepada mustahik - Kesehatan, Program pelayanan akses pembiayaan kesehatan secara terpadu kepada seluruh mustahik. - Pendidikan dan Dakwah. Pendidikan, merupakan program BAZNAS dalam menyediakan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi para siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta sebagai pertanggungjawaban antar generasi. - Kebencanaan melalui BAZNAS Tanggap Bencana, Program ini berjalan melalui yakni: Penanganan kebencanaan kebencanaan; Kerelawanan melalui rekrutmen dan pelatihan relawan dalam setiap bencana yang terjadi - Ekonomi, dalam menyalurkan dana zakat, BAZNAS berkomitmen meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kemandirian ekonomi, di antaranya: A. Ekonomi Perkotaan ( ZMART, ZCHICKEN, Z-AUTO, Z LAUNDRY , ZCOFFEE, dan BAZNAS Microfinance Masjid) Program Balai Ternak Unggas, ZCD dan Pemberdayaan UMKM B. Para mustahik binaan dibantu dalam proses pengajuan usaha serta diajarkan dalam peningkatan pengembangan usaha. Zakat bukan sekadar kewajiban. Ia adalah bentuk keimanan, kepedulian, dan kepercayaan. Dan ketika umat menitipkan zakat kepada BAZNAS, yang sesungguhnya mereka titipkan adalah harapan—bahwa zakat itu akan sampai ke tangan yang berhak, dikelola secara benar, dan memberi dampak nyata. BAZNAS Kota Bontang melalui audit berlapis, pengawasan terbuka, sistem digitalisasi kantor BAZNAS yang akuntabel, hingga program-program pemberdayaan yang menjangkau seluruh Indonesia. BAZNAS Amanah membuktikan bahwa menjaga dana umat bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang dijalankan setiap hari. 3A “ Aman Syari’I – Aman Regulasi – Aman NKRI “
BERITA17/08/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
LAPORAN SEMESTER I_2025 ( PERHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN )
LAPORAN SEMESTER I_2025 ( PERHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN )
BAZNAS Kota Bontang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bontang; Walikota, Wakil walikota, DPRD Kota Bontang, ASN Kota Bontang, dan Para Muzakki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS Kota Bontang. Laporan Semester I (Januari - Juni 2025) - Perhimpunan: Rp 4.043.902.598 - Pendayagunaan dan Pendistribusian: Rp 3.241.868.938 Pada semester I tahun 2025, BAZNAS Kota Bontang telah melakukan Pendistribusian & Pendayagunaan zakat dalam beberapa program di bidang: - Bidang Kemanusiaan (Rp2.574.775.538): Memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. - Bidang Kesehatan (Rp65.240.000): Meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. - Bidang Pendidikan (Rp189.677.000): Meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. - Bidang Advokasi dan Dakwah (Rp130.626.400): Meningkatkan kesadaran nilai-nilai Islam dan zakat. - Bidang Ekonomi (Rp285.550.000): Meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapan Semoga zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Bontang membawa keberkahan dan manfaat bagi para penerima ( Mustahik ) manfaat di Kota Bontang. Sistem pelaporan keuangan BAZNAS Kota Bontang didampingi melalui Inspektorat Pemerintah Kota Bontang dan menggunakan sistem laporan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) setiap tahunnya. Detail Sistem Pelaporan - Pendampingan Inspektorat: Inspektorat Pemerintah Kota Bontang mendampingi BAZNAS Kota Bontang dalam sistem pelaporan keuangan. Sejak tahun 2023 sampai saat ini - Laporan oleh KAP: Laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Tujuan Pelaporan - Transparansi dan Akuntabilitas: Pelaporan keuangan yang diaudit oleh KAP bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Laporan KAP Baznas Kota Bontang dapat di akses melalui kantor digital Baznas Kota Bontang https://kotabontang.baznas.go.id/keuangan - Kepercayaan Muzaki: Hasil audit ini juga meningkatkan kepercayaan muzaki bahwa pengelolaan dana zakat sesuai dengan prinsip amanah dan regulasi. - Sesuai Prinsip dan Ketetapan dalam Lembaga Baznas 3A “ Aman Syari - Aman Regulasi dan Aman NKRI “
BERITA06/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS KOTA BONTANG  IKUTI KEGIATAN RAKORDA BAZNAS DI KUTAI TIMUR
BAZNAS KOTA BONTANG IKUTI KEGIATAN RAKORDA BAZNAS DI KUTAI TIMUR
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama 10 Kabupaten Kota di Kaltim, Minggu 27 Juli 2025 malam. Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan dalam laporannya, mengatakan agenda ini utamanya adalah silaturahmi untuk 10 kabupaten Kota di Kaltim. Ia juga menyebut tujuan lainnya untuk mengkoordinasikan program dan kegiatan pengalolaan zakat pada lembaga zakat Baznas Kaltim. Agenda Rakorda ini dihadiri 101 orang, mulai dari pimpinan BAZNAS Kaltim hingga pimpinan dan staf Baznas 10 Kabupaten Kota di Kaltim. Selain itu, agenda ini juga dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat dan Pimpinan Baznas RI Bidang Teknologi Informasi Prof Nadra, Gubernur Kaltim diwakilkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim dan Forkopimda se-Kutim. Kegiatan Rakorda tahun ini di laksanakan di Kutai Timur, Pimpinan BAZNAS Kota Bontang dan semua manager pelaksana turut serta mengikuti kegiatan Rakorda Baznas yang di laksanakan di Kutai Timur dari tgl 27 sampai dengan 29 Juli 2025. Melalui RAKORDA ini, BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bontang, dengan memaksimalkan potensi zakat yang ada.
BERITA29/07/2025 | Humas Baznas
Bontang Peduli : Walikota  Bontang  Berbelanja Bersama Anak Yatim " Wujud Kepedulian dalam  Membangun Kebahagian "
Bontang Peduli : Walikota Bontang Berbelanja Bersama Anak Yatim " Wujud Kepedulian dalam Membangun Kebahagian "
Program Baznas Kota Bontang bertajuk "Bontang Peduli: Berbagi dalam Lebaran Yatim dan Difabel", dengan Pemerintah Kota Bontang dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia. Tahun ini, 300 anak mendapatkan voucher belanja yang bisa digunakan langsung di Matahari Department Store senilai 400 ribu per anak. Total biaya yang disalurkan melalui ZIS Baznas Kota Bontang senilai 120 juta Momentum bulan Muharram, yang juga dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”, dimaknai secara mendalam. Tidak sekadar simbolik, bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa kota ini tidak membiarkan anak-anak yatim dan difabel berjalan sendirian. Ketua BAZNAS Bontang, Kuba Siga, menyampaikan pesan dalam sambutannya. Mengutip Al-Qur’an surah Al-Ma’un, ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah barometer keimanan dan kemanusiaan. “Jangan pernah merasa cukup hanya dengan beribadah. Jika kita menutup mata pada anak-anak yatim, itu tanda rapuhnya iman. Zakat adalah bentuk cinta, bukan hanya kewajiban,” ujarnya lantang. Tak hanya dari BAZNAS Bontang, bantuan tambahan untuk 100 anak Yatim juga datang dari BAZNAS RI. Sebanyak 100 anak lainnya mendapatkan uang tunai Rp500 ribu plus perlengkapan baju sekolah, akan diserahkan dalam kegiatan muharram 1447.H melalui dana zakat dari Baznas RI senilai 100 juta. BAZNAS Bontang mencatat capaian positif dalam penghimpunan tahun 2024 total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 7 miliar. Dana tersebut akan terus dikelola untuk mendukung program-program yang dijalankan di Baznas Kota Bontang. Jumlah anak dalam kegiatan lebaran yatim dan di fabel tahun 2025 400 anak Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis dan turut serta berbelanja bersama anak yatim di city mall matahari Bontang. Dia mengatakan, zakat harus menyasar kelompok paling rentan. Menurutnya, anak yatim dan penyandang disabilitas adalah bagian dari golongan mustahik yang harus diberdayakan, bukan dikasihani. “Zakat bukan sekadar laporan keuangan. Ini urusan akhirat. Ini soal keadilan sosial,” ucapnya tegas. Dari total penerima manfaat, tercatat 20 anak berkebutuhan khusus juga turut hadir. Mereka mendapat perlakuan setara, duduk di barisan depan, dan diajak berbelanja layaknya teman-temannya. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua MUI Bontang KH. Misbahul Munir, Kepala Inspektorat Enik Ruswati, Kadis Kominfo Anwar Sadat, serta perwakilan dari BRI, Bank Muamalat, BPD Kaltimtara, manajemen Matahari Dept. Store, dan Citimall Bontang.
BERITA14/07/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS KOTA BONTANG TITIK LOKUS PENERIMA PROGRAM LEBARAN YATIM BAZNAS RI SENILAI 100 JUTA
BAZNAS KOTA BONTANG TITIK LOKUS PENERIMA PROGRAM LEBARAN YATIM BAZNAS RI SENILAI 100 JUTA
Kota Bontang menjadi salah satu titik penyaluran program Lebaran Anak Yatim oleh BAZNAS RI, yang bekerja sama dengan Alfamart dan Alfamidi. BAZNAS Kota Bontang menjadi salah satu penerima manfaat program ini dan menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di Kota Bontang. Setiap anak yatim menerima santunan senilai Rp 1 juta, yang terdiri dari: - Rp 500.000 dalam bentuk cash - Seragam sekolah senilai Rp 500.000 yang dikirim langsung dari BAZNAS RI Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 8 Juli 2025, yang diikuti oleh seluruh BAZNAS se-Indonesia. Dalam acara ini, BAZNAS Kota Bontang menyerahkan secara simbolis santunan kepada 10 anak yatim sebagai perwakilan. Semoga program ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim di Kota Bontang dan meningkatkan semangat kebersamaan Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang kepedulian sosial di masyarakat.
BERITA09/07/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Kegiatan"Khitanan Massal 400 Peserta"  Sinergi Program Bontang Sehat Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang
Kegiatan"Khitanan Massal 400 Peserta" Sinergi Program Bontang Sehat Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang
Alhamdulillah kegiatan khitanan massal Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang yang dilaksanakan di 3 titik Lokasi (1) RSUD Taman Husada Bontang (2) RSIB Bontang dan (3) RS Amalia Bontang sukses terlaksana dengan jumlah peserta yang di khitan sebanyak 400 orang, Acara Pembukaan dibuka langsung oleh Walikota Bontang yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Bontang, Asdar Ibrahim. Melalui tagline Keajaiban Muzakki dan Ke Ajaiban Mustahik semoga dalam semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Baznas Kota Bontang senantiasa memberikan keberkahan bersama di Kota Bontang, tuturnya Terlaksana nya program dengan baik berkat dukungan berbagai pihak utamanya melalui kebijakan Pemerintah Kota Bontang dengan rutinnya OPD OPD membayarkan ZIS di Baznas Kota Bontang dalam setiap bulannya sehingga Baznas Kota Bontang terus dapat melaksanakan sinergi dalam berbagai program seperti ; Bontang Sehat, Bontang Taqwa, Bontang Cerdas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang di laksanakan melalu Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang. Berikut rincian kegiatan : - Tanggal dan Lokasi Pelaksanaan: - 28 Juni 2025: RSUD Taman Husada Kota Bontang (200 anak) - 29 Juni 2025: RS Yabis dan RS Amalia (masing-masing 100 anak) - Kegiatan: Seluruh biaya khitanan ditanggung oleh BAZNAS Kota Bontang, dengan tambahan bantuan seperti ; sarung ,baju dan uang saku untuk anak-anak yang mengikuti khitanan massal di tahun 2025 Kegiatan khitanan massal ini merupakan salah satu bentuk program BAZNAS Kota Bontang dalam membantu masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. BAZNAS Kota Bontang mengucapkan terima kasih kepada Muzakki yang telah membayar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga BAZNAS Kota Bontang, dan Walikota, Wakil Walikota,DPRD , BUMD dan seluruh PNS di Pemerintahan Kota Bontang yang rutin membayar ZIS di setiiap UPZ UPZ OPD Pemerintah Kota Bontang yang rutin membayar ZIS.
BERITA29/06/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
BAZNAS Kota Bontang  menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni untuk warga di Kelurahan Berbas Tengah
BAZNAS Kota Bontang menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni untuk warga di Kelurahan Berbas Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang melalui program penyerahan rumah layak huni. BAZNAS Kota Bontang secara resmi menyerahkan rumah layak huni kepada Lasahi, warga RT 03 Kelurahan Berebas Tengah Program ini merupakan bagian dari kegiatan BAZNAS Kota Bontang dalam mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang berhak, khususnya dalam bidang pemenuhan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak. Penyerahan rumah ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Bontang Agus Haris, bersama Sekda Aji Erlynawati, Ketua Baznas Kota Bontang Kuba Siga,perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Lurah Berebas Tengah Abd Malik R serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Agus Haris menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam upaya menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kota Bontang. Ia juga menekankan pentingnya data yang valid dan terintegrasi sebagai dasar dalam menyusun program-program pengentasan kemiskinan ke depan. Ketua BAZNAS Kota Bontang menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kondisi yang kurang layak. "Kami berharap dengan adanya rumah layak huni ini, keluarga penerima manfaat dapat hidup dengan lebih nyaman dan sejahtera. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Bontang ," ungkapnya. Rumah layak huni yang diserahkan ini dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi, serta dibangun dengan material yang kokoh dan tahan lama. Program pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu dari banyak program yang dicanangkan oleh BAZNAS Kota Bontang untuk bernsinergi dalam program yang di canangkan Pemerintah mendukung pemberdayaan masyarakat. Selain itu, BAZNAS juga aktif dalam program-program lain seperti bantuan Kemanusian ,beasiswa, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kesehatan.
BERITA12/04/2025 | Humas Baznas Kota Bontang
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025 Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446H/2025 M jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H. Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15,47 detik sampai minus 1 derajat 4,57 detik. Dengan sudut elongasi berkisar 1 derajat 12,89 detik hingga 1 derajat 36,38 detik," kata Menag. "Secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," imbuhnya. Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1446 H, tidak ada yang memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 33 lokasi di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 33 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Asrorun Niam, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. "Jadi, Minggu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Senin akan takbiran menyambut Idulfitri," jelas Menag. Menurut Menag, umat Islam di Indonesia perlu bersyukur dengan Ramadan dan Syawal yang terjadi tahun ini, di mana seluruh elemen masyarakat bisa mengawali dan mengakhiri dengan waktu yang sama. "Alhamdulillah satu keberuntungan bangsa Indonesia, tahun ini awal Ramadannya sama dan alhamdulillah lebarannya pun sama," tutur Menag. "Mudah-mudahan keputusan ini merupakan sarana untuk umat Islam di Indonesia agar tetap menjaga toleransi dan kebersamaan, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam bermasyarakat di dalam naungan tanah air yang sama," sambungnya. Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
BERITA30/03/2025 | Berita Humas Baznas
Dukung Kesejahteraan Umat, Presiden Prabowo Puji Kinerja BAZNAS
Dukung Kesejahteraan Umat, Presiden Prabowo Puji Kinerja BAZNAS
ISTANA NEGARA. Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung program pemerintah melalui berbagai inisiatif unggulannya. Dalam acara Zakat Istana 2025 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (27/03/2025), Presiden dan Wakil Presiden RI turut berzakat, didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, juga hadir dalam acara tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas kontribusinya dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Presiden Prabowo. Presiden menambahkan bahwa kiprah BAZNAS tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional, seperti dalam upaya membantu masyarakat Palestina. "Saya sangat menghargai kerja keras BAZNAS yang mendapat apresiasi di berbagai negara, termasuk di Palestina dan Timur Tengah. BAZNAS selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih BAZNAS," kata Presiden. Menjelang Lebaran 2025, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dan belum dapat pulang ke kampung halaman. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna membantu mereka yang membutuhkan. "Banyak saudara kita yang masih berjuang demi kelangsungan hidupnya. Mari kita doakan mereka dan membantu semampu kita dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah," ajaknya. Menurut Presiden, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk gotong-royong dalam mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. "Berzakat adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya. Dengan berbagi, kita turut meringankan beban mereka yang membutuhkan," tambahnya. Terakhir, Presiden menegaskan pentingnya transparansi dalam penyaluran zakat oleh BAZNAS agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. "Penyaluran zakat harus dilakukan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran," tegasnya. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pariwisata Widyawati Wardhana, MenpanRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifulah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopolkam Budi Gunawan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, serta Menteri P2MI Abdul Kadir Karding. Hadir pula jajaran TNI dan Polri. (Dilansir media BAZNAS RI).
BERITA27/03/2025 | BAZNAS Humas
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS
Apresiasi Kinerja, Presiden Prabowo: Terima Kasih BAZNAS Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah meningkatkan kesejahteraan umat dan membantu pemerintah melalui program-program unggulannya. Hal itu disampaikan dalam acara Zakat Istana 2025 oleh Presiden dan Wakil Presiden, diikuti oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/03/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. bersama Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. “Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI karena peran pentingnya dalam membantu pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat,” ujar Presiden Prabowo. Menurut Presiden Prabowo, peran penting BAZNAS ini tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri, seperti peran BAZNAS dalam membantu saudara-saudara Muslim di Palestina. "Saya menghormati kerja keras saudara-saudara (BAZNAS) yang juga diapresiasi di luar negeri, di Palestina, di Timur Tengah. Pekerjaan BAZNAS sangat dihormati, dan BAZNAS selalu hadir di tempat yang sulit. Terima kasih BAZNAS,” ucap Presiden Prabowo. Menurut Prabowo, menjelang lebaran 2025 ini masih banyak masyarakat yang tidak bisa mudik karena kesulitan ekonomi dan berjuang untuk kelangsungan hidup. Dengan membayar zakat, Presiden berharap dapat membantu meringankan beban hidup mereka. “Tentunya masih banyak saudara-saudara kita yang mengalami masa sulit dan berjuang untuk kelangsungan hidupnya, jadi mari berdoa untuk mereka dan ulurkan tangan kepada mereka dengan berzakat, berinfak dan sedekah,” ucapnya. Menurut Presiden Prabowo, “Karena dengan berzakat, kita dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua karunia yang telah diberikan-Nya, dengan berzakat kita dapat berbagi untuk meringankan beban hidup mereka.” “Berzakat merupakan cerminan gotong-royong, mengurangi ketimpangan sosial dan pemerataan kesejahterana sosial. Semoga zakat yang kita keluarkan, amal ibadah kita dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” katanya. Terakhir, Presiden Prabowo meminta agar penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAS dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. “Penyaluran zakat harus dilakukan transparan dan efektif dan harus sampai pada mereka yang membutuhkan,” tambahnya. Turut hadir dalam acara ini jajaran menteri Kabinet Merah Putih antara lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pariwisata Widyawati Wardhana, MenpanRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifulah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopolkam Budi Gunawan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, serta jajaran TNI, Polri.
BERITA23/03/2025 | BERITA BAZNAS RI
Walikota Bontang Dukung Peningkatan Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Walikota Bontang Dukung Peningkatan Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya zakat bersama walikota menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan instrumen sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa zakat adalah cahaya yang menerangi kehidupan, baik bagi muzakki (pemberi zakat) maupun mustahik / penerima zakat. "Dengan zakat, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa kita. Keajaiban zakat adalah ketika keberkahan mengalir kepada semua pihak yang terlibat,” ujar Neni Dalam acara zakat bersama walikota, BAZNAS Kota Bontang memberikan penghargaan kepada instansi pemerintah yang rutin dan terbesar dalam pembayaran zakat dalam setiap bulan dan Muzakki per orangan yang rutin berzakat ke BAZNAS Kota Bontang Total zakat yang disalurkan mencapai Rp325 juta lebih kepada mustahik di Kota Bontang
BERITA19/03/2025 | BAZNAS Humas
TUNAIKAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH ANDA DENGAN AMAN DAN MUDAH MELALUI KANTOR DIGITAL BAZNAS KOTA BONTANG
TUNAIKAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH ANDA DENGAN AMAN DAN MUDAH MELALUI KANTOR DIGITAL BAZNAS KOTA BONTANG
Dalam kesiapan BAZNAS Kota Bontang untuk menerima zakat online, BAZNAS telah menyediakan platform online yang dapat diakses oleh masyarakat. Pertama, BAZNAS Platform, yakni melalui website BAZNAS cukup hanya dengan meng klik ikon yang tersedia di website digital baznas Kedua, bisa langsung mengirim kerekening yang ada di kantordigital baznas #https://kotabontang.baznas.go.id/rekening
BERITA11/03/2025 | Humas Baznas
Baznas Bagikan 386  Paket Sembako Ramadhan  untuk Imam Masjid , Mushollah dan Marbot SE KOTA BONTANG
Baznas Bagikan 386 Paket Sembako Ramadhan untuk Imam Masjid , Mushollah dan Marbot SE KOTA BONTANG
Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) Kota Bontang melaksanakan giat pendistribusian Paket Ramadhan Bontang Peduli untuk para Imam Masjid, musholla dan marbot masjid sekota Bontang , Selasa (11/3/2025) di Ruang 3 Dimensi Walikota Bontang Walikota Bontang Neni Moerniaeni dalam kegiatan BAZNAS berbagi , Bontang Peduli dengan para marbot dan imam masjid sekota Bontang. Sinergi Baznas dalam Bontang Peduli sangat di apresiasi oleh Walikota Bontang, semoga potensi zakat BAZNAS Kota Bontang dalam setiap tahunnya akan terus meningkat. Pendistribusian Paket Ramadhan Bontang Peduli ini menjadi suatu nilai tentang indahnya berbagi di Bulan Ramadhan ini, ujarnya Mari berbagi dengan cara klik ikon #info rekening BAZNAS #bayar zakat, zakat fitrah dan infaq
BERITA11/03/2025 | Humas Baznas
NILAI ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH BAZNAS KOTA BONTANG
NILAI ZAKAT FITRAH DAN FIDYAH BAZNAS KOTA BONTANG
Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang dengan melalui ketetapan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Muhammad Hamzah, mengumumkan besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh umat Muslim di Kota Bontang. Menurutnya, harga beras yang menjadi dasar perhitungan zakat fitrah di Bontang terbagi menjadi tiga kategori harga, yakni tertinggi, menengah, dan terendahHamzah menjelaskan harga beras tertinggi saat ini Rp 18 ribu, kemudian harga menengah Rp 16 ribu dan harga beras termurah adalah Rp 14 ribu per kilogramnya. Jika ingin membayar zakat dengan uang, maka harga beras dikalikan 3,8 kilogram. Zakat Fitrah1. 18.000 x 3,8 kg = 68.4002. 16.000 x 3,8 kg = 60.8003. 14.000 x 3,8 kg = 53.200 Untuk zakat fidyah yang ditentukan berdasarkan harga beras terendah dan tertinggi yakni 1. 18.000/ jiwa per hari2. 14.000/ jiwa per hari
BERITA10/03/2025 | Humas Baznas
Baznas bantu bangun rumah mustahik  Sinergi entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang
Baznas bantu bangun rumah mustahik Sinergi entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang
Rumah adalah kebutuhan dasar manusia. Dengan memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman, mustahik bisa hidup lebih baik dan lebih produktif. Oleh karena itu Baznas terus berkomitmen untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini," ini sejalan dengan program pemerintah Kota Bontang dalam meng entas kan miskin ekstrem di Kota Bontang Walikota Bontang Neni Moerniaeni berharap Melalui program Bontang Peduli yang dilaksanakan BAZNAS Kota Bontang akan memberikan nilai manfaat dan keberkahan Untuk setiap Muzakki yang sudah mempercayakan BAZNAS Kota Bontang dalam pengelolaan zakat serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan
BERITA07/03/2025 | BAZNAS Humas
Walikota Bontang Serahkan paket sembako Ramadhan Program Bontang Peduli
Walikota Bontang Serahkan paket sembako Ramadhan Program Bontang Peduli
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyerahkan program Bontang Peduli menyalurkan 545 paket sembako Ramadhan untuk tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim). simbolis paket Ramadhan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang berlangsung di pendopo Walikota Bontang . Ikut mendampingi penyerahan bantuan tersebut, Ketua dan pimpinan Baznas Kota Bontang. Walikota berharap kegiatan ini dapat meringankan beban warga Kota Bontang di bulan Suci Ramadhan dengan disalurkannya paket sembako ramadhan dari Baznas Kota Bontang. "Saya berterimakasih kepada Baznas Kota Bontang dan tentunya bagi seluruh ASN dan masyarakat kita yang telah mengalirkan zakatnya melalui Baznas. Semoga hal ini dapat membantu masyarakat," katanya. Sementara itu Ketua Baznas Kota Bontang Kuba Siga paket ramadhan ini merupakan program penyaluran kebutuhan pokok kepada mustahik yang rutin dilakukan oleh Baznas setiap tahunnya. "Semoga paket Ramadhan ini dapat bermanfaat bagi para mustahik. Paket ramadhan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan menjalankan kepercayaan muzaki yang telah mengamanahkan zakatnya di BAZNAS Kota Bontang," ujarnya.
BERITA07/03/2025 | BAZNAS Humas
Tunaikan Zakat di BAZNAS, Raim Laode Sebut Percuma Ganteng Kalau Tidak Bayar Zakat
Tunaikan Zakat di BAZNAS, Raim Laode Sebut Percuma Ganteng Kalau Tidak Bayar Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng musisi dan komedian Raim Laode untuk mengajak masyarakat berbagi dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Dalam kampanye ini, Raim Laode mengajak seluruh masyarakat untuk merasakan indahnya berbagi di bulan penuh berkah. “Halo sahabat BAZNAS, Raim Laode di sini mau mengajak kepada teman-teman semua untuk merasakan indahnya berbagi, apalagi di bulan yang sangat suci ini. Teman-teman bisa berzakat dan bersedekah di BAZNAS,” ujar Raim Laode. Lebih lanjut, Raim menekankan betapa mudahnya menunaikan zakat di era digital saat ini. “Caranya sangat gampang, silakan kunjungi kotabontang.baznas.go.id , langsung, seluruh informasi soal zakat, infak, dan sedekah ada di sana,” tambahnya. Selain itu, dengan gaya khasnya, Raim juga menyampaikan pesan ringan namun penuh makna untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya berzakat. “Percuma ganteng, kalau tidak bayar zakat,” ucapnya sambil tersenyum. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menyambut baik ajakan Raim Laode dalam kampanye Ramadhan ini. “Kami mengapresiasi peran serta Raim Laode dalam menyebarkan pesan kebaikan. Kehadiran figur publik seperti Raim tentu memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/3/2025). Menurut Rizaludin, zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. “Dengan berzakat, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai muslim, tetapi juga turut membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” tambahnya. BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. “Kami telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital yang memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajibannya dengan aman dan nyaman,” jelas Rizaludin. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan zakat ke berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan disalurkan kepada mereka yang berhak, mulai dari program bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik,” kata Rizaludin. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia, BAZNAS memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap programnya. “Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat dengan amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tutup Rizaludin.
BERITA04/03/2025 | Humas Baznas
Baznas Kota Bontang  libatkan 90  Pelaku Usaha Kuliner  di area Masjid  di Bulan  Ramadhan
Baznas Kota Bontang libatkan 90 Pelaku Usaha Kuliner di area Masjid di Bulan Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang melibatkan sebanyak 90 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dalam kegiatan usaha gerai takjil di Ramadhan 1446 Hijriah. Masing masing grai takjil Ramadhan baznas diberikan modal usaha selama Ramadhan sebesar 2 juta per orang. Ketua Baznas H.Kuba Siga program Bontang Makmur dalam kegiatan gerai takjil Ramadan Baznas ini sebagai tempat masyarakat mencari makanan dan minuman untuk buka puasa selama bulan ramadhan. Dan diharapkan bagi penerima semoga usahanya semakin berkah nantinya bisa juga ber infaq dan berzakat di Baznas Kota Bontang. "Ramadhan adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam setahun. Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung,'" katanya. Adapun masing masing Lokasi gerai takjil Ramadhan Baznas aka ada di beberpa tempat , di area Masjid Raya Al Hijrah, Area Masjid Al Muhajirin bukit indah dan area Masjid terapung loktuan kegiatan ini juga sebagai upaya Baznas Kota Bontang dalam menggerakkan UMK di sekitaran Masjid , kegiatan usaha kuliner Ramadhan bertujuan memeriahkan bulan Ramadhan sekaligus meningkatkan geliat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMK. Melalui kegiatan ini Baznas Kota Bontang akan jmenggiatkan Program BMM ( Baznas Microfinance Masjid ) yang mana nanti nya pelaku pelaku usaha yang berada di area masjid / jamaah masjid akan di salurkan bantuan pinjaman modal usaha tanpa bunga melalui program BMM yang pendanaannya melalui penyaluran Program BMM Baznas Pusat "Jika, nanti UMK tersebut konsisten dalam pengembalian pinjaman. Maka, UMK di sekitaran Masjid bisa terus dikembangkan," ujarnya. Program pembiayan yang yang disalurkan Baznas Kota Bontang adalah merupakan dana ZIS yang diterima Baznas Kota Bontang yang diterima dari Muzakki di Instansi Pemerintah Kota ( PNS ) dan Masyarakat yang telah menyalurkan ZIS di Baznas Kota Bontang
BERITA27/02/2025 | Humas Baznas
Sambut Ramadhan Baznas Salurkan Paket Sembako dan Program Penduli Pendidikan di Pulau Pesisir Kota Bontang
Sambut Ramadhan Baznas Salurkan Paket Sembako dan Program Penduli Pendidikan di Pulau Pesisir Kota Bontang
Sambut Ramadhan BAZNAS Salurkan Paket sembako penduli dan program pendidikan di Pulau Pesisir Bontang Baznas Kota Bontang salurkan paket pendidikan siswa dan sembako sambut ramadhan di pulau pulau pesisir Kota Bontang 1. Pulau malahing a. Seragam dan alat tulis 34 siswa b. Paket sembako 65 2. Pulau gusung a. Seragam dan alat tulis 69 siswa b. Paket sembako 112 3. Pulau tihi tihi a. Seragam dan alat tulis 34 siswa b. Paket sembako 89 4. Pulau salangan a. Seragam dan alat tulis 13 siswa b. Paket sembako 51 Program kegiatan BAZNAS Bontang dilaksanakan setiap tahun. Melalui dana ZIS yang telah disalurkan oleh Para Muzakki di BAZNAS Kota Bontang semoga memberikan keberkahan penerima manfaat..Amin ya rabbal alamin Bersama BAZNAS tebarkan #kebaikan & #KebErkahan
BERITA24/02/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RAPAT KOORDINASI UPZ MASJID SE KOTA BONTANG
BAZNAS RAPAT KOORDINASI UPZ MASJID SE KOTA BONTANG
Koordinasi UPZ Masjid Se-Kota Bontang 19/02/2025 | Humas Baznas BAZNAS Kota Bontang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Bontang dan Pemerintah Kota Bontang mengadakan rapat koordinasi dan sosialisasi pembinaan kepada UPZ masjid se-kota Bontang. Acara yang dilaksanakan di gedung 3 Dimensi Wali Kota Bontang ini di hadir kurang lebih 100 peserta. Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua I, H. Miswan Thahadi, M..Pd.I BAZNAS Propinsi Kalimantan Timur , Ketua BAZNAS Bontang H.Kuba Siga Beliau menyampaikan materi terkait PERBAZNAS NOMOR 2 TAHUN 2016 Tentang Pembentukan Dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat mengenai pembantuan pendistribusian dan pendayagunaan zakat BAZNAS dalam rangka mengoptimalisasi pengumpulan zakat di kota Bontang. Karena salah satu sumber dana yang diterima oleh BAZNAS Kota Bontang bersumber dari UPZ berasal dari masjid. Sampai saat ini, dari 200 masjid dan musholla yang terdaftar di kota Bontang dimana sudah Ter sk kan selaku Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kota Bontang. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masjid-masjid sebagai UPZ BAZNAS Kota Bontang. Dengan meningkatnya jumlah UPZ, diharapkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan, sehingga semakin banyak mustahik, kaum dhuafa, dan fakir miskin yang dapat merasakan manfaat dari pendistribusian ZIS secara lebih luas dan tepat sasaran
BERITA19/02/2025 | BAZNAS Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.

Lihat Daftar Rekening →