Apa Itu Desil? Cara Pemerintah Mengelompokkan Tingkat Ekonomi Masyarakat
11/04/2026 | Penulis: Humas Baznasbtg.ar
BaznasBontang
Dalam berbagai program bantuan sosial, termasuk penyaluran zakat, sering muncul istilah desil. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu desil dan bagaimana penggunaannya dalam menentukan penerima bantuan.
Memahami konsep desil sangat penting agar masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS menentukan kelompok yang berhak menerima bantuan.
Pengertian Desil
Secara sederhana, desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok.
Kata “desil” berasal dari pembagian data statistik menjadi sepuluh bagian yang sama besar. Dalam konteks ekonomi, desil digunakan untuk mengelompokkan masyarakat dari yang paling miskin hingga yang paling sejahtera.
Pembagian Desil dalam Masyarakat
Kelompok desil dibagi menjadi 10 tingkatan, yaitu:
Desil 1 → Kelompok masyarakat paling miskin
Desil 2 → Sangat rentan miskin
Desil 3–4 → Rentan atau hampir miskin
Desil 5–6 → Menengah
Desil 7–9 → Menengah ke atas
Desil 10 → Kelompok paling sejahtera
Semakin kecil angka desil, maka semakin rendah tingkat kesejahteraannya.
Fungsi Desil dalam Program Bantuan
Desil digunakan oleh pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Data ini biasanya bersumber dari pendataan kesejahteraan masyarakat seperti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Dalam praktiknya:
Bantuan sosial umumnya diberikan kepada Desil 1–4
Program pemberdayaan bisa menyasar Desil 1–6
Desil atas biasanya tidak menjadi prioritas penerima bantuan
Peran Desil dalam Penyaluran Zakat
Dalam konteks zakat, konsep desil membantu lembaga seperti BAZNAS Kota Bontang dalam menentukan prioritas mustahik (penerima zakat).
Meskipun dalam Islam penerima zakat ditentukan berdasarkan 8 asnaf, penggunaan data desil dapat membantu:
Mengidentifikasi masyarakat yang benar-benar membutuhkan
Memastikan zakat tepat sasaran
Mendukung program pengentasan kemiskinan
Dengan demikian, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi.
Pentingnya Memahami Desil bagi Masyarakat
Dengan memahami desil, masyarakat dapat:
Mengetahui posisi tingkat kesejahteraannya
Memahami alasan menerima atau tidak menerima bantuan
Mendukung transparansi program sosial
Hal ini juga membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan, baik dari pemerintah maupun lembaga zakat.
Zakat dan Kepedulian Sosial
Zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan didukung data seperti desil, penyaluran zakat dapat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Bontang, zakat dapat dikelola secara profesional untuk membantu masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi terbawah.
Mari bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Artikel Lainnya
Manfaat dan Keutamaan Sedekah, Cara Membiasakan Sedekah
ISTILAH ISTILAH DALAM ZAKAT
MENGENAL 8 ASNAF ZAKAT
Laporan terbaru World Giving Report (WGR) 2025
Keberkahan Cahaya Zakat " Bersatu Berdaulat , Rakyat Sejahtera , Indonesia Maju " DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-80
Sedekah Jumat Amalan Kecil, Pahala Besar
Sedekah Terbaik di Bulan Syawal: Waktu Tepat Raih Keberkahan Tanpa Batas
Sejarah dan Makna Zakat Dalam Islam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.
Lihat Daftar Rekening →