WhatsApp Icon

BAZNAS Kota Bontang Ikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat 2026

29/08/2026  |  Penulis: Humas Baznasbtg.ar

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kota Bontang Ikuti Kick-Off Pengukuran IZN dan Kajian Dampak Zakat 2026

Dokumentasi BAZNAS_Bontang

BONTANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang mengikuti Kick-Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Republik Indonesia secara daring pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan pengukuran IZN dan KDZ Tahun 2026 yang melibatkan BAZNAS serta lembaga amil zakat di berbagai daerah di Indonesia. Agenda ini sekaligus menjadi tahap awal sosialisasi dan pengisian data sebelum memasuki proses monitoring, bimbingan teknis, serta tindak lanjut pengumpulan data pada periode Agustus hingga November 2026.

Keikutsertaan BAZNAS Kota Bontang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pengelolaan zakat yang terukur, transparan, berbasis data, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI melalui Direktorat Riset, Kajian dan Pengembangan memaparkan peran Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen untuk mengukur kinerja pengelolaan zakat di daerah.

IZN digunakan untuk menilai kondisi perzakatan melalui berbagai indikator kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengukuran tersebut dapat menjadi instrumen evaluasi untuk melihat kekuatan, kelemahan, sekaligus peluang pengembangan tata kelola zakat di masing-masing daerah.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menegaskan bahwa IZN tidak semata-mata digunakan untuk melihat capaian dalam bentuk angka maupun peringkat.

“IZN bukan hanya sekadar angka dan ranking, tapi merupakan alat diagnosis untuk melihat kekuatan dan kelemahan pengolahan zakat.”

IZN Mendukung Perencanaan dan Penguatan Tata Kelola Zakat

Pengukuran IZN juga menjadi bagian penting dalam penyusunan Renstra BAZNAS 2026–2031. Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga berbasis data dan dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Bontang, penguatan pengukuran berbasis data menjadi penting untuk memastikan setiap proses pengelolaan zakat dapat terus dievaluasi dan dikembangkan secara sistematis.

Hal tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Kota Bontang dalam membangun pengelolaan ZIS yang semakin terdokumentasi, terukur, dan terintegrasi. Pengelolaan data melalui SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) juga menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola zakat secara nasional.

Mengukur Dampak Zakat terhadap Mustahik

Selain IZN, kegiatan Kick-Off juga membahas Kajian Dampak Zakat (KDZ) yang bertujuan mengukur efektivitas program zakat terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan mustahik.

Pengukuran dilakukan dengan melihat perubahan kondisi mustahik sebelum dan setelah menerima intervensi zakat. Aspek yang dikaji mencakup pendapatan, kondisi kemiskinan, kesejahteraan spiritual, sosial, budaya, hingga lingkungan.

Pada pelaksanaan KDZ 2026, responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, antara lain mustahik yang telah menyelesaikan program bantuan produktif, masih mengikuti program pendayagunaan minimal enam bulan, maupun penerima program pendayagunaan lainnya seperti pendidikan, dakwah, dan bantuan rumah layak huni.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dana yang dihimpun maupun jumlah penerima bantuan. Lebih jauh, perlu dilihat seberapa besar perubahan dan dampak yang dihasilkan terhadap kehidupan mustahik.

Dari Penyaluran Menuju Dampak Berkelanjutan

Hasil KDZ 2025 yang dipaparkan dalam kegiatan menunjukkan bahwa secara nasional terdapat 19.303 data keluarga mustahik yang menjadi bagian dari kajian.

Data tersebut digunakan untuk melihat berbagai capaian program, termasuk kontribusi zakat dalam membantu pengentasan kemiskinan.

Hasil pengolahan juga menunjukkan bahwa pada 2025, pengelola zakat secara nasional telah membantu 302.994 mustahik keluar dari garis kemiskinan, termasuk 131.952 mustahik yang sebelumnya berada dalam kategori miskin ekstrem.

Capaian tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan zakat perlu terus diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga pada program yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan.

BAZNAS Kota Bontang Perkuat Pengelolaan Berbasis Data

Pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS. Menurutnya, BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memperluas dampak program kepada masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bontang dalam memperkuat pengelolaan zakat berbasis data dan dampak. Dengan adanya pengukuran IZN dan KDZ, BAZNAS Kota Bontang dapat memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai tata kelola sekaligus manfaat program zakat yang telah dijalankan.

Keikutsertaan dalam Kick-Off IZN dan KDZ 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengumpulan data, evaluasi program, serta perencanaan pengelolaan zakat ke depan.

Dengan tata kelola yang semakin terukur dan berbasis data, zakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai bantuan, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong kemandirian, peningkatan kesejahteraan, dan perubahan kehidupan mustahik.

BAZNAS Kota Bontang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, memperkuat kolaborasi, serta memastikan amanah ZIS masyarakat memberikan manfaat dan dampak yang semakin luas bagi masyarakat Kota Bontang.

BAZNAS Kota Bontang — Cinta Zakat, Berkah untuk Masyarakat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bontang.

Lihat Daftar Rekening →