WhatsApp Icon

Pra Rakornas BAZNAS 2026: Perkuat Tata Kelola UPZ, Data, dan Program Berdampak untuk BAZNAS Kota Bontang

Pra Rakornas BAZNAS 2026: Perkuat Tata Kelola UPZ, Data, dan Program Berdampak untuk BAZNAS Kota Bon

06-10-2026  |  Penulis: Humas BAZNAS.Ar

Bagikan:URL telah tercopy
Pra Rakornas BAZNAS 2026: Perkuat Tata Kelola UPZ, Data, dan Program Berdampak untuk BAZNAS Kota Bontang - Gambar Utama

Pra Rakornas BAZNAS 2026: Perkuat Tata Kelola UPZ, Data, dan Program Berdampak untuk BAZNAS Kota Bontang

BONTANG, 6 Oktober 2026 – BAZNAS Kota Bontang mengikuti kegiatan Pra Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang dilaksanakan secara daring dengan fokus pembahasan “Tata Kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ)” dalam kerangka besar Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak.

BAZNAS Kota Bontang dalam kegiatan ini diikuti oleh Arsyad, SH., Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum.

Kegiatan diawali dengan arahan Ketua BAZNAS RI yang menekankan bahwa BAZNAS dan UPZ memegang amanah besar dalam pengelolaan zakat. UPZ bukan sekadar unit administratif, melainkan bagian penting dari sistem pengelolaan zakat yang harus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada muzaki dan meningkatkan manfaat bagi mustahik.

Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah bahwa BAZNAS harus terus berkembang dan tidak cepat merasa puas terhadap capaian saat ini. Pengelolaan zakat harus dibangun melalui perencanaan yang akurat, pelaksanaan yang tepat, serta monitoring dan evaluasi yang kuat.

Data Menjadi Fondasi Utama

Dalam sesi pembahasan, para narasumber menekankan pentingnya data sebagai dasar seluruh proses pengelolaan zakat.

Data muzaki, mustahik, UPZ, potensi penghimpunan, program, serta penerima manfaat harus tersedia secara akurat. Tanpa data yang kuat, perencanaan, penghimpunan, pendistribusian, dan pemberdayaan sulit dilakukan secara tepat dan terukur.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, hal ini menjadi perhatian penting dalam penyusunan program ke depan. Seluruh program akan diarahkan semakin berbasis data sehingga dapat diketahui secara jelas potensi yang tersedia, kebutuhan masyarakat, sasaran program, serta dampak yang dihasilkan.

RKAT Bukan Sekadar Administrasi

Pra Rakornas juga menekankan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tidak boleh sekadar menjadi dokumen administratif atau menyalin program tahun sebelumnya.

RKAT harus disusun berdasarkan evaluasi, potensi, kebutuhan, target, serta kondisi masing-masing daerah dan UPZ.

Karena itu, UPZ perlu memiliki perencanaan yang jelas mulai dari target penghimpunan, program, pelayanan muzaki, pendistribusian hingga pelaporan.

BAZNAS Harus Memiliki Program Unggulan

Hal lain yang menjadi catatan penting adalah perlunya BAZNAS daerah membangun portofolio program yang kuat.

BAZNAS tidak cukup hanya melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat membayar zakat. Kepercayaan akan semakin kuat apabila masyarakat dapat melihat secara nyata program yang berhasil dan memberikan perubahan bagi penerima manfaat.

Karena itu, BAZNAS Kota Bontang akan terus mengidentifikasi dan memperkuat program-program yang telah berjalan setiap tahun agar dapat berkembang menjadi champion program atau program unggulan daerah.

Program-program pemberdayaan seperti ZChicken, Z-Auto, Z-Mart, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), pemberdayaan UMKM, RTLH, Ramadan Berkah, Lebaran Anak Yatim, pendidikan, kesehatan dan program sosial lainnya akan disinkronkan agar memiliki arah, target dan ukuran dampak yang semakin jelas.

Penguatan UPZ dan Pelayanan Muzaki

UPZ juga harus diperkuat sebagai salah satu ujung tombak penghimpunan.

Beberapa hal yang dapat dikembangkan antara lain penertiban SK UPZ, penyusunan RKAT, penguatan database muzaki, pemanfaatan virtual account, peningkatan pelayanan digital, forum pembinaan rutin hingga sertifikasi amil bagi pengelola UPZ.

UPZ tidak cukup hanya terbentuk. UPZ harus memiliki pengurus yang aktif, kegiatan, target, data, penghimpunan, pelayanan dan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan.

BAZNAS Harus Diingat, Dipercaya dan Dicintai

BAZNAS juga perlu memperkuat branding sebagai umbrella atau payung bagi seluruh UPZ.

Masyarakat harus semakin mengenal BAZNAS, percaya kepada BAZNAS, mudah menjangkau layanan BAZNAS, serta mencintai BAZNAS karena mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Hal tersebut harus dibangun melalui transparansi, pelayanan yang mudah, publikasi program, pelibatan muzaki, laporan penyaluran serta program-program yang benar-benar memberikan manfaat.

Menjadi Bahan Sinkronisasi Program BAZNAS Kota Bontang

Seluruh catatan dari Pra Rakornas ini selanjutnya menjadi bahan penting bagi BAZNAS Kota Bontang dalam menyinkronkan program-program yang selama ini telah dilaksanakan dengan arah kebijakan BAZNAS RI, kebutuhan pembangunan Kota Bontang, serta rencana program tahun 2027.

Arah kerja yang ingin dibangun adalah:

DATA ? PERENCANAAN ? PENGHIMPUNAN ? PENYALURAN ? PEMBERDAYAAN ? MONITORING ? PENGUKURAN DAMPAK

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari berapa besar dana ZIS yang dihimpun dan disalurkan, tetapi juga dari seberapa besar perubahan yang dapat diwujudkan bagi kehidupan mustahik dan masyarakat Kota Bontang.

Pra Rakornas BAZNAS 2026 menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kota Bontang untuk semakin memperkuat sistem, SDM, UPZ, digitalisasi, kolaborasi, serta tata kelola berbasis data dan dampak dalam rangka persiapan mengikuti Rakornas BAZNAS RI Tahun 2026.

Penulis:
Arsyad, SH.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bontang
Bidang Administrasi, SDM, IT dan Umum

Bagikan:URL telah tercopy

Agenda Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.

Lihat Daftar Rekening →